CEO AND I

CEO AND I
34. Fools



Taek Won langsung ketakutan ketika Ji Min memberitaunya kalau Ha Neul telah salah paham dan mengira bahwa pria itu Gay.


Ia langsung menelepon Ha Neul tapi gadis itu mengabaikan panggilan teleponnya, Ha Neul juga tak membalas pesan dari Taek Won dan gadis itu juga tidak pulang ke apartemen.


Begitu Taek Won mencarinya di dorm, teman-teman Ha Neul mengatakan kalau gadis itu tidak pulang kesana sejak kemarin.


Pria yang putus asa itu kini hanya mengutuk orang gila yang menguploud video pertengkaran antara Taek Won dan Dong Ho di internet.


"......"๐Ÿ˜


Eun Wu menutup pintu dorm ketika Taek Won pergi. Anak laki-laki itu berbalik dan menatap Ha Neul yang baru saja melintas membawa 2 bungkus keripik kentang.


Dormnya bersebelahan dengan dorm milik Sin Bi. Para gadis itu sekarang sedang main game online di dormnya sambil membuat dorm itu berantakan. Ia yang sebenarnya clean freak ini tak bisa mengatakan apapun lagi dan sibuk memungut sampah bungkusan makanan yang berserakan di lantai.


Anak laki-laki itu menatap ketiga temannya itu dengan sedikit frustasi. Kenapa tiap ada masalah, meraka harus pergi ketempatnya dan membuat dormnya jadi super berantakan. Dan kenapa juga dia tidak bisa menolak. "Hei...tolong jangan makan disana, ia karpet bulu kesayanganku."๐Ÿ˜ก


Eun Bi hanya menatap Eun Wu sekilas, tak begitu peduli akan keluhan yang sudah sangat biasa ia dengar itu. Di antara mereka berempat, Eun Wu adalah teman yang sangat cinta kebersihan. Meski biasanya anak laki-laki itu jauh lebih pengotor di banding anak perempuan, tapi temannya itu adalah makhluk super bersih yang pernah ia kenal.


"Kau kan tinggal membersihkannya lagi."


"......."๐Ÿ˜‘


Eun Wu berganti menatap Ha Neul yang sedang membantu Sin Bi memenangkan pertarungan di game online. Sekarang bahkan laptop dan komputer kesayangannya di kuasai kedua gadis itu. "Kapan kau berencana pulang?, kasihan itu calon suami mu, raut wajahnya tadi benar-benar buruk."


Ha Neul tidak peduli. "Salahnya sendiri kenapa tidak mengabariku kalau dia sudah kembali ke Korea. Dia juga sepertinya sering berbohong akhir-akhir ini, dia juga mengabaikan pesan yang ku kirim. Sekarang rasakan betapa tidak enaknya diabaikan."


"......."๐Ÿ˜


Itulah kenapa Eun Wu belum berniat punya pacar. Wanita itu ketika marah benar-benar mengerikan. "Awalnya aku pikir kau marah karena rumor dan video gay itu. Aku cukup lega ternyata alasanmu marah berbeda 180 derajat."


"Aku bahkan berharap kalian putus, jadi kita berempat menyandang status jomblo semua, hahahaha." Ucapan Sin Bi itu sontak membuat Eun Wu, Ha Neul dan Eun Bi menoleh ke arahnya


"......"๐Ÿ˜


"......"๐Ÿ˜


"......" ๐Ÿ˜‘Do'a mu kok jelek sekali teman.


Ha Neul sama sekali tidak peduli dengan rumor gay itu. Ia sudah mendengar rumor itu bahkan sebelum mereka pacaran. Gadis itu tau jelas bahwa ucapan Taek Won dalam video itu di tujuhkan untuknya dan Dong Ho. Pria itu jelas sangat cemburu melihat poster yang tertempel di dinding toko perhiasan itu.


Ha Neul tersenyum sendiri mengingat video itu. Ia bahkan sampai menontonnya 3 kali setelah pergi dari cafetaria meninggalkan Ji Min yang ketakutan. Gadis itu tertawa terbahak-bahak. Ia jadi punya kesempatan membalas Taek Won dan mengabaikan pria itu.


