CEO AND I

CEO AND I
21. First Fight




(Ma'af ada adegan 18+nya dikit🤗🤗).


🌺🌺


Setelah pulang dari daerah Gapyeong. Taek Won, berangkat ke Jepang dan bekerja disana selama 2 minggu. Setelahnya ia pergi ke Indonesia untuk peresmian cabang perusahaan IT miliknya, ia juga harus menyeleksi para pegawai, jadi Taek Won tinggal di sana hampir 1 bulan.



Begitu kembali ke Korea, pria itu langsung tidur bak orang mati. Taek Won sengaja berpesan untuk tidak membangunkannya sampai 2 hari ke depan. Jadilah, Ha Neul sibuk menghabiskan waktunya bersama si kembar di apartemen kakaknya.


Setelah menidurkan si kembar, Ha Neul yang tak terbiasa tidur siang menghidupkan laptopnya. Sudah hampir 9 bulan ia bekerja pada Taek Won, 3 bulan lagi yang berarti kontrak kerja mereka selesai. Ha Neul sendiri mulai merasa bingung apakah janji Taek Won untuk menyekolahkannya ke Harvard seperti yang ia sebutkan dulu akan pria itu penuhi, mengingat hubungan mereka yang sekarang sudah menjadi sepasang kekasih.


Ia membuka situs pendaftaran kuliah di universitas ternama itu, meski masih ragu untuk mengirimkan lamarannya.


Tentu saja gadis itu masih ingin melanjutkan pendidikannya dan mengambil jurusan kedokteran spesialis anak, tapi tentunya akan memakan waktu bertahun-tahun untuk lulus dan itu berarti ia akan menjalani hubungan jarak jauh dengan Taek Won.


Tadinya Ha Neul berpikir, bahwa hubungan mereka akan tetap baik-baik saja, karena ia tau Taek Won yang ia kenal sangat menyukainya. Tapi entah kenapa Ha Neul mulai ragu, bukan tentang perasaan pria itu padanya, tapi tentang perasaannya sendiri.


"Kalau aku mengambil jurusan manajemen, atau komputer. Aku mungkin bisa bekerja di perusahaannya. Tapi.......


Ha Neul tertunduk lesu. Ia sangat ingin jadi dokter. "Sekarang aku harus bagaimana???."


"Imo." Panggil Won Bin mendekati Ha Neul sambil menguap, dibelakangnya Woo Bin juga melakukan hal yang sama, membuat Ha Neul sadar kalau keponakannya itu lelah bermain.


"Nanti....misalkan imo mulai jarang menidurkan kalian berdua seperti ini, kalian marah tidak??," Tanya Ha Neul sambil mengelus kepala Woo Bin.


Si kembar yang hampir memejamkan mata itu langsung terbangun dan bertanya bersamaan. "Apa imo tak sayang kami lagi??." Yang membuat Ha Neul langsung tersenyum.


"Tentu saja imo sangat menyayangi kalian. Kalau saja kalian berdua boleh diajak pergi kuliah, pasti imo ajak.😅."


"Hah, 😌sudahlah. Nanti saja imo pikirkan." Ha Neul kembali mengelus kepala Woo Bin, ia lalu membacakan 2 buku cerita bergambar dan 10 menit kemudian keduanya sudah tertidur nyenyak.


Ha Neul baru saja menutup pintu kamar ketika mendadak mendapat pelukan erat dan kata 'aku merindukan mu' dari Taek Won. Gadis itu bahkan tak tau kapan Taek Won masuk ke apartemen kakaknya.


Mereka duduk di ruang tamu dengan Taek Won yang masih tak mau melepaskan pelukannya.


"Kakakmu adalah pendukung hubungan kita, jadi dia tak kan keberatan aku memelukmu di apartemennya." Jelas Taek Won ketika Ha Neul mengancam bahwa mungkin Ha Na tiba-tiba pulang dan akan marah ketika melihat mereka seperti ini. "Lagipula dia sibuk menghabiskan waktu dengan pacarnya." Tambah pria itu.


"Apa kau tidak lapar??." Ha Neul bertanya setelah memutuskan menyerah dan membiarkan Taek Won memeluknya.


"Aku kelaparan sampai tak mampu melakukan apapun selain memelukmu."


"......."😐


"Aku kesepian di apartemen ku. Aku ingin kau berada disampingku saat aku bangun tidur. Aku mencari mu di seluruh ruangan, tapi kau tidak ada. Kau juga tidak mengangkat telepon ku. Begitu sampai disini aku malah melihat mu sibuk meninabobokkan si kembar. Membuatku iri saja!."☹️


Ha Neul mencubit lengan pria itu yang malah di balas Taek Won dengan mengecup pipi kekasihnya itu. "Aku juga mulai tak sabar ingin melakukan hal mesum padamu." Sambungnya.


"......."Mulai....kumat😑


Kali ini Ha Neul mencubit Taek Won dengan sedikit keras membuat pria itu mengadu sakit. Bisa-bisanya pria itu merusak suasana romantis dengan pikiran mesumnya.


"Aku......" Ha Neul menghentikan ucapannya. Ia selalu ragu jika ingin membicarakan masalah kuliah dengan Taek Won, takut masalahnya akan membuat pria itu ikutan sibuk dan kelelahan. Ha Neul cukup kasihan melihat pria itu bahkan kekurangan waktu untuk istirahat.


"Aku membuatkan mu puding coklat semalam. Kau bisa memakan itu sebagai pencuci mulut sementara aku memasak makan siang."


