CEO AND I

CEO AND I
18. Talking About Nonsense



"Kenapa hanya pesan 1 kamar??. Aku hanya setuju jadi kekasihmu, bukan istrimu. Apa kata orang nantinya??. Aku sudah cukup punya reputasi buruk."


Ha Neul menatap kesal pria yang tampaknya sibuk memilih ice cream bersama si kembar. Mereka baru tiba di Gapyeon dan mampir untuk membeli ice cream sebelum pergi menuju Club Inner Hotel and Resort yang baru di pesan Taek Won semenit yang lalu.


"Aku tau kau mendengar ku, jangan pura-pura tuli!!." Ha Neul makin kesal.


Taek Won akhirnya menatap Ha Neul, tapi bukannya menjawab pertanyaan gadis itu, ia malah sibuk menawari ice cream bak salesman.


"Aku tau kau tak begitu suka makan jagung, tapi ku jamin ice cream rasa jagung ini rasanya enak dan kau tak perlu repot menggigit biji-biji jagung karena ini ice cream ini sangat lembut dan rasanya benar-benar rasa jagung. Oh atau kau mau yang semangka, kau kan sangat suka semangka. Ayo pilih yang mana??."


"........"


"Sudahlah, aku beli semuanya saja." Taek Won segera berlalu sambil menggandeng tangan Woo Bin sementara Won Bin tetap bersama Ha Neul.


"Imo, Won Bin rasa Wonie Hyung jadi aneh. Dia suka tersenyum tak jelas, seperti..orang gila saja."


Mendengar komentar dari keponakannya itu Ha Neulย  mengangguk setuju. Ia malah menyarankan untuk membawa Taek Won ke Rumah Sakit jiwa terdekat.


Pulang dari beli ice cream, ternyata kesibukan Taek Won dimulai. Bahkan untuk sekedar makan siang bersama, pria itu pun tak sempat.


Tapi hal itu malah membuat julukan aneh pada pria itu terlihat makin jelas. Bagaimana tidak, Taek Won pastinya sibuk dengan serangkaian pekerjaan kantornya, tapi hampir setiap 5 menit, selalu saja ada pesan masuk ke ponsel Ha Neul. dari pertanyaan ringan 'sudah makan?', sampai pernyataan gila 'kita akan menikah bulan depan'. Ha???. sepertinya pria itu sudah benar-benar gila. ๐Ÿ™„


"Kalau begitu kita menikah minggu depan saja".


"......."๐Ÿ˜‘


Begitu kembali ke kamar hotel. Taek Won kembali mulai bertingkah aneh. Ha Neul menatap pria yang baru saja selesai mandi itu dengan pandangan datar. Bahkan pria itu tak lagi ada malu-malunya berkeliaran keliling kamar hotel dengan hanya memakai handuk, kelakuan tak senonoh itu malah diikuti oleh si kembar.


"Hei, bisakah kau tak menyebar pengaruh buruk untuk kedua keponakanku yang polos ini." Ha Neul memohon dengan nada kesal. Ia sibuk mengejar si kembar yang sekarang berlarian tak mau dipasangkan baju, dan sang pembuat masalah hanya tertawa santai.


"Aku akan ada pertemuan malam ini dan tidak tau akan selesai jam berapa. Jadi, kau makan malam saja duluan bersama si kembar. Akan ku minta Dong Ho Hyung untuk menemanimu kalau kau ingin jalan-jalan. Ma'af karena aku tak punya banyak waktu menemani kalian." Taek Won menatap Ha Neul dengan pandangan bersalah. Ia pribadi ingin sekali menghabiskan waktu bersama, tapi sayangnya pekerjaan penting menunggunya.


Ha Neul yang berhasil menangkapย  Woo Bin tersenyum ke arah Taek Won. "Aku tau kau sibuk. Aku tak akan membuat mu repot, jadi tenang saja."


Taek Won mendekati Ha Neul sedikit merasa iri pada si kembar. "Bisa tolong pilihkan baju yang pas untuk ku pakai malam ini??." Pintanya sopan.


Ha Neul kembali tersenyum. Ia memang sudah menyiapkan pakaian yang akan di pakai Taek Won, tapi biasanya pria itu tak pernah memintanya melakukan hal itu.


"Bukankah kita terlihat seperti sepasang suami istri??." Taek Won tersenyum polos kala Ha Neul menuruti keinginan pria itu untuk memasangkan dasi.


"Akan lengkap kalau kau memberikan ciuman manis sebagai penyemangat." Goda pria itu, tapi sayangnya yang digoda sama sekali tak memberi respon.


