CEO AND I

CEO AND I
26. Solution



"Kalian masih bertengkar??." Tanya Ha Na pada adiknya yang sedang sibuk memasak makan malam. Ha Neul menjawab bahwa ia tidak akan berbaikan dengan Taek Won sampai pria itu mengizinkannya kuliah.


Ha Na menghela nafas dalam. Yah. Adiknya satu ini memang sangat keras kepala kalau berhubungan dengan masa depannya, meskipun ia berhasil menjalani kehidupannya dengan menunda kuliah setahun ini, tapi hampir setiap malam, bisa Ha Na pastikan kalau Ha Neul tetap rajin membaca buku-buku kesehatan.


"Nanti ujungnya masih mencari uang juga kan!, kenapa kau mau tetap repot kuliah toh kau sekarang sudah mendapatkan uang yang banyak". Calon suami mu yang bodoh itu juga kaya raya.


Ha Neul menatap kakaknya dengan pandangan datar, rasanya ia sudah pernah mendengar komentar seperti itu sebelumnya. "Sekarang aku sudah punya uang, aku juga sudah punya pacar kaya raya yang siap memberiku apa saja. Nah yang kurang adalah pendidikan ku, jadi mumpung masih banyak waktu, tak ada salahnya kan kalau aku memperbaikinya. Dengan begitu aku bisa jadi paket lengkap. Kaya, pintar, punya kedudukan dan juga pacar super tampan, tak akan ada yang berani merendahkan ku lagi."


"Tapi kan....


"Onnie." Ha Neul menghentikan kegiatannya memasak lalu berbalik menatap Ha Na yang sedang menyuapi Woo Bin. "Aku sangat memuja onnie, bagiku onnie itu wanita paling sempurna. Tak ada seorangpun yang berani menghina meskipun onnie pernah menjalani masa sulit. Onnie tetap menjalaninya dengan santai. Aku ini tak secantik dirimu, juga tak memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan uang seperti onnie. Makanya hanya dengan kuliah dan meraih gelar dokter, aku bisa mengakui pada diriku sendiri bahwa aku juga orang yang pantas untuk bersanding dengannya."


"....Ok!!!." Ha Na akhirnya mengangguk paham. Setidaknya adiknya itu tidak berniat putus dari Taek Won.


Ha Neul meletakkan Soondubu Jiggae, Samgyetang, Japchae, dan Buldak di atas meja. Tugasnya membuat makan siang sudah selesai.


"Aku buang sampah dulu, pastikan si kembar memakan sayurannya sampai habis." Ha Neul melepas celemek yang dipakainya dan pergi untuk membuang sampah.




Ha Na menatap masakan yang dihidangkan diatas meja dengan pandangan takjub. "Dengan kemampuan memasak seperti ini, kau bahkan bisa membuka restoran lagi, dulu kau juga yang menjadi koki di restoran ku kan!!. Kenapa kau tidak sadar hal ini wahai adikku sayang." Ha Na mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.


"Mission impossible." ucap Ha Na sambil mencicipi kuah Samgyetang  yang sangat enak itu. Pria diseberang sana yang mendengar jawaban dari sambungan telpon itu terdengar menghela nafas dalam.


Ia sudah mencoba mendekati Ha Neul, tapi gadis itu menghindarinya, telepon dan pesan darinya juga tidak di balas.


"Kalau kau mau berbaikan dengannya sekarang, dia sedang berada di area pembuangan sampah samping gedung apartemen, jadi......


....tut..tut..tut...


Terdengar sambungan telepon diputus sebelum Ha Na selesai bicara. "Dasar tidak sabaran!!."😑


Yang ditelepon Ha Na, tentu saja adalah Taek Won. Namun meski bergegas berlari menuju tempat pembuangan sampah, aksi lari-lariannya berhasil di hentikan oleh Yong Guk yang membombardirnya dengan serangkaian jadwal meeting di perusahaan, termasuk melanjutkan iklan promosi properti.


"Hyung!!, aku sedang berusaha minta ma'af." Taek Won frustasi.


