CEO AND I

CEO AND I
32. Dating



Selama 4 tahun usia pacaran mereka. Ha Neul dan Taek Won belum pernah benar-benar kencan di luar berdua saja. Biasanya jika tidak di iringi dengan pekerjaan Taek Won atau ketika Ha Neul tidak kuliah. Keduanya lebih memilih berada di rumah. Sekedar makan, mengobrol atau mengajak si kembar bermain di taman rumah.


ini pertama kalinya mereka berkencan romantis tanpa ada keributan dan tanpa pengawalan dari bodyguard Taek Won. Meski pria itu yakin, para bodyguard nya tetap mengikuti mereka karena kepo.


Mereka tidak berkencan keluar kota ataupun keluar negeri. Mereka hanya bangun pagi dan bersepeda keliling komplek. Menikmati waktu libur Taek Won sebelum pria itu pergi besok.




Berhenti di taman untuk makan sarapan dan membaca di bawah pohon.



Lalu pulang untuk sekedar mandi dan berganti pakaian dan keluar lagi untuk berbelanja bersama di pasar tradisional.


Selesai makan siang, keduanya membaca buku di ruang baca. Saling menggoda tentang bacaan masing-masing yang sama sekali bertolak belakang.



Lalu tidur siang bersama.



Tak ada hal yang terlalu romantis, tapi keduanya benar-benar menikmati gaya berpacaran mereka.


ย 


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


Begitu malam tiba. Ha Neul menyiapkan makan malam dan juga kue ulang tahun untuk Taek Won, sementara pria itu sibuk mengurusi laporan di laptopnya.


Ha Neul mengecup pipi pria itu ketika ia masuk ke kamarnya. Ha Neul membantu mengepak pakaian Taek Won dan memasukkannya ke koper, sesekali bertanya apalagi yang harus itu masukkan ke dalam koper itu.


Selesai membantu Taek Won. Keduanya akhirnya makan malam dan merayakan ulang tahun pria itu.



Taek Won tersenyum senang memakai jam tangan pemberian Ha Neul. Berjanji akan selalu memakainya dan menjaganya baik-baik. Lalu mencium gadis itu dan mengucapkan terimakasih.


Mereka kembali menonton film kartun berdua, berpelukan dan tertawa bersama. Ha Neul bahkan mengizinkan Taek Won untuk tidur dengannya.



Hanya tidur sambil berpelukan, tidak melakukan hal lain. Hanya menikmati waktu mereka sebelum berpisah.



Paginya, sapaan dengan senyum hangat menyambut Ha Neul. Gadis itu tiba-tiba merasa sedih karena kencan mereka benar-benar berakhir sebentar lagi.


Ha Neul bangkit, memberikan ciuman selamat pagi di pipi Taek Won, lalu pergi mandi dan menyiapkan sarapan.


Jam masih menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Tapi karena jadwal pesawat yang di tumpangi Taek Won berangkat pukul 6, mereka sudah harus siap-siap pergi ke bandara.


Keduanya tak banyak bicara ketika dalam perjalanan menuju bandara. Hanya duduk berpelukan dan berpegangan tangan, menikmati waktu perpisahan mereka.



Taek Won mengatakan kalau dia akan langsung menelpon begitu sampai di Bangkok.


Setelah berpelukan sebentar, akhirnya Taek Won benar-benar pergi dan kencan berakhir.


Ha Neul tersenyum, menatap pesawat yang sudah lepas landas di langit.


Meski sedikit merasa kesepian, tapi ia tau Taek Won selalu akan memberi kabar asal Ha Neul sendiri tidak lupa dengan ponselnya itu. Gadis itu juga berjanji dalam hati bahwa ia akan lebih perhatian pada pacarnya itu.


Yah, si CEO super sibuk yang baru saja pergi itu adalah pacarnya.


"........"


"........"


"Aku suka melihat mu tersenyum. Aku juga suka melihat kalian menikmati waktu luang bersama. Tapi untunglah semuanya sudah berakhir. Atau kalau tidak, aku akan menghancurkan seluruh CCTV yang ada di apartemen."


"........"Ha Neul akhirnya tak bisa menahan tawa. Ia ingat, pria itu pernah mengatakan padanya bahwa tugasnya adalah yang mengawasi CCTV di rumah. Ia juga mendapat tugas untuk mengawasi Ha Neul 24 jam. Jadi otomatis, segala kegiatan mereka kemarin di ketahui oleh Dong Ho.