"Aku...ini pertama kalinya aku memasangkan dasi untuk seseorang, aku pernah lihat kakakku memasangkan dasi untuk suaminya tapi.....kenapa ini tak rapi-rapi ?." Ha Neul berkata sambil berkonsentrasi memasangkan dasi itu. Melihat betapa seriusnya Ha Neul dan mendengar bahwa ia pria pertama yang dipasangkan dasi oleh gadis itu, jelas membuat hati Taek Won berbunga-bunga.


Sebuah kecupan singkat di pipi mengagetkan Ha Neul.


"Ma'af, aku tak tahan melihat wajah imut mu itu." Taek Won tertawa senang. "Nanti kau bisa belajar dan mempraktekannya padaku, tapi karena sekarang aku sedang buru-buru, jadi biar ku pasang sendiri saja."


Bukannya pergi, Ha Neul malah memperhatikan dengan seksama cara Taek Won memasangkan dasi dan hal itu kembali membuat Taek Won gemas pada gadis itu.


"HEIIII!!!." Ha Neul berteriak kesal. Taek Won kembali mencium pipinya kilat sebelum berlari ke luar kamar dengan senyum mengembang.


"Hyung jahat!!. Dia mencium Imo saja."๐Ÿ˜”


"....."๐Ÿ˜ณ


"Benar!. Hyung tidak sayang kita."๐Ÿ˜”


"......" Ha Neul mendekati si kembar yang duduk di ranjang. Ia buru-buru mencium pipi keduanya dan ke dua anak kecil itu langsung tersenyum senang.


ย 


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


Taek Won masuk ke kamar para bodyguardnya yang tentunya sudah menantikan kedatangan pria itu.


"Taek Yon hyung dan Jimin ikut aku, biar Dong Ho dan Hyuk hyung yang menjaga Ha Neul dan si kembar." Perintah pria itu.


Yang diperintah hanya mengangguk patuh sementara Taek Yon yang berada di samping Dong Ho saling lirik dan menyunggingkan senyum. Mereka tau, Taek Won merasa cemburu karena kedekatan Jimin dan Ha Neul, karena itulah ia mengajak Jimin ikut ke pesta.


Yong Guk yang tadi sudah menunggu kedatangan Taek Won, sekarang kembali menyebutkan jadwal kegiatan yang akan dilakukan pria itu malam ini.


"Pesta membukaan diadakan jam 8 malam, dan menurut informasi, banyak sekali rekan bisnis anda yang membawa anak mereka dan berniat menggoda, ehemm...maksud saya, meminta berkerja sama dengan anda secara personal. Apa tidak lebih baik kalau anda mengajak Dong Ho atau nona Ha Neul saja". Saran sang asisten.


Taek won menggeleng tak setuju. "Ha Neul punya trauma akan pesta. Sementara Jimin harus dilatih agar tak jadi penakut pada publik. Dan kau!!...." Tunjuk Taek Won kearah Jimin. "Belajarlah untuk tersenyum, jangan menyia-nyiakan wajah tampanmu itu. kenapa sih kau jarang sekali tersenyum??."


Mendengar perkataan Taek Won, mau tak mau membuat Dong Ho tertawa. "Bukannya dia belajar padamu yah??. Kau kan juga jarang tersenyum."


"......"๐Ÿ˜‘


Sang Hyuk yang tadinya diam saja kali ini ikut memberi saran. "Bukannya jauh lebih bahaya kalau Dong Ho yang menjaga Ha Neul, bisa-bisa gadis itu berpindah hati pada pria tampan satu ini." Tunjuk Sang Hyuk pada Dong Ho yang dibalas senyuman oleh pria itu.


Taek Won yang dikira bisa di goda malah tersenyum senang. "Aku percaya pada Dong Ho hyung, Dong Ho hyung kan hanya suka padaku, hahaaha".๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


"......."๐Ÿ˜๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘๐Ÿ™„


ย 


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


Sembari menunggu acara mulai. Taek Won sibuk mengomentari pakaian Jimin yang terkesan biasa. "Lain kali minta Ha Neul untuk memilihkanmu pakaian."


๐Ÿ˜. Yong Guk tersenyum jahil dan berbisik. "Bukankah hal itu akan membahayakan hubungan mu dan Ha Neul. Mereka akan terlihat seperti pasangan muda romantis ketika belanja bersama lalu memilih baju dan kejadian mengerikan akan terulang kembali."


"......"๐Ÿ˜


Mendadak Taek Won teringat pertengkaran mereka dulu gara-gara Jimin dan Ha Neul. "Ok, kalau begitu hyung saja yang belikan baju untuknya!!." Taek Won mendelik kesal pada asistennya itu. "Dan tolong jangan membeli satu set pakaian dengan warna hitam karena selera pakaian hyung juga kurang bagus." Sindir Taek Won.


"Wah!!. Lihat siapa yang datang."



Bukankah gadis itu nona Cho An Ri". Taek Yon menunjuk ke arah pintu masuk. Terlihat seorang gadis datang dengan pakaian anggun.