"Kalian mau taruhan tidak??, Ayo main game, yang kalah harus setuju bekerja di klinik ku."


Eun Bi dan Sin Bi langsung menolak, mereka baru-baru ini saja menyukai game online dan tertarik memainkannya. Mereka tau kalau mereka jelas akan kalah. Eun Wu sedikit tertarik dan berpikir dengan taruhan yang lebih besar. Ia yakin ia akan menang. Sayangnya anak laki-laki itu tidak pernah tau kalau Ha Neul jauh lebihย  jago darinya.


Mereka bermain hampir 4 jam dan Eun Wu kalah telak.


"Kau...kau menipuku๐Ÿ˜ก. Bagaimana kau bisa menang terus??. Ini bukan pertama kalinya kau bermain kan!."


Ha Neul hanya tersenyum.


"Ayo main lagi, kali ini taruhannya aku rela bekerja di klinik mu dan tidak di bayar selama setengah tahun."


Ha Neul langsung mengangguk setuju.


Sebenarnya, ia adalah salah satu orang yang membuat game yang di mainkan mereka sekarang. Game itu dia menangkan bersama timnya waktu ada kompetisi membuat game di SMA dulu. Tapi berhubung Eun Wu terus-terusan menaikkan taruhannya menjadi semakin menarik. Ha Neul jadi enggan mengatakan yang sebenarnya.


"Kalian....punya rencana apa setelah ini?." Tanya Ha Neul pada Eun Bi dan Sin Bi.


Kedua orang itu sibuk dengan urusan masing-masing. Yang satu shopping online dan yang satu lagi membaca komik.


"Kalau lulus ujian dokter spesialis Bedah, aku lanjut kuliah lagi. Mumpung masih muda." Jawab Sin Bi.


Eun Wu langsung mengejek Sin Bi. "Oh wow, kau benar-benar mau jomblo sampai usia 40 yah?๐Ÿ˜…, apa kau yakin lulus tepat waktu??.๐Ÿ˜."


๐Ÿ˜"Kan ada Eun Bi yang menemaniku."


๐Ÿ˜‘ Eun Bi yang sedang baca komik langsung memukul kepala Sin Bi. "Maksudmu kau mendo'akan ku jomblo sampai tua๐Ÿ˜’."


"Yah...๐Ÿ˜…Berdua lebih baik dari sendirian kan!."


๐Ÿ˜‘.


Ha Neul tersenyum. "Makan gratis selama sebulan, Alat-alat kesehatan dan bekerja tanpa di bayar selama setengah tahun.๐Ÿ˜† Taruhan yang benar-benar menguntungkan sekali, hahahaha."


Eun Wu menggebrak meja dengan kesal. Ia kalah untuk yang ke 20 kalinya. "Aku tidak mau bermain dengan mu lagi๐Ÿ˜ก."


Eun Bi dan Sin Bi melirik Eun Wu sama sekali tak merasa kasihan.'Dasar Bodoh๐Ÿคญ.'


"Ups...sorry๐Ÿ˜…."


๐Ÿ˜ก. Eun Wu dengan putus asa menghidupkan robot mesin pembersihnya, memaksa benda kecil itu bekerja ekstra hari ini.


Suara ketukan pintu membuat ke empat orang itu menoleh.


"Aku pesan iga bakar, sudah lama kita tidak makan itu. Tidak apa-apa kan๐Ÿ˜Š." Eun Bi menepuk bahu Eun Wu.


Eun Wu langsung mengutuk dalam hati. Itu kan mahal!!!๐Ÿ˜ก


"Oh...aku juga pesan bubble tea." Sin Bi tersenyum senang.


"Aku hanya kalah bermain dengannya, kenapa aku harus bayar makanan kalian๐Ÿ˜ก."


Sin Bi dan Eun Bi tersenyum senang. "Kami pesan untuk mu juga, hahahaha."๐Ÿ˜…


๐Ÿ˜‘


"Aku pesan pizza, ayam goreng, Jajangmyeon dan donat." Jelas Ha Neul. Ia menoleh ke arah Eun Wu. "Itu pasti pesanan kita. Cepat ambil dan tolong bayar ya๐Ÿ˜†."


