CEO AND I

CEO AND I
36. Wish for Happy Ending



Give me a kiss!!!". Perintah Taek Won sambil membuntuti Ha Neul ke kamar mandi.



Pria yang hanya mengenakan boxer itu, terus saja memaksa Ha Neul untuk menciumnya.


"Gosok gigimu dulu!!!." Perintah Ha Neul. Taek Won menurutinya dan cepat-cepat gosok gigi, dan setelahnya tentu saja ia mencium pujaan hatinya itu dengan mesra.


"Mulai hari ini kau tidak boleh bekerja. Ah, aku belum mengucapkan selamat pagi untuk kedua anak ku."😆


"........."😕


Ha Neul membiarkan Taek Won mengelus perutnya yang kian membesar. Mereka menikah 9 bulan yang lalu, tepat satu hari setelah Ha Neul resmi menyandang gelar dokter.



Sebagai hadiah pernikahan (karena Ha Neul sudah mengancam Taek Won untuk tidak mengadakan pesta yang mewah), Taek Won memberikan Ha Neul sebuah klinik di daerah Gang Nam lengkap bersama perabotannya. Ia juga sudah mencarikan rekan kerja untuk klinik itu, jadi begitu Ha Neul mendapatkan surat izin praktik, klinik itu langsung beroperasi. Ha Neul tak diberi kesempatan untuk menolak maharnya itu.


Sejak menikah, Taek Won mengurangi kegiatannya pergi keluar Negeri. Sekarang yang rajin keluar negeri adalah Dong Ho dan Sang Hyuk, alasannya karena mereka masih belum menemukan pasangan hidup, Taek Won juga sudah bosan melihat mereka berdua melajang. Beruntungnya bagi Taek Yeon karena ia lebih dulu memeroleh pacar di banding mereka berdua. 


Sejak diketahui hamil, Taek Won makin overprotektif pada Ha Neul. Ia tidak boleh terlalu lama berdiri, terlalu sering berada di dapur, atau terlalu sering bekerja di klinik. Dan benar saja, begitu menginjak usia 9 bulan. Taek Won benar-benar melarangnya bekerja. Tugasnya memasak dan membersihkan rumah sekarang sudah kembali diambil alih oleh Taek Yeon.


"Lalu apa yang harus ku lakukan dirumah??.😕 Tau tidak, semakin besar kehamilan, ibu hamil dianjurkan untuk sering bergerak, kalau tidak itu malah akan berakibat buruk untuk janin." jelas Ha Neul.


Taek Won tersenyum dan menunjukkan beberapa foto pada Ha Neul. Dan di foto itu terlihat beberapa pegawai yang tidak ia kenal. "Ini pegawai baru yang Ji Min rekrut."







"......."😲woww....."Kenapa semuanya laki-laki??."


"Karena pria tampan selalu menarik minat wanita."


"......."😐


" Pegawai mu yang dulu kebanyakan wanita. Mereka mencoba menggoda ku. kau ingatkan!. Ada dua dokter wanita yang sengaja menyebar skandal dengan ku karena aku sering ke klinik. Gila sekali!!😡. Mereka juga mengundang pria busuk datang ke klinik, bahkan sering menggoda mu. Aku tidak suka."


Oh ya??. Dan kau mempekerjakan dokter pria?🤨.


"Mereka semua sudah punya pasangan masing-masing. Dan aku membayar mahal untuk gaji mereka. Dan kalau mereka berani menggoda mu, Dendanya 10 kali lipat dari gaji yang mereka terima. Oh, jangan terkejut. Mereka sudah setuju."


😔Kecemburuan yang tidak ada habisnya.


"Aku juga sudah mengosongkan jadwalku sampai 3 bulan ke depan, jadi kemanapun kau mau pergi jalan-jalan, aku akan menemanimu dengan setia. Nah, jadi😄....mau kemana kau hari ini???." Taek Won bertanya sambil memeluk Ha Neul.


Ha Neul membiarkan Taek Won memeluknya. Ia tau pria itu sangat lelah di balik senyum tampannya.


Sebulan yang lalu Taek Won bolak-balik mengurusi bisnisnya sebelum mengalihkannya pada Dong Ho dan Sang Hyuk. Ia mengajari duo jomblo itu menangani bisnis dan untungnya mereka mudah mengerti karena dulu selalu mengikuti Taek Won.


Taek Won juga lembur di kantornya bersama Yong Guk dan baru kembali ke apartemen jam 3 tadi pagi. Meski bersikap semangat dan tak menunjukkan rasa lelahnya, pria itu selalu bermanja-manja pada Ha Neul tiap pulang ke apartemen, sama seperti yang dilakukannya sekarang.


