CEO AND I

CEO AND I
29. I Just.......



Jung Taek Won POV


Berapa lama waktu yang harus ditempuh kuliah kedokteran??. Karena dia orang yang kepintarannya berada di bawahku, setidaknya dia bisa menyelesaikannya tepat waktu. Namun aku tak bisa merasa tenang, karena waktu yang dimaksud itu adalah 6 tahun.


๐Ÿ˜ŸAku akan tetap melajang sampai 6 tahun kedepan. Oh My God!!!!!


Sabar sih sabar. Memang ada Ji Min yang selalu setia memberikan informasi pada ku. Tapi apa-apaan semua foto-foto ini, informasi macam apa ini??๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก



(With her best friend, Jang Eun Wu)



(Someone like her, Kim Seong Yeol)



(Her secret admirer, Yo Yun Ho)


๐Ÿคฌ๐Ÿคฌ๐Ÿคฌ


"Jangan melempar ponselmu lagi!!!. Aku sudah malu setiap hari membeli ponsel baru untukmu. akun ku malah ditawari menjadi member di tempat aku biasa membeli ponsel. Tahan emosimu!!!"." Yong Guk hyung yang entah sejak kapan sudah berada di belakangku menangkap ponsel ditangan ku yang hampir ku lempar.


"Sabarlah, kau hanya harus menunggu 4 tahun lagi. Kan selama 2 tahun ini Ha Neul juga sudah membuktikan bahwa ia hanya setia padamu." Dong Ho hyung juga ikut memberi saran. Saran yang malah membuatku makin down.


โ˜น๏ธ4 tahun lagi. Berapa banyak pria lagi yang harus ku singkirkan??. Dalam 2 tahun ini aku sudah menyingkirkan lebih dari 30 pria. Baik itu yang sudah jelas mengaku jatuh cinta pada Ha Neul, atau hanya sekedar fans fanatiknya (makilah aku yang membuat gadis itu terkenal), maupun secret admirernya. Aku tak yakin apa aku bisa menahan perasaan terbakar ini sampai akhir.


From. : Calon Suamimu


To. : Calon Istriku


'Ayo makan siang bersama'


Pesan itu sudah aku kirim sejak 2 jam yang lalu. Aku sudah kelaparan setengah mati, tapi dia tak membalas pesanku sampai detik ini. Kemana gadis itu???


"Kau mau kemana??. Ada rapat 10 menit lagi. cepat makan bekalmu!. Ha Neul sudah membuatnya dengan susah payah, padahal dia sibuk ujian semester. Kau juga jangan sampai kembali merepotkan nya karena harus masuk rumah sakit." Dong Ho hyung kembali menasehati ku membuatku makin kesal.


"Hyung tidak tau bagaimana rasanya di gantung. Meski dia perhatian padaku, tapi perhatiannya itu terbagi menjadi lima, kakaknya, si kembar, kuliah, pria-pria yang mendekatinya dan aku. Entah aku berada urutan ke berapa. Aku menyadarinya sekarang, dia itu benar-benar pasif, tak pernah bilang dia mencintaiku, terakhir kali dia mengakui perasaannya yah waktu dia menerimaku jadi kekasihnya. Sekarang kepercayaan diriku berkurang 1% setiap harinya. Aku bertanya setiap malam padanya apakah dia mencintaiku, hyung tau jawabannya??. Dia hanya menyuruhku segera tidur dan jangan terlambat bangun pagi."


"Dan kami mendengar kau mengeluh hampir setia hari. Jadi tolong hentikan itu!!." Yong Guk Hyung memberikan ponselku kembali, dan aku kembali kecewa karena masih tak ada pesan balasan dari Ha Neul.


"Apa sih yang kau ragukan dari Ha Neul ?, tak perlu kata cinta untuk membuktikan bahwa dia mencintaimu, kami bisa membuktikannya."


"Aku tau". Aku menjawab pernyataan Dong Ho hyung. " aku hanya.....aku hanya merasa tertekan karena belum bisa memilikinya secara utuh."


"Aku hanya tidak bisa menahan perasanku."


