CEO AND I

CEO AND I
31. Couple Talk



Karena Ha Neul juga merasa mual setelah membedah mayat. Ia mengajak Taek Won untuk langsung pulang ke apartemen.


Taek Won sebenarnya merasa sedikit aneh, karena Ha Neul tidak memintanya mengantarkan gadis itu ke dorm, namun pria itu akhirnya hanya diam dan merasa senang karena mereka malam ini bisa makan malam bersama.


Sejak Ha Neul mulai koas di rumah sakit, gadis itu jarang sekali pulang ke apartemen. Taek Won tak bisa mengeluh (terutama pada Ha Neul, ia hanya mengeluh pada bodyguard nya saja), karena ia tau Ha Neul benar-benar serius untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.


Taek Won juga berusaha menahan diri untuk tidak terlalu sering menelpon Ha Neul, bahkan harus benar-benar bersabar ketika pesan yang ia kirimkan terlambat di balas oleh gadis itu.


Ha Neul memasak makan malam untuk Taek Won, karena pria itu bilang ia belum makan malam. Jadi selama Ha Neul memasak, Taek Won terus memperhatikan gerak gerik gadis itu dan kadang mereka sama-sama tersenyum ketika bertemu pandang yang akhirnya membuat Taek Won tidak tahan untuk memeluk Ha Neul.



"Besok adalah hari libur pertama dan terakhirku bulan ini. Karena lusanya aku sudah harus ada di Bangkok dan baru kembali 2 minggu lagi. Apa kau punya waktu luang??." Tanya Taek Won.


"Hanya besok?, jam berapa kau berangkat?, setelah itu......kapan kau pulang ke Korea??." Ha Neul menjawab pertanyaan Taek Won dengan pertanyaan.


Taek Won tersenyum. "Karena perusahaan properti juga baru buka cabang di Indonesia dan Singapura, bulan depan harus ku habiskan dengan berbagai kegiatan di kedua negara itu."


"......."Oh...



Ha Neul meletakkan masakannya di atas meja. Hanya sepiring nasi goreng yang dimasak gadis itu dan semangkuk sup rumput laut yang sepertinya dimasak oleh Sang Hyuk, namun pria itu memakannya dengan lahap.


Taek Won tak pernah lagi mengeluh jika Ha Neul hanya memasak sedikit makanan untuknya. Padahal dulu, harus selalu ada minimal 5 lauk diatas meja, itupun tak termasuk cake coklat, cupcake dan ice cream coklat kesukaan pria itu.


"Besok libur. Tapi aku hanya ingin kita dirumah saja. Boleh kan!!." Pinta Ha Neul. Taek Won terdiam beberapa saat, namun akhirnya mengangguk setuju.


Selesai makan malam, keduanya duduk di kamar Taek Won menonton film kartun. Tak ada yang benar-benar fokus menonton. Taek Won yang dengan sengaja mengajak Ha Neul ke kamarnya memiliki tujuan untuk tetap bersama gadis itu semalaman, dan saat ini, tepat ketika film selesai dan Ha Neul ingin pergi ke kamarnya. Taek Won menahan gadis itu.


"Aku tidak akan melakukan hal buruk. Jadi tetaplah bersamaku malam ini." Pinta pria itu. 


Ha Neul menarik nafas dalam. "Apanya yang tidak melakukan hal buruk!," keluh gadis itu. Sejak film tadi dimulai, Taek Won terus memeluknya dari belakang, bahkan sesekali mencium bagian belakang leher Ha Neul. Meski hanya sekedar kecupan ringan, tetap saja membuat gadis itu merinding.


Taek Won kembali mencuri kecupan di tengkuk Ha Neul. "Hari ini hari ulang tahunku, apa kau tidak mau memberikanku hadiah??."


"......"


Ha Neul memukul pelan kepala Taek Won. ia akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan pria itu. "Asal kau berhenti berbuat mesum, aku pasti memberimu hadiah." Ha Neul bangkit dan berniat segera pergi ke kamarnya.