"Percayalah, melihat kalian mesra-mesraan, aku benar-benar tidak tahan. Bahkan tidak ada adegan aksi sama sekali๐Ÿ˜’. Menyebalkan!."


๐Ÿ™‚. Ha Neul tau pria itu iri karena ia masih jomblo. Jadi Ha Neul menyarankan Dong Ho untuk segera cari pacar. "Dua teman akrabku tidak punya pacar. Oppa mau ku kenalkan pada mereka."


Dong Ho langsung mencibir. "Yang satu maniak shopping dan yang satu lagi otaku. Teman mi tidak ada yang normal."


Bhaahahaha. Benar, Sin Bi sangat menyukai shopping, jika ada waktu luang, gadis itu memilih menghabiskan waktunya keliling supermarket, membeli baju dan tas mewah lalu mempostingnya di Instagram.


Sedangkan Eun Bi, jika ada waktu libur, pasti memilih ke toko buku, membeli puluhan komik dan menghabiskan waktu membaca.


"Oppa suka tipe yang seperti apa??, mungkin ada yang punya hobby yang sama dengan oppa di kelas ku. Pasti akan ku kenalkan."


Dong Ho berpikir sebentar. "Seperti kakak mu. Dia bisa main game dengan sangat baik, pandai komputer dan tidak pilih-pilih makanan. Penampilannya harus menarik, tinggi dan kalau bisa punya sifat yang menyenangkan."


"......."Hanya satu orang yang terlintas di pikiran Ha Neul. Namun gadis itu menutup mulutnya rapat-rapat. Kenapa begitu mirip dengan seseorang๐Ÿคจ


"Kenapa diam saja??, tidak ada yang seperti itu di kelas mu??. Kalau begitu cari yang di luar kelas. Kau pasti juga punya teman yang suka main game online kan!. Kau juga maniak game sama seperti kakak mu."


Ha Neul berpikir sebentar, tapi kemudian menggeleng. Ia sendiri memakai identitas laki-laki ketika bermain game, jadi teman bermainnya rata-rata laki-laki.


"Sepertinya tidak ada."


Dong Ho langsung cemberut. "Kau hanya malas mencari kan!!. Tidak mau membantu oppa mu ini dapat pacar. Kalian sama saja, cuma suka pamer."


"......"


Ha Neul menatap Dong Ho yang membukakan mobil masih dengan wajah cemberutnya. Kadang oppa yang satu ini, suka bertingkah kekanak-kanakan juga jika di depan Ha Neul.


"Aku kenal satu orang. Dia berkepribadian ceria, penampilan menarik, tubuh tinggi dan populer di kampus. Dia juga suka main game online, sebagian waktu liburnya ia habiskan di depan laptop."


Mata Dong Ho langsung menyala. Oke...ini waktunya ia melepas masa lajangnya.


"Oppa kenal dengannya, dia teman baik ku, dia juga sering main ke apartemen. Dan...aku rasa oppa sering begadang semalaman bermain game dengannya. Tapi....untuk menjadikannya pacar.....itu tidak mungkin๐Ÿ˜…."


๐Ÿ˜•"Dan kenapa tidak mungkin??." Jangan langsung mematahkan semangat orang lain dong๐Ÿ˜’.


Ha Neul menatap Dong Ho dengan pandangan kasihan. " Karena...dia laki-laki."


"......"๐Ÿ˜


"Oppa hanya bisa jadi teman baiknya saja, hahaha...๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…."


"......."๐Ÿ˜‘


Dong Ho ingat, satu-satunya teman akrab Ha Neul yang sifatnya di sukai Dong Ho sejak pertama kali bertemu dengannya. Mereka bahkan langsung akrab begitu tau hobby mereka sama. Dan benar, Dong Ho baru saja begadang semalaman bermain game dengan anak laki-laki itu.


"Ah..tapi gosipnya....kalau Dong Ho oppa juga menyukai.....


"Aku hanya suka wanita!!!." Dong Ho memotong perkataan Ha Neul, membuat gadis itu tertawa.


Karena Dong Ho dan Taek Won dulu sering bersama, keduanya disangka Gay tapi sejak Taek Won mendeklarasikan hubungan nya dengan Ha Neul, hanya Dong Ho lah yang masih di cap gay oleh netizen gila. Dan pria itu juga malas mengklasifikasikan hal konyol itu.


Tapi mengingat bahkan Ha Neul sampai mengira kalau dia pria macam itu, membuat Dong Ho stress. Sepertinya ia memang harus segera mendapat pacar dan berkencan juga.


ย 


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


ย