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Kim Ha Neul POV


Ujian kedokteran tak semudah itu, meski aku percaya diri bahwa aku mampu, tapi tetap saja aku harus mengecek kebenaran jawabanku. Jadi begitu ujian selesai, aku buru-buru ke perpustakaan, mencari buku yang tadi isinya ku kutip sebagai jawaban.


Ji Min oppa mengikuti ku dengan lesu. Wajahnya yang tampan namun terbilang imut itu tampak sedikit tirus. Yah, sudahย  hampir 2 minggu ini kami belajar sampai larut malam, bahkan kadang lupa makan. Tapi tentunya bukan itu yang membuat wajah Ji Min lesu. Beberapa saat yang lalu dia memberitauku bahwa ponselnya error karena menerima begitu banyak pesan dari Jung Taek Won.


"Hyung memecat ku." ucapnya tertunduk sedih. "Taek Won hyung pasti memecat ku."


Aku tersenyum sambil menepuk bahu teman seperjuangan ku ini. Aku sudah mengenal sifat Ji Min oppa, setidaknya setelah kebersamaan kami (selama kuliah dia selalu menempel di belakangku), Ji Min oppa itu benar-benar mengidolakan Taek Won, baginya pria itu sudah seperti ayah, kakak atau raja yang harus selalu ia patuhi termasuk selalu mengirim foto-fotoku pada tuannya itu. Hingga hampir setiap malam Taek Won menatapku dan mengomeli ku dengan kesal.


Sifat posesif nya itu kian menyebalkan setiap harinya. Hanya karena foto ku bersama seorang pria, Taek Won bisa marah sampai tidak mau makan yang akhirnya menyebabkan dia di rawat di Rumah Sakit. padahal pria yang dimaksud adalah salah satu dosen di FK.


Lalu aku juga agak populer di kalangan pria. Entah kenapa. Tapi yang pasti, hal ini sering membuat Taek Won murka. Ia mengecek pesan dan panggilan telpon di ponselku, jika ada nomor yang tidak di kenal, dia langsung melacaknya bak detektif ulung.


Dan aku hanya terus bersabar dengan hal ini, karena aku tau Taek Won melakukan itu karena dia sangat mencintaiku.


Aku mematikan ponselku saat ujian dan sekarang baru ku aktifkan. Satu pesan tak terbaca dari Jung Taek Won berupa ajakan makan siang, dan pesan itu sudah lama di kirim pria itu


Sungguh aneh sekali. Jelas-jelas aku mengatakan padanya pagi tadi kalau aku tak bisa makan siang dengannya, untuk apa dia masih mengirimiku pesan seperti ini??. Tak masalah kan kalau ku abaikan pesan ini??, toh aku masih harus pulang ke apartemen dan bertemu dengannya.


Kami tak melakukan hal dibatas kewajaran, dan percayalah bahwa aku masih perawan. Hanya kadang ada saja yang membuatku takut berdekatan dengan Taek Won, karena kadang ia terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu yang jahat, terutama saat dia sedang kesal dan marah. Diamnya itu selalu menjadi tanda tanya.


Selain ujian, masih ada tugas-tugas yang harus dikerjakan, jadi aku dan Ji Min oppa memutuskan segera pulang setelah meminjam setumpuk buku. Tapi begitu tiba di apartemen ternyata Taek Won belum pulang.


"Dia ada rapat di Jaeju, mungkin menginap disana selama 3 hari, lalu langsung ke Jepang, Tuan Akatsuki mengundangnya untuk menghadiri acara ulang tahun anak perempuannya, lalu dia juga harus hadir di acara pernikahan relasinya di Paris, sekaligus menghadiri berbagai acara disana. Dia baru kembali ke Korea mungkin awal bulan depan. Kenapa ponsel muย  tidak aktif??," Taek Yeon bertanya pada Ji Min setelah menjelaskan alasan Taek Won tak ada dirumah.


Raut wajah Ji Min kian kusut. Ia menjawab hampir menangis. "Aku lupa mencharger ponselku semalam, aku baru menchargernya di perpustakaan tadi ketika menyadari ponselku mati, dan baru membaca pesan dari Taek Won hyung."