"Kau bisa berbaikan dengannya kapanpun. Toh dia tidak kabur dari rumah. Tapi tidak dengan kemajuan perusahaan, kita perlu meeting dan ini sangat penting. Kau sudah menundanya hampir seminggu, para petinggi sudah agak tidak tahan dengan kelakuan mu." Yong Guk berusaha menasehati Taek Won.


"Tapi hyung....


"Sudahlah. Nanti kita pikirkan cara lain. Yang pasti sekarang ayo bekerja!!!." Pria itu memaksa Taek Won untuk masuk ke mobil dan pergi menuju perusahaannya. Ia bahkan menyuruh Taek Won mengganti bajunya di dalam mobil dan memintanya untuk berpakaian rapi.


Ha Neul muncul setelah tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Taek Won dan Yong Guk.


"Apa perusahaannya sedang bermasalah??". Tanya gadis itu sambil menatap mobil Taek Won yang masih terparkir di depan apartemen.


"Perusahaan baru milik bibi Taek Won sekarang menjadi pesaing bisnisnya. Bibi Taek Won berhasil merekrut beberapa artis terkenal untuk menjadi ambassador di perusahaan itu dan berhasil mengalihkan beberapa investor di perusahaan dan mereka memutuskan kontrak kerja sama secara sepihak. Karena Taek Won sibuk dalam membangun mitra bisnis diluar negeri dan sekaligus membuka cabang disana, Perusahaan disini jadi sedikit terbengkalai. Dan sepupu CEO kita itu sedang berusaha menghasut para pegawai yang berprestasi untuk keluar dari perusahaan."


Ha Neul menoleh kearah Sang Hyuk yang entah sejak kapan sudah berada disamping gadis itu, sambil memberikan penjelasan super panjang.


"Intinya perusahaan sedang mengalami kemunduran." Tambah pria itu sebelum akhirnya pergi dan menyusul Taek Won.


Dong Ho muncul mengagetkan Ha Neul. Gadis itu kembali bertanya. "Apa perusahaan benar-benar dalam masalah??."


Dong Ho mengangguk. "Kalau dia tetap bertingkah tidak peduli seperti itu, perusahaan jelas akan bangkrut."


"......."


"Sebenarnya masalah itu bisa Taek Won atasi dengan mudah, asal dia mau konsentrasi. Tapi pikirannya sekarang selalu tertuju padamu. Jadi yah...begitulah." Jawab pria itu santai.


Intinya, Ha Neul lah yang menjadi penyebab kemunduran perusahaan Taek Won. Ha Neul menarik nafas dalam, merasa bersalah. Ia benci menjadi penyebab dari masalah orang lain, terutama orang yang di sayanginya. "Apa ada yang bisa kulakukan untuk membantunya??."


Dong Ho tersenyum, "Berhenti mengacuhkannya, terima lamaran darinya, dan masalah selesai."


"....."


"Ok!!."


Ha'???😕


"Ayo kita ke toko perhiasan sekarang!!!."


"What!!!!." Dong Ho benar-benar terkejut. "Untuk apa??. Kau ingin melamar Taek Won???," tanya pria itu tidak percaya.


Ha Neul menggeleng, "Tentu saja tidak!, aku disuruh Hae Jin oppa membelikan cincin couple untuk dia dan onnie, Hae Jin oppa ingin melamar onnie ku."


"Oh...."


🌺🌺


"Kalian pasangan yang sangat serasi, yang satu tinggi gagah dan yang satu mungil dan manis. Akan saya beri diskon khusus karena saya menyukai kalian, dan karena kalian merupakan pelanggan pertama yang datang hari ini jadi saya berikan diskon 50%."


Oh wow😳


Tergiur dengan diskon itu, Ha Neul menghentikan Dong Ho yang baru saja mau mengatakan kalau mereka bukan pasangan.


"Semua produk??." Tanya Ha Neul antusias. Dan sang pemilik toko mengangguk. "Tapi saya boleh menjadikan kalian berdua sebagai model yang gambarnya akan di pajang di toko selama seminggu."