Taek Won hanya melirik sekilas dan sama sekali tak tertarik, Ha Neulnya jauh lebih cute ketimbang gadis itu. "Pakaiannya terlalu terbuka." Taek Won berkomentar santai.



"Wow, yang itu terlihat sangat cantik, bukankah dia putri Tuan Im Sang Un, sepertinya dia datang sendirian. Perusahaan Tuan Sang Un sedang berkembang pesat sekarang, kita butuh bekerja sama dengan mereka". Jelas Yong Guk.


"Ok, Jimin, kau coba dekati gadis itu!!!." Perintah Taek Won yang hanya di jawab tampang bingung Jimin.


"Dia seumuran denganmu, dia juga tertarik pada dunia lukis, kau kan suka melukis, obrolan kalian pasti searah. Dia cantik dan kau tampan, kalian akan jadi pasangan yang cocok." Kali ini Taek Yon yang memberi penjelasan.


"Kau kan harus belajar berinteraksi dengan orang lain dan membuang sifat kaku turunan dari dia." ๐ŸคญTaek Yon berbisik agar tak di dengar Taek Won.


Kerutan di dahi Jimin malah makin terlihat, ๐Ÿคจ"Apa ini cara perusahaan kita bekerja??." Ia tak suka melakukan cara kotor hanya untuk membuat perusahaan Taek Won maju.


Taek Won menarik nafas dalam, ia tau apa yang dipikirkan Jimin. "Kau hanya diminta mendekati gadis itu dan mengajaknya berteman, akan lebih beruntung kalau ia mengerti bisnis yang dijalani ayahnya dan mau bekerja sama dengan perusahaan kita. Ini hanya taktik bisnis yang biasa di gunakan, kalaupun gadis itu tak tau menahu masalah pekerjaan ayahnya, kan minimal kau bisa kenalan dengannya. Aku sudah mulai sedikit risih dengan para bodyguard ku yang betah menjomblo ini." Kali ini sindiran itu tak hanya di tujukan pada Jimin, tapi juga Taek Yon.


Meski berbisik, Taek Won bisa mendengar dengan jelas sindiran Taek Yon padanya tadi dan kali ini dia membalasnya.


"Aku juga punya target." Akhirnya Taek Yon kembali bicara. "Aku akan mulai pacaran setelah kau menikah dengan Ha Neul," sambungnya.


Mendengar hal itu membuat Taek Won menatap Taek Yon dengan pandangan kasihan.


"Aku memang sedang dalam proses memaksa Ha Neul menikah, tapi prosesnya tidak berjalan lancar. Jadi, apa hyung akan tetap menjomblo sampai saat itu??." Taek Won mendadak tersenyum sambil memandang kearah pintu masuk.


"Gosip yang kudengar Lee Yon Hee sedang dekat dengan pengusaha dari Thailand, bukankah bulan lalu hyung dengan gencarnya mendekati gadis itu, sampai meminta cuti seminggu".


aq



Taek Yon memandang kearah yang di tunjuk Taek Won. Yah seminggu yang lalu dia memang berusaha mendekati gadis bernama Yon Hee itu, tapi bukan karena dia menyukainya.


"Itu kan karena kau memintaku menyelidiki perusahaan paman gadis itu. Dan lagi, percuma kau berusaha membuatku jatuh cinta padanya". Jelas Taek Yon, lalu tersenyum mengejek. "Aku sama seperti kau, menyukai gadis yang lebih muda dan imut, yang ku taksir itu adiknya." Taek Yon menunjuk ke arah sebelah gadis itu.



"Hah!!!!. Tapi adiknya kan masih 16 tahun. Hyung sudah gila ya!!!."


Taek Yon tersenyum senang. "Aku kan belajar darimu."๐Ÿ˜…


"Ha Neul sudah 18 tahun."Sanggah Taek Won


Tark Yon masih tersenyum. Kau benar. Aku baru akan mengejarnya ketika dia sudah 20 tahun, jadi semoga lamaran mu sudah diterima saat itu ya, bhahaha๐Ÿคญ๐Ÿคญ".


๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘ Itu berarti masih 4 tahun lagi kan!!. Sialan!!.


"Ehemm". Yong Guk menginterupsi obrolan mereka karena acara akan segera dimulai. Ketika mereka berjalan menuju meja yang harus mereka tempati, Yong Guk berkata dengan nada pelan pada Jimin. "Intinya mereka menyuruhmu untuk bersosialisasi, tapi lebih baik dengan para gadis yang jelas akan terpesona dengan ketampanan mu itu, jadi jangan lupa tersenyum, siapa tau kau bisa dapat pacar malam ini."


Jimin terdiam beberapa saat, namun kemudian berkata juga dengan nada polos. "Tapi aku kan sudah punya pacar."


"!!!!!"๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜ฒ


ย 


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


ย