
"Aku hanya ingin mengklaim sesuatu yang sudah jadi milikku. Memastikan tak ada yang bisa merebutnya dariku. Karena itulah aku ingin kita menikah!!."
"......."๐
"Bagaimana caranya membuat hal itu bisa dimengerti dengan mudah tanpa harus bertengkar atau saling menghindari. Aku benar-benar tak sanggup lagi!!. Apa menerima ajakan menikah dariku itu begitu sulit!!."
"......"๐
Yong Guk akhirnya meletakkan potonganย steak sapi yang sejak tadi tertahan didepan mulutnya yang terbuka. Ia bahkan tak sanggup untuk sekedar meneruskan makan siangnya lantaran mendengar ucapan Taek Won yang membuat orang-orang yang sedang makan siang didekat mereka menoleh dengan pandangan antara takjub, penasaran dan jijik.
"Wahai bos ku tercinta, bisakah kau pelankan suaramu!!. Kau seperti sedang melamarku dan orang-orang berpikir bahwa kita pasangan gay. Dan apa-apaan buket bunga serta boneka beruang itu, kenapa tidak diletakkan dimobil saja!!." Yong Guk yang malu langsung memanggil pelayan restoran untuk membayar makanan yang belum sempat mereka makan. Ia tak sanggup menerima tatapan gila dari sekeliling mereka dan menyesal menerima ajakan Taek Won makan siang direstoran itu.
Mereka akhirnya mampir di mini market dekat perusahaan, membeli ramyeon cup dan langsung memakannya disana. Yong Guk makan dengan raut wajah sedikit kesal. Steak dan ramyeon, benar-benar tak sebanding dengan seleranya.
Suasana di mini market itu sepi, hanya ada beberapa pembeli berseragam sekolah, tapi Yong Guk sudah lebih dulu memperingatkan bosnya itu untuk memelankan pembicaraan mereka.
"Kau tau. Aku paling benci ketika kau punya masalah dengan Ha Neul. Karena setiap kali kau tidak menemukan solusi, kau pasti mengajakku makan berdua ditempat yang lebih cocok untuk sepasang kekasih, membuat orang lain salah sangka dengan segala ucapan dan tingkah laku mu itu. Lain kali tolong beri tau aku kalau kau sedang punya masalah, jadi aku bisa bawa bekal dari rumah dan makan di kantor sambil mendengar ocehan mu itu." Ungkap pria itu sembari memberikan ramyeon yang sudah dimasaknya untuk Taek Won.
"Jadi...bagaimana solusinya??." Taek Won tak peduli ungkapan asistennya itu. Ia hanya butuh jawaban dari masalahnya dan hanya Yong Guk lah yang selalu ia percayai bisa memberikan jawaban yang tepat, karena itulah ia setuju menjadikan pria itu asisten pribadinya atau lebih tepatnya teman curhatnya.
"Dong Ho hyung bilang bilang, aku harus menerima keputusan Ha Neul. Sang Hyuk hyung bilang, aku tak bisa terus-terusan memaksakan kehendak ku pada gadis itu dan Hae Jin Hyung bilang, aku harus bisa merelakan sesuatu untuk bisa mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Semua jawaban itu bertentangan dengan keinginanku, jadi apa hyung juga akan memberikan jawaban seperti itu??."
Yong Guk berpikir sebentar sebelum menjawab. "Kau ingin dapat nasehat baik atau buruk. aku bisa memberimu keduanya." Tawar pria itu.
"Bagaimana dengan nasehat buruknya??. Aku...mungkin bisa mengambil resiko apapun, lagipula, nasehat dari hyung, tak akan seburuk itu."
Kali ini Yong Guk tersenyum menyeringai. "MBA (Married By Accident). Kau bisa menjebaknya dan kalian menikah."
"........."๐
"Wuahhh๐ง๐ง. Apa hyung menikahi noona dengan cara seperti itu??." Tanya Taek Won tidak percaya ide gila itu keluar dari mulut asisten nya.
Yong Guk tersenyum canggung lalu mengangguk. Jelas hal itu membuat Taek Won makin kaget. "Bagaimana bisa???. ๐ฒJadi hyung yang ku kira baik-baik ini ternyata.....
"Hei!!." Kali ini Yong Guk menatap sedikit tak suka. "Bukan aku yang menjebaknya tapi Noona mu itu yang menjebak ku. Dan ma'af-ma'af saja yah. MBA yang ku maksudkan bukan karena hamil duluan lantaran baru menikah. Banyak jenis MBA lain yang masih bisa digolongkan sebagai MBA," jelas Yong Guk.
"Ee.... dan apa itu???." Tanya Taek Won mendadak penasaran.
"Mungkin terdengar tak masuk akal tapiย kamiย menikah di hari ulang tahun kakek mu. Saat itu pestanya berubah jadi pesta pernikahan dan aku tak ingin membuat malu keluarga Kim dengan merusak acara itu, jadi ketika Tuan Kim mengumumkan bahwa aku menikah dengan salah satu cucu rekan kerjanya yaitu noona mu, hari itu kami resmi menikah. Belakangan aku baru tau kalau noona mu sengaja menyuruh Tuan Kim menggelar resepsi pernikahan itu." Jelas Yong Guk.
Taek Won yang masih kebingungan meminta penjelasan yang lebih rinci. " Hyung kan tinggal menolak atau bercerai setelah menikah. kenapa hyung masih menikahi noona. Yu Jin noona adalah wanita yang baik dan perhatian, dan ku pikir hyung sangat mencintainya, atau jangan-jangan hyung sengaja mengarang-ngarang cerita ya??, agar aku melakukan hal bodoh."