Lagi-lagi Taek Won menahan Ha Neul, dan lebih parahnya ia mendorong gadis itu sampai terjatuh di tempat tidur dan menindihnya. "Kau berjanji padaku kalau kau akan menemaniku tidur tiap malam ulang tahunku, jadi jangan coba-coba kabur sekarang." Ancam Taek Won.


Ha Neul mendengus kesal. "Aku hanya berjanji menemanimu tidur, bukannya tidur denganmu."


Seolah penjelasan itu ada maknanya saja bagi Taek Won. Ha Neul benar-benar lupa bahwa pria itu tak pernah peduli hal lain jika sudah bersama dengannya. Ia hanya terus memaksa untuk tetap bersama kemanapun dan dimana pun.


"Dalam 360 hari, kita benar-benar punya waktu luang bersama hanya 24 hari, yang berarti 2 hari dalam 1 bulan dan jika di jumlahkan selama 4 tahun ini, kau dan aku hanya bersama selama 96 hari. Apa kau tak merasa kalau kita benar-benar pasangan tidak normal??." Taek Won bertanya sambil memeluk Ha Neul. Gadis itu akhirnya menyerah untuk melepaskan diri dari Taek Won.


"Tapi kau mengirimiku pesan hampir 50 kali dalam sehari, dan jika di jumlahkan, itu bahkan sudah melebihi jumlah hari dalam 1 tahun." Ucap Ha Neul dongkol.


Kegiatan yang harus ia laporkan pada Taek Won bukan hanya tentang kuliah atau sudah makan, Ha Neul bahkan harus menjawab pesan Taek Won ketika ia sendiri sedang berjuang di toilet, atau kalau tidak pesan-pesan selanjutnya akan berdatangan setiap detiknya.


"Lalu kenapa kau tidak membalasnya juga sebanyak itu. Kau juga hanya membalas dengan pesan singkat, seolah tak punya niat. Aku terus saja merasa kau lebih memilih kuliahmu daripada aku."


Dan dimulailah pertengkaran pasangan dibalik selimut. "Kau kan juga tidak selalu punya waktu untukku. Dibanding pesan-pesan itu, aku lebih suka bertemu langsung bertemu denganmu. Dan meski rajin mengirimiku pesan, kau juga  asyik makan malam atau jalan-jalan bersama wanita yang berusaha menarik perhatianmu. Aku memangnya bisa apa?. Mengeluh??, kau kan sangat mencintai pekerjaanmu. Melihatmu berkata dengan senyum bangga bahwa kau membuka cabang perusahaan dimana-mana, malah membuatku jadi tak mau mengganggu kegiatanmu itu."


".........."😒


Taek Won langsung bangkit dan duduk di tempat tidur. Ia menatap tidak percaya setelah mendengar penyataan mengejutkan dari Ha Neul. "Kau......ada apa denganmu hari ini???, apa kau salah makan sesuatu??, kenapa kau jadi sedikit aneh??. Mendadak berani memegang tanganku di depan umum, tadi kau juga tidak mengomeli ku ketika aku memelukmu di dapur. Dan sekarang kau....kau mengungkapkan isi hatimu. Apa...kau baru saja berbuat salah?."


Ha Neul ikutan bangkit dan sekarang duduk bersila di tempat tidur. Meski sempat ragu, akhirnya gadis itu memutuskan untuk mengatakan hal sebenarnya.


"Aku........lupa kalau hari ini hari ulang tahunmu." Ungkap Ha Neul benar-benar merasa bersalah.


Ia menatap Taek Won, menunggu respon pria itu. Tapi Taek Won hanya menarik nafas dalam, ia tau Ha Neul lupa, karena tak ada kue ataupun hadiah di atas meja. Ha Neul juga tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Padahal Taek Won sudah menunggu kata-kata itu sejak pagi.


"Aku.....aku meninggalkan ponselku di apartemen Ha Na onnie 1 minggu yang lalu dan tak sempat mengambilnya, karena ada ujian bedah dan aku takut nilai ku turun jadi aku tak mengambil ponsel itu, juga tak memberi kabar padamu. dan juga lupa bahwa kau......bahwa kau....