Bukannya merespon dengan raut wajah senang seperti biasanya. Taek Won malah menatap Ha Neul dengan tatapan yang tak dimengerti gadis itu. Detik berikutnya, sebuah ciuman mendarat dibibir Ha Neul.


Taek Won mencium gadis dipelukannya itu dengan semangat, apalagi Ha Neul tak menolak perlakuannya itu.


Taek Won yang sejak tadi berusaha menahan hasratnya, malah nekat mencium leher Ha Neul dan memberikan bekas merah di leher gadis itu.


"Taek Wo.....😳


"Lepas!!!.........


"Hentikan!!!!". Ha Neul mulai takut, karena Taek Won tak menggubris permintaan gadis itu.


"JUNG TAEK WONN!!!". Teriak Ha Neul, dan seketika itu juga gadis itu bertatapan dengan Taek Won. Pria itu terlihat sangat marah.


"......."


Taek Won beranjak dari atas tubuh Ha Neul, entah sejak kapan ia sudah **** tubuh gadis itu. Taek Won mengutuk dirinya sendiri yang hampir memperkosa Ha Neul. Tapi ia tak ingin meminta ma'af karena hal itu.


Mereka terdiam berusaha menenangkan diri. Ha Neul yang berniat pergi ke kamarnya, ditahan oleh Taek Won. Pria itu kembali memeluknya. "Aku tau aku salah, tapi kau yang membuat aku marah. Jadi aku tidak akan minta ma'af."


"......"


"Kenapa kau hanya menceritakan masalah kau ingin kuliah pada Dong Ho hyung. Kenapa kau tidak menceritakan itu padaku?."


"......."


"Kau sudah mendaftarkan dirimu di universitas yang ada di AS, kau juga sudah memilih tempat tinggal mu sendiri. Kau juga berniat mendaftar di Inggris. Kenapa kau tidak tanya pendapatku apakah aku setuju atau tidak??."


"......"


"Kau ingin menjauh dariku." Ucapan Taek Won membuat Ha Neul mengerutkan dahi bingung.


"Kenapa harus luar negeri. Di sini juga ada fakultas kedokteran yang tak kalah baiknya dari yang diluar negeri. Kau sendiri yang bilang kan!, kalau kau tidak mau jauh dari keluarga mu. Kau terus membuka situs yang sama selama sebulan ini, kau bahkan sudah mendapat balasan diterima di universitas AS, dan kau sedikitpun tidak memberitahu ku."


Ha Neul melepas pelukan Taek Won. Bertanya heran bagaimana pria itu bisa tau, ia bahkan belum memberitau kakaknya tentang hal itu. Waktu itu kebetulan Dong Ho memperhatikannya ketika ia melamun di depan laptop, dan karena itulah Dong Ho tau masalah itu.


"Kau......😟menghack laptop ??."


"Kau....menghack akun ku???." Tanya Ha Neul tak percaya.


Taek Won menjawab dengan tatapan dinginnya. "Kau milikku!. Aku berhak melakukannya. Itu juga demi kebaikanmu."


"....."😡"Tentu saja kau tak berhak melakukannya!!!." Gadis itu berteriak kesal. " Aku tak pernah menganggu privasi mu."


"Kau boleh melakukannya, aku tak pernah keberatan." Ucapan Taek Won malah makin membuat Ha Neul emosi.


"Aku tidak akan melakukan hal se gila itu, hanya untuk tau tentangmu." Ha Neul berusaha menenangkan diri.


"Tapi aku pasti melakukan hal itu, aku ingin tau tentangmu. Tentang semuanya, termasuk isi hatimu. Karena aku memang segila itu, aku terbiasa melakukannya."


Ha Neul menepis tangan Taek Won ketika pria itu berusaha kembali memeluknya.


"Jadi karena itu kau marah dan hampir.....


Taek Won menelan ludah, ia menggigit bibirnya tidak mau mengaku salah. Ia memang hampir memperkosa Ha Neul karena takut gadis itu meninggalkannya. Ia paling benci di tinggalkan.


"Aku ingin sendiri." Ucap gadis itu akhirnya. Ha Neul beranjak menuju pintu apartemen ketika Taek Won berteriak menghentikannya.


"Kau tidak boleh keluar, itu perintah!!!. Kau masih bekerja denganku. Kau harus menuruti perintahku!!."


Ha Neul menatap pria itu dengan sinis. "Kenapa kau selalu menggunakan kekuasaan mu untuk mengendalikan orang lain??."


"Karena aku tak bisa mengendalikan mu tanpa hal itu".


Ha Neul mencibir kesal mendengar jawaban itu. "Pecat saja kalau begitu!!!." Ha Neul keluar setelah membanting pintu.


Beberapa saat kemudian pintu kembali dibuka. Sang Hyuk masuk dengan 2 kantong belanjaan besar. "Sebenarnya.....sejak tadi aku, Ji Min dan Dong Ho berdiri diluar." Jelas pria itu berusaha terlihat santai.


"Dong Ho pergi mengikuti Ha Neul, jadi kau bisa tetap berada disini menenangkan dirimu. Dia butuh waktu untuk terbuka padamu, karena dia tidak tau kau sudah mencintainya sejak lama. Nah, makan ini biar rasa depresi mu itu hilang."


Setelah memberikan nasehat seperti itu, lengkap dengan sekotak cake coklat. Sang Hyuk membiarkan Taek Won sendirian diruang tamu. Sementara ia dan Ji Min masuk ke kamar si kembar untuk memastikan bahwa mereka masih tertidur nyenyak.


🌸🌸🌸