Akhirnya Yong Guk menarik nafas dalam sebelum kembali menjelaskan ceritanya. " Yu Jin dan aku itu berbeda 180 derajat. Kau sendiri tau bagaimana keluarga Yu Jin, dia itu cucu salah satu konglomerat terkaya di Korea, punya wajah dan kepribadian bagai dewi, paket lengkap yang diinginkan banyak pria. Sialnya aku awalnya mengira kalau dia hanya salah satu pegawai biasa di keluargamu. Nah aku ini, hanya anak dari seorang pembantu rumah tangga yang berkerja turun temurun di keluarga Jung. Bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup, aku bahkan pernah menjadi bartender sebelum dilatih kakek mu untuk menjadi asisten pribadimu.ย Aku jatuh cinta pada Yu Jin tapi tak pernah merasa pantas bersanding dengannya karena statusku dan karena aku mengetahui statusnya. Dia tau aku mencintainya dan aku tau dia sangat mencintaiku.ย
Hari itu tepat sebelum Tuan Kim, ayahnya, mengumumkan bahwa kami menikah, dia memberiku sebuah pilihan yang mungkin kalau aku memilih pilihan itu, kami tak akan pernah bersama sampai sekarang. Yu Jin bilang 'Tolong tolak aku!!'. Tentu saja awalnya aku tak mengerti maksud perkataannya itu, tapi begitu pernikahan itu diumumkan dan mendadak cincin itu ada didepan mata dan siap disematkan. Aku mengerti bahwa gadis itu sedang menjebak ku dalam situasi yang benar-benar sulit, dan tentu saja mau tidak mau aku menikahi Yu Jin hari itu di depan tamu undangan.
Yah, intinya, pernikahan itu sebenarnya hanya alasan Yu Jin untuk menghapus perasaannya padaku karena ia pikir aku pasti akan menolaknya, karena aku hampir selalu menolak pernyataan cintanya dan gadis itu memutuskan untuk menyerah pada hari itu. Jadi setelah memarahinya seharian, besoknya aku secara resmi melamar gadis itu dan yah kami benar-benar menikah dan hidup bahagia sampai sekarang."
Taek Won menggaruk kepalanya bingung. "Sungguh kisah cinta aneh yang tak masuk akal."
Kali ini giliran Taek Won yang mengangguk setuju. "Jadi...apa aku harus melakukan hal seperti itu juga???. Sepertinya lumayan seru juga"
"HAhahaha. apa kau yakin akan diterima??," tanya Yong Guk sanksi.
"Tentu saja tidak". Jawab Taek Won kembali menggaruk kepalanya. "Kemungkinan ditolak 90% dan dan di tampar 10%. Besoknya berbagai artikel tentangku akan bermunculan di media masa, dan aku tak siap menerima perlakuan buruk, jadi lebih baik nasehat buruk seperti itu tidak usah di turuti saja."
Yong Guk mengangguk setuju. "Yah kau kan orang yang mementingkan pandangan orang lain ya, hahaha." Ledek pria itu.
"Aku akan melamarnya dengan cara yang akan membuat Ha Neul makin jatuh cinta padaku. Tapi sebelumnya aku harus berbaikan dengannya dulu," jelas Taek Won.
Yong Guk menunjuk pada buket bunga dan boneka beruang super besar disampingnya. "Jadi...ini untuk minta ma'af dengannya?."
Taek Won menatap buket bunga itu cukup lama sebelum akhirnya tersenyum dan berdiri mengambil buket itu.
Menikahlah dengan ku!!"
"......"๐
"!!!!". Mendadak terdengar benda berjatuhan dari arah meja kasir. Taek Won menoleh dan mendapati beberapa orang terkejut melihat aksinya tadi.
"๐.....Jadi, buket itu untuk melamar??." Tanya Yong Guk dengan wajah datar. Taek Won mengangguk setuju. Pria itu bahkan tersenyum senang, tak menyadari bahwa ucapannya telah kembali lagi membuat orang lain salah paham.
"Lalu boneka itu??."
"Mas kawin, hahaha."๐
๐๐
Yong Guk dengan tenang memasang kembali kaca matanya, lalu menatap Taek Won yang masih tersenyum.
"Ma'af. Aku sudah menikah dan punya 2 orang anak!." Ucap Yong Guk datar kemudian berbalik meninggalkan Taek Won. Pria itu sempat menatap beberapa orang yang tadi terkejut melihat aksi gila yang dilakukan Taek Won. Yong Guk menghela nafas dalam kembali berbalik kearah Taek Won sebelum keluar dari mini market. "Pastikan ada cincin kawinnya." ucap pria itu memberi nasehat.
"Bhhawahaha."๐ Taek Won tak bisa menghentikan tawanya lantaran berhasil membuat Yong Guk malu. Pria itu akhirnya menyadari kalau orang-orang yang melihat mereka tadi mengira kalau mereka pasangan gay, ditambah lagi ucapan Yong Guk yang terdengar seperti sedang menolaknya lantaran tak ada cincin kawin. Tapi Taek Won tak terlalu ambil pusing dengan prasangka gila itu, lantaran ia mendadak mendapatkan ide yang tak kalah gilanya untuk melamar Ha Neul.
"Terima kasih hyung. ๐ Lain kali aku akan melamar dengan cara yang lebih romantis." Teriak Taek Won sebelum akhirnya benar-benar pergi dari mini market mengabaikan orang-orang yang masih melongo melihat tingkahnya tadi.
Para penonton itu memiliki pemikiran yang sama. Dunia ini memang sudah kacau.๐๐๐๐๐
๐ธ๐ธ๐ธ