๐Ÿ˜ฉ. Eun Wu dengan tidak rela berjalan meraih dompetnya. Ia harusnya tidak bertaruh. Sekarang Eun Wu benar-benar menyesal.


"......."๐Ÿ˜ฒ


Dong Ho dan Ji Min berdiri di luar pintu.


"Dia di dalam kan!!." Ji Min yakin sekali. Dan Eun Wu mengangguk. Dia tidak suka berbohong lagi.


"Bagaimana...keadaannya??." Kali ini Dong Ho yang bertanya. Ia cukup merasa bersalah atas insiden video yang viral itu. Ia juga takut, Ha Neul benar-benar marah dan salah paham.


"Dia sangat bahagia sampai tega menghabiskan seluruh tabunganku. Gadis-gadis itu sangat kejam dan keterlaluan."๐Ÿ˜ฉ


"......"๐Ÿ˜•


"......"๐Ÿคจ


"Tolong usir mereka dari dorm ini, hyung๐Ÿ˜ญ. Bawa mereka kemanapun asalkan jangan di tempatku. Dorm ku sudah seperti kapal pecah๐Ÿ˜ญ."


๐Ÿ˜.Dong Ho hanya mampu menepuk pundak Eun Wu. Sementara Ji Min masuk dorm. Ia tidak terlalu terkejut melihat pemandangan berantakan di depannya.


"Hari ini Taek Won hyung harus hadir di rapat penting, dia sibuk mencari mu dan mengabaikan Yong Guk hyung. Bisa tolong telpon dia, sebelum dia jadi bodoh dan menghancurkan bisnisnya."


"......"


Ha Neul meraih ponselnya lalu mengirim pesan. 'Kalau kau sampai jatuh miskin, aku tidak mau bertemu dengan mu lagi. Sana kerja!!!.'


Beberapa saat kemudian pria itu menelepon. Ha Neul melempar ponselnya ke arah Ji Min, belum mau bicara pada Taek Won.


"Katakan padanya, hari ini jangan mengganggu ku!."


"......"๐Ÿ˜Dong Ho menoleh pada pria yang berpenampilan agak berantakan dan penuh keringat yang baru saja ingin masuk dorm.


"......"๐Ÿ˜ฃTaek Won menarik nafas dalam, putus asa.


"Dia hanya bilang hari ini. Besok dia pasti memaafkan mu." Dong Ho merangkul pundak Taek Won menenangkan pria itu. Ia mengeluarkan sapu tangan dari dalam sakunya, membantu Taek Won menyeka keringatnya.


"Lihat penampilan mu๐Ÿ™‚. Kacau sekali, jadi terlihat tidak tampan lagi." Ucap pria itu membenarkan baju dan dasi Taek Won.


Eun Bi yang berpikir kenapa Eun Wu belum membawa makanan kedalam akhirnya pergi ke arah pintu dan mendapati tiga orang itu berdiri di sana.


"....."Eun Wu menatap penuh selidik pada Dong Ho. "Hyung....kau...tidak benar-benar gay kan."


๐Ÿ˜‘Tolong jangan kau juga...


"Dari sudut mana kau melihat ku seperti itu ha??, apa aku pernah menggoda seorang pria di depanmu??, atau apa aku pernah mencoba merayu mu??.๐Ÿ˜กTolong hentikan omong kosong itu. Dan tolong jangan menuduhku sembarangan."


๐Ÿ˜•"Tapi....


Eun Wu menunjuk kearah tangan Dong Ho yang sangat telaten merapikan penampilan Taek Won. "Bukankah hyung...terlalu perhatian dengan Taek Won hyung, kalian terlihat seperti pasangan....Auu๐Ÿ˜–


Eun Wu langsung meringis kesakitan ketika Dong Ho dan Taek Won mencubit lengan anak laki-laki itu bersamaan.


Eun Bi yang menyaksikan itu kembali menyematkan predikat 'bodoh' pada Eun Wu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