Ha Neul setuju dan Dong Ho berharap dalam hati, Taek Won tidak akan membunuhnya.


Tentu saja mulailah Ha Neul hunting perhiasan yang menurutnya cantik dan elegan, tidak lupa dengan berpura-pura memasangkan cincin itu di jari Dong Ho agar sang pemilik toko makin yakin kalau mereka pasangan.


"Demi diskon, kan lumayan😅". Ha Neul menjawab dengan bisikan dan keduanya berganti pakaian. 15 menit kemudian, keduanya mulai berpose ala pasangan.



Selesai dari toko perhiasan Ha Neul mengajak Dong Ho pergi ke perusahaan Taek Won.


"Aku ingin membicarakan hal penting, dan oppa tunggu disini saja!." Pinta Ha Neul dan langsung pergi ke ruangan Taek Won.


Di ruangan Taek Won, Ha Neul tidak menemukan pria itu, jadi ia langsung masuk saja ke ruangan tempat Taek Won dulu menginterview Ha Neul, dengan niat mengejutkan pria itu. Tapi gadis itu merasa heran karena ada pria asing yang wajahnya sedikit mirip dengan Taek Won, masuk keruangan dan langsung duduk di meja direktur sambil tersenyum sinis.


"Dan sebentar lagi. Ruangan ini akan jadi milikku!!." Ucap pria itu.


"........"


Beberapa menit kemudian, seorang wanita masuk dan berteriak kesal. Wanita itu tampak memaki-maki Taek Won sebagai keponakan tak tau diri, dan sadarlah Ha Neul bahwa kedua orang itu adalah bibi dan sepupu Taek Won.


"Apa maksudnya tidak bersedia bekerja sama?. Aku sudah baik-baik mau membantu perusahan ini, aku bahkan sudah berusaha merendah dengan minta ma'af. Tapi dasar manusia tak tau terima kasih!!!."


"......."


"Sudahlah bu. Tak ada gunanya menggunakan cara baik-baik. Gunakan caraku dan semua urusan akan berjalan seperti yang kita inginkan." Pria itu berusaha menenangkan ibunya.


"Aku sudah mendapatkan semua informasi tentang kedua wanita itu. Mereka tinggal di apartemen yang dibeli Jung Taek Won. Menggunakan uang miliknya. Aku punya foto-foto mereka. Kita bisa menggunakan itu dan menyebarkan rumor bahwa kedua wanita itu adalah wanita murahan yang dibayar Taek Won untuk memuaskan nafsunya, dan menguak masa lalu ibunya yang juga wanita murahan. Beberapa wanita yang pernah dekat dan patah hati oleh pria tak tau diri itu sudah bersedia bekerja sama denganku. Bahkan salah satunya bersedia ku tiduri demi kelancaran rencana ini. Aku pikir wanita itu sudah hamil sekarang."


"Meskipun Jung Taek Won menyewa pengacara. Kita tetap akan menang karena semua yang bersedia bekerja sama juga orang penting dan memiki kekuatan hukum tak kalah hebat dari si brengsek itu. Wanita itu bahkan punya koneksi dokter kandungan yang terkenal di Korea, jadi begitu kita menjebaknya, Jung Taek Won langsung hancur, hahahahaha."


"......"


Wanita itu tersenyum senang dan tampak bangga pada anaknya. "Kau benar-benar mengunakan otak mu kali ini ternyata. Dasar anak yang licik."


Pria itu tersenyum tak kalah senang. "Tentu saja, karena aku sama sepertimu ibu. Aku belajar dari mu."


Keduanya keluar ruangan dengan perasaan senang sementara Ha Neul mengelus dada berusaha memikirkan cara untuk menggagalkan rencana mengerikan itu.


🌺🌺


"........"😕


"........"😐


"Kenapa??." Tanya Ha Neul santai. Yang ditanya malah makin bingung.


"Aku pikir aku masih jadi direktur perusahaan ini setidaknya sampai aku punya keturunan nanti."