Taek Yeon menepuk pundak anak laki-laki yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya itu. "Tenang saja, aku sudah memberi alasan semacam itu pada Taek Won, dia mungkin hanya akan memarahi mu, tapi kau tidak akan dipecat. Sana pergilah mandi dan istirahat!!."


Setelah melihat Ji Min menutup pintu kamarnya. Aku bertanya pada Taek Yeon oppa tentang seberapa marah Taek Won. Dan tentu saja jawaban selau diawali dengan senyuman hangat.


"Yong Guk memarahinya karena kembali melempar ponsel, dia hampir kembali mogok kerja dan ingin mendatangimu ke kampus, Hae Jin dan Sang Hyuk di suruh mencari kalian berdua, ternyata kalian sedang berada di perpustakaan. Dong Ho dan Yong Guk terus-terusan menasehati pria yang terobsesi padamu itu untuk tetap tenang dan kembali bekerja tapi sayangnya jadwal kerja Taek Won kali ini membuatnya harus terpisah darimu selama 1 bulan. Dan dia murka."


Wahhhh, benar-benar gawat ternyata.


Aku meraih ponsel ku, tapi mendadak ingat Taek Won tak memiliki ponsel lagi, jadi aku menelpon Dong Ho oppa dan meminta untuk bicara dengan Taek Won.


".........."


".........."


"Kau yang menelpon, kenapa aku yang harus memulai pembicaraan??."


"........" Pria itu selalu mengatakan hal ketus setiap kali mereka mulai bicara. Aku jadi tidak mood bicara dengan nya. Kenapa aku harus minta ma'af dan menghiburnya seperti ini?.๐Ÿ˜•


"Hei, katakan sesuatu??. Aku tidak benar-benar marah padamu. Tolong katakan sesuatu!."


"......" Pria iti selalu mengakhiri ucapan ketusnya dengan permohonan seperti itu. Aku jadi mau tak mau tersenyum kan!!. Dia selalu takut jika aku marah padanya.


Aku menarik nafas dalam sebelum mulai menghibur pria ini. "Sekarang ada dimana??, apa kau sudah makan ??, pastikan tak ada yang tersisa dari bekal makan siang yang ku buat tadi!!. Ma'af karena tak membalas pesan mu, dan tolong ma'afkan Ji Min oppa juga. Jaga kesehatanmu selama tak pulang ke rumah, jangan sampai sakit lagi karena aku tak ada disana untuk menjagamu. Jangan terlalu banyak membawa oleh-oleh ketika pulang nanti.


"......." Pria itu hanya diam saja mendengar ocehanku.


Aku melirik Taek Yon oppa yang masih berdiri di depanku. Aku agak malu mengatakan hal ini, tapi demi membuat mood Taek Won meningkat, aku harus mengatakannya.


"Aku......mencintaimu Jung Taek Won".


".........."๐Ÿ˜ฒ


tut....tut....tut.....tut......


Aku segera memutuskan panggilan telepon itu setelah kata terakhir itu ku ucapkan. Mengabaikan Taek Yeon oppa yang menatapku dengan sunggingan senyum mengejek.๐Ÿ˜


Aku harap aku tak sering mengatakan hal seperti ini. Ini terlalu memalukan. Hatiku berdebar-debar tak menentu, pipiku panas dan aku tidak suka itu.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Dong Ho dan Yong Guk saling padang, heran. Wajah Taek Won yang sejak pagi tadi sudah kusut itu sekarang berganti senyum lembut. Ada apa ini???



"Dia bilang......dia mencintaiku". Ucap pria itu senang bukan kepalang. " Ha Neul mencintaiku๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†".


"......."๐Ÿ˜ฒ


"......"๐Ÿ˜


Wow.... Dong Ho menggeleng takjub. Efek pernyataan cinta ternyata benar-benar luar biasa.


Taek Won mengambil map laporan di depannya lalu mulai melakukan pekerjaannya dengan riang.


Sesekali ia butuh mendengar hal romantis seperti ini dari Ha Neul. Hal ini jugalah salah satu alasan yang membuatnya mampu bertahan menyandang status hanya berpacaran dengan gadis itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