CEO AND I

CEO AND I
3. Medicine



PLAKKK!!!!!


Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Jung Taek Won. Entah siapa wanita yang berani menamparnya itu, yang pasti pria itu hanya diam saja dan tak menunjukkan reaksi marah ataupun kesal karena baru saja di tampar.


"Setelah berhasil mengambil semua harta milik ayahku sekarang kau juga berani mengusir anakku dari perusahaan. Kau pikir kau itu siapa???. Kau itu hanya anak jalanan yang diangkat cucu oleh ayahku, dasar anak tak tau di untung!!!!."๐Ÿ˜ก


Makian itu jelas tak akan terdengar sampai keluar ruangan karena ruang itu sendiri kedap suara. Tapi tetap saja akan ada gosip baru yang beredar tentang pria itu yang telah menyakiti hati seorang wanita.


"Anak Bibi ketahuan menggelapkan dana perusahaan, dan dia mengkambing hitamkan orang lain, hingga orang itu bunuh diri dan keluarganya menderita. Aku hanya membantu membereskan masalah itu, kalau sampai keluarga itu menuntut dan melaporkan hal ini dan mulai diselidiki oleh polisi, perusahaan jelas akan menanggung akibatnya." Taek Won berusaha menjelaskan masalah yang terjadi pada bibinya itu dengan tenang.


"Dasar anak kurang ajar!!!. Memangnya apa salahnya dia mengambil uang di perusahaan ini??, toh perusahaan ini juga miliknya. Kau yang seharusnya tau diri, seharusnya kau itu membantu keluarga kakek yang sudah menghidupi mu bukan malah membuang mereka seperti sampah!!."


"Seharusnya dari dulu kau diusir dari rumah, dasar anak ******* sialan!!!. Kalau bukan simpati dari suamiku, kalau bukan simpati dari ayahku, kau itu sudah mati di jalan sama seperti ibumu yang pelac..........


PRAANGGGG!!!!!!!


Taek Won melemparkan gelas yang ada dimeja nya kearah dinding hingga membuat wanita itu kaget sekaligus takut.


"Jangan pernah menghina ibuku!!!."


"Aku mungkin menghormatimu, karena kau istri dari orang yang sudah meniduri ibuku, dan membuatku terlahir di dunia yang kotor ini. Aku menghormati mu karena kau anak dari seorang yang memperlakukanku layaknya seorang manusia. Tapi aku tidak akan pernah mau patuh pada sampah sepertimu dan anak sialan mu itu."


"Dengar dan cam kan ini baik-baik!!!. Hiduplah dengan tenang bersama warisan dari orang yang kau anggap ayah setelah mengabaikannya bertahun tahun dan bersenang-senang dengan uang miliknya itu. Menjauhlah dari perusahaan ini, atau aku akan benar-benar memperlakukan kalian layaknya sampah!!!." Taek Won keluar dari ruang kerjanya, menyuruh sekretarisnya memanggilkan satpam untuk mengusir bibinya yang sibuk membanting semua barang yang ada di dalam ruangan itu.


Memutuskan ingin menenangkan diri, Taek Won akhirnya juga menyuruh sekretarisnya membatalkan seluruh jadwal rapat yang harus ia ikuti hari itu. Taek Won berjalan gontai mengabaikan ย bodyguard yang selalu mengikutinya, ia keluar dari lift meminta supirnya mengantarkannya mengelilingi kota Seoul.


ย 


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


"Kenapa kau ada disini???." Taek Won bertanya dengan nada dingin pada gadis yang sedang memeluk kedua keponakan kembarnya itu. Gadis itu sangat terkejut melihat Taek Won muncul didepannya.


"Aku membeli isi kulkas mu dan juga stok jajanan malam mu, lalu mampir kesini sebentar dan...........bermain dengan mereka."


Taek Won mencibir. "Bukankah kau bisa menggunakan telpon untuk membeli semua keperluan dapur, aku jelas sudah menuliskan alamat super market tempat aku biasa.......


"Aku bosan di rumah." Gadis itu menjawab dengan nada kesal. "Sudah hampir 1 minggu aku tidak keluar dari apartemen, aku butuh udara segar dan aku merindukan keponakan-keponakan imut ku ini. Kau tau manusia itu butuh berinteraksi dengan dunia, dan aku salah satu jenis manusia yang tidak bisa hidup dalam kegelapan, begitu....maksudku."