"......" Jadi apa maksudmu??, aku kan hanya numpang duduk saja.😒


"Kau duduk di kursi direktur, sudah berapa lama kau disini??. Kenapa tidak memberitauku??. Aku pikir kita sedang bertengkar."😕


"Oh. Jadi kau tak berniat berbaikan denganku. Ya sudah." Ha Neul bangkit dan berjalan ke arah pintu keluar. Tepat ketika membuka pintu, Taek Won menahan tangan gadis itu dan menatapnya putus asa.


"Bukan begitu. Aku hanya bercanda."Taek Won mengajak Ha Neul kembali masuk ruangan lalu memeluk gadis itu.


"Beberapa orang ingin mengambil alih kursi itu." Taek Won menunjuk kursi di rektur utama. "Aku hanya mulai lelah. Apa ku berikan saja, biar sekalian perusahaan ini hancur. Toh tak ada yang mendukung ku di rapat tadi."


Ha Neul mendengarkan keluh kesah Taek Won. Jarang-jarang pria itu mau bercerita masalah pekerjaannya pada Ha Nuel.


"Kalau aku kehilangan jabatan ku, mungkin hidupku bisa tenang, aku hanya akan fokus mengurusi masalah pribadi ku." Mengejar mu, melamar mu dan menikah denganmu.


Ha Neul melepaskan pelukan Taek Won. Ia menatap pria itu lama. Terlihat jelas raut wajah lelah pria itu, namun Taek Won masih berusaha untuk tersenyum.


"!!!!!."


Taek Won Sedikit terkejut dengan hal yang mendadak Ha Neul lakukan padanya. "Kau.....


"Memberi solusi padamu." Ha Neul memotong ucapan Taek Won.


"😧E.....ini solusi macam apa???. Ma'af tapi....bukannya aku yang harusnya.....


"Minggu depan, Hae Jin oppa akan melamar onnieku. Aku kesini untuk berdiskusi denganmu tentang pesta kejutan lamaran Hae Jin oppa. " Ha Neul kembali duduk di kursi direktur utama.


"Kau bisa memanfaatkan situasi itu. Siarkan pesta kejutan itu di tv secara live. Dengan demikian akan banyak investor lain yang mau bekerja sama denganmu. Undang mereka ke acara itu, kau kan juga buka cabang di luar negeri, undang mereka semua. Kau juga punya perusahaan IT sendiri. Buat program yang bisa kembali meningkatkan perusahaan ini."


Ha Neul tersenyum senang dengan idenya ini. "Buat promosi besar-besaran. Atau adakan diskon tiap bulan untuk para konsumen yang mau menggunakan jasa perusahaan properti milik mu. Kalaupun semua orang mau pindah keperusahaan milik bibimu, pastikan saja kalau orang-orang diperusahaan IT bisa kau percayai dan tidak pindah haluan juga. Aku juga akan ikut membantu, kau tidak lupa kalau aku juga punya otak yang lumayan kan, dan....kau bisa menjadikan ku, juga kakak ku sebagai model perusahaan mu."


"......."Taek Won masih berusaha mencerna ide ini.


"Soal Bibi dan sepupumu itu...." Ha Neul mengeluarkan flashdisk dari sakunya. "Kau...bisa menyingkirkan mereka dengan ini.


"......."


Ha Neul ingin kembali keluar ruangan ketika Taek Won lagi-lagi menahannya. "Ma'af tapi darimana kau tau aku punya masalah dengan bibi ku??. Dan.....kau belum menjelaskan padaku persoal cincin yang kau lingkarkan di jari manis ku ini." Taek Won berkata sambil menunjukkan jarinya.


Apa maksudnya ini?? Apa aku barusan.....dilamar?????😲


Ha Neul menarik nafas dalam. Ia benci tatapan mata berbinar itu. Gadis itu menatap Taek Won dengan pandangan sedikit malu. Taek Won bisa melihat jelas semburat merah di pipi Ha Neul.


"Aku memberikan solusi masalah pribadimu, bodoh!!!." Dan kali ini Ha Neul benar-benar pergi.


🌸🌸🌸