"Tidak apa-apa." Taek Won memeluk Ha Neul. Ia benar-benar tak bisa menahan senyum ketika Ha Neul terlihat hampir menangis.


"Kau biasanya selalu mencari ku tapi sejak ponsel itu ku tinggalkan, tak ada kabar darimu. Ji Min oppa bilang kau sibuk di Jepang dan belum kembali. Ia tak mengatakan apapun setelah itu. Lalu besoknya Ji Min oppa juga bersikap santai-santai saja, padahal biasanya dia akan terlihat begitu khawatir kalau aku tak membalas pesan mu dan ponselnya yang jadi sasaran kemarahan mu."


"Aku benar-benar khawatir, tapi karena masih ujian aku tak bisa melakukan apapun. Lalu Sin Bi dan Eun Bi terus-terusan membacakan artikel tentang mu yang terlihat serasi bersama rekan kerjamu. Aku benar-benar berusaha tak peduli, tapi begitu melihatmu tadi di depan Rumah Sakit, aku.....benar-benar ingin memukulmu."😑


"......."😕Taek Won bingung dengan penjelasan Ha Neul. "Kenapa kau ingin memukulku??, aku salah apa??."


"Kenapa kau selalu menyesuaikan diri denganku??, padahal aku sedang berusaha keras menyesuaikan diri denganmu. Tidak apa-apa kalau kau tetap bersikap egois, jangan mengurangi perhatianmu padaku. Semakin aku menyadari bahwa banyak orang yang begitu mengagumimu, semakin aku ingin berusaha sejajar denganmu. Kau malah makin memperburuk usahaku."


"......."


Ha Neul berhenti bicara untuk sekedar menatap tajam Taek Won. "3 bulan yang lalu aku sudah memikirkan pesta romantis berdua denganmu, apalagi setelah hari ulang tahunmu adalah hari minggu, kita bisa jalan-jalan berdua di taman hiburan, bersepeda, lalu aku menghadiahimu sebuah jam tangan. Tapi ide yang sudah ku buat sempurna itu hancur berantakan lantaran aku lupa. Dan lihat kau saat ini!!. Begitu tenang seolah tak terjadi apa-apa. Padahal sebelum-sebelumnya kau pasti sangat kesal. lalu mengomeli ku panjang lebar, memaksaku untuk bolos kuliah, lalu menghabiskan waktu seharian denganmu. Aku benar-benar benci sikap dewasa mu ini".☹️


😲😅"Hahahahaa". Akhirnya Taek Won tertawa.


"Sepertinya sifat kita benar-benar tertukar." ucapnya sambil mengelus rambut Ha Neul. Sekarang yang mengeluh adalah Ha Neul dan ia yang berusaha menghibur gadis itu.


"Aku berusaha keras untuk tidak mengekang mu karena aku takut kau akan muak padaku. Para hyung, termasuk noona Ha Na juga selalu menasehati ku seperti itu. Jadi....karena menurutku aku memang terlalu egois dan menuntut padamu, aku jadi berusaha merubah sifat ku itu. Sedikit demi sedikit, berusaha bersabar dan mengurangi sifat posesif ku. 😅Tak tau kalau ternyata ini malah membuatmu khawatir. Hahahaha."😅


"Tapi aku benar-benar senang, setidaknya ini pertama kalinya kau mengungkapkan perasaanmu lagi, termasuk rasa cemburu mu terhadap para wanita itu."


Taek Won mencium pipi Ha Neul, gemas melihat wajah imut pacarnya itu.


"Jadi apa yang kau inginkan??." Tanya Ha Neul. "Aku tak punya kado, aku belum membeli jam itu, aku juga tak membuatkan mu kue. ini sudah terlalu malam untuk membuatnya. jadi apa yang.....


"Kiss me on the lips!."



"!!!!!"😳


Begitu Taek Won mengatakan hal itu Ha Neul langsung menciumnya kilat, membuat pria itu benar-benar terkejut.


"Aku....akan kembali ke kamar. Selamat ulang tahun."


Taek Won hanya bisa tersenyum dan memegang bibirnya. Ia terlalu bahagia.


🌸🌸🌸