"Jadi begitu nada bicaramu pada atasanmu, tidak masalah kalau kali ini kakakmu yang ku pecat!!!. Aku sih, tak terlalu keberatan."๐Ÿ˜ก


".........."๐Ÿ˜


"Emmm, ma'af. Kau...., bukan, maksudku, Tu....Tuan Jung......kenapa anda bisa ada disini?, bukannya biasanya pulang kerja pukul 11 malam, kemarin-kemarin juga tidak pernah mendadak..........


"Aku kan sudah bilang kalau manusia itu butuh berinteraksi dengan dunia luar, aku hanya bermain sebentar dengan mereka lalu langsung pulang dan membuat makanan untukmu. Aku bosan, makanya hari ini aku juga main kesini. Kau juga pasti sedang bosan kan, makanya kau juga kesini untuk melihat mereka berdua."


Tadinya Taek Won ingin menyangkal, tapi entah kenapa ia malah diam saja dan sibuk memperhatikan kedua anak kembar yang tampak kelelahan bermain dan hampir tertidur di pelukan gadis itu.


"Kalau mau pecat kenapa tidak pecat aku saja, kan aku yang sedang berbuat salah!!." Gadis itu melanjutkan ucapannya dengan wajah cemberut. Sepertinya ia tak suka jika Taek Won mengancamnya dengan melibatkan kakak gadis itu.


"Hei....kau mau apa???." Tanya gadis itu kaget ketika Taek Won mengambil salah satu keponakan yang ia peluk.


"Pulang!!!." Taek Won berjalan mendahului gadis itu, lalu meminta supirnya mengantarkan mereka, namun bukannya langsung ke apartemen tapi mampir ke sebuah restoran tteokbokki.


Ha Neul menatap pria itu dengan pandangan heran. "Bukankah kau bilang tidak suka pedas??. Lalu kenapa......


"Kau yang makan!!!. Ini hukuman untukmu yang sudah melanggar perjanjian. Jelas-jelas ku tulis kalau kau tidak boleh kemanapun selama bekerja denganku kan!!!." Taek Won mengatakan hal itu sambil menatap kesal gadis didepannya itu.


"Kalau terlalu pedas aku bisa diare, dan kalau diare otomatis aku tidak akan bekerja besok."


"Kalau kau tidak datang besok, kakakmu ku pecat dan keponakanmu itu ku jadikan sandra."


"..........." Pernyataan kekanak-kanakan macam apa itu??๐Ÿ˜’.


"Kim Ha Neul!!!, aku bilang kau harus.........


"Harus apa???." Gadis itu menatap Taek Won kesal. Dia hanya pergi untuk memesan 3 botol air mineral, lalu duduk kembali di depan Taek Won.



"Aku tidak tau kalau hal seperti ini dianggap hukuman, tapi bagiku hal ini bukan masalah besar, toh aku sangat menyukai makan pedas." Ha Neul langsung melahap tteokbokki yang baru saja di hidangkan itu tanpa peduli Taek Won masih menatapnya dengan kesal.


"Kau salah kalau berpikir setiap orang membenci makanan pedas sepertimu. Bagiku makan pedas seperti obat anti depresi. Dengan mengeluarkan keringat serta air mata dan bibir jontor, semua masalah seakan sirna dari kepala digantikan rasa pedas yang tak mau hilang itu".


Taek Won memperhatikan Ha Neul yang memakan tteokkbokki dengan lahap, gadis itu malah memesan ramyeon dan mencampurkannya dengan makanan super pedas itu. Tapi entah karena perkataan gadis itu tentang makna makanan pedas sebagai obat anti depresi, atau keinginan kuat Taek Won yang sangat ingin menghilangkan rasa kesalnya karena bibinya pagi tadi, akhirnya ia mengambil garpu dan memasukkan sepotong tteokkbokki kedalam mulutnya, dan setelahnya hanya suara batuk tanpa henti yang keluar dari mulut Taek Won.


ย 


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


ย 


Anggap aja ini fotonya si bibi dan sepupu Jung Taek Won ya...^-^...