Ha Neul benar-benar merasa bahagia, karena Taek Won  berusaha mengambil jadwal libur selama 3 bulan demi dirinya dan juga anak-anak dikandungan nya.


"Bagaimana kalau kita dirumah saja. Aku ingin mendiskusikan nama kedua anak kita denganmu sambil makan cake coklat." Usul Ha Neul yang langsung menerima anggukan dari Taek Won.


Mereka berdua akan segera memiliki anak kembar berjenis kelamin perempuan. Taek Won memang sudah memikirkan nama untuk keduanya, tapi karena ia tak yakin apa nama pemberiannya akan bagus, jadi pria itu mengundang si kembar untuk sarapan pagi bersama mereka sekaligus berdiskusi mengenai hal itu.



Tak lama setelah Taek Won menelpon, si kembar datang dengan seragam sekolah.


"Sebenarnya ada kegiatan ekstra di sekolah hari ini, tapi karena hal ini jauh lebih penting jadi kami batal ikut." Jelas Won Bin ketika Taek Won bertanya kenapa mereka memakai pakaian sekolah di hari minggu.


"Ibu juga menyuruh kami menjaga Min Hyuk." Ucap Woo Bin. Dibelakang mereka berdua, terlihat anak laki-laki yang sepertinya habis menangis sedang memeluk boneka kelinci.



Imo." Ucap anak kecil itu manja, ia berlahan mendekati Ha Neul lalu menggenggam tangannya.


"Kalian berdua membuatnya menangis???." Tanya Taek Won dengan nada curiga.


"Won Bin melarangnya untuk tidak merengek dan minta gendong pada imo." Jelas Woo Bin. "Lalu dia menangis." Sambung Won Bin.


Ha Neul tersenyum. Lalu mengangkat Min Hyuk dan mendudukkannya diatas meja. 


"Jung Yong Ji dan Jung Min Ji." Saran Woo Bin "Jung artinya terhormat, Yong artinya Keabadian, Min artinya Cemerlang dan Ji artinya Kebijakan."


"Atau Jung Ji Ho yang artinya Terhormat, bijak dan Baik dan Jung Ji Eun, Eun artinya rahmat. Itu juga kedua nama yang bagus, bagaimana menurut samcheon." Tanya Woo Bin. Sejak Taek Won dan Ha Neul menikah, si kembar akhirnya mengubah panggilan hyung menjadi samcheon (paman) untuk Taek Won.


"Wahhh 😃 ternyata kalian berdua benar-benar memikirkan nama untuk keponakan kalian. Bagus sekali!!. Mungkin kita akan pilih nama yang pertama Yong Ji dan Min Ji, dan untuk yang kedua, kita simpan untuk kehamilan mu selanjutnya." Taek Won berkata dengan nada senang sementara Ha Neul hanya bisa menatap pria itu dengan pandangan takjub.


"Yang sekarang bahkan belum lahir, dan kau sudah menginginkan anak kedua. Kau pikir itu mudah!!."😒


Taek Won mengangguk. 😏"Tentu saja mudah, kita tinggal melakukannya setiap mal..mpppp


Ha Neul buru-buru membekap mulut Taek Won sebelum pria itu menyelesaikan perkataan mesumnya dan didengar oleh anak-anak. Ia mendelik kesal pada Taek Won. "Jangan bicara sembarangan!!!."😡 Ancam Ha Neul.


😅


Pembicaraan seputar nama anak perempuan itupun berganti menjadi bagaimana menjaga mereka setelah mereka lahir. Taek Won bahkan langsung memberi amanat yang didengar dengan patuh oleh si kembar.


"Begitu kalian masuk SMA, kalian boleh langsung mempraktikkan apa yang ku ajari di perusahaan IT dan kalau hasilnya bagus, kalian boleh magang disana."


"......." Ha Neul mengerutkan dahi bingung. "Bukankah kau hanya mengajari mereka cara berkelahi yang baik dan benar dengan tujuan bisa melindungi anak kita, lalu apa yang harus mereka praktikkan di perusahaan IT??."


"Oh, mereka berbakat soal merakit mesin. Woo Bin dan Won Bin tertarik untuk membuat robot bodyguard dan mereka berdua sedang merancang rangkaian mesinnya. Simulasi di komputer lumayan bagus, ku pikir tak ada salahnya kalau mereka benar-benar membuatnya." Jelas Taek Won.


Setelah mendengar penjelasan Taek Won, Ha Neul membiarkan suaminya itu bicara dengan si kembar sementara dia sendiri mengajak Min Hyuk untuk bermain di kamar sampai anak laki-laki itu tertidur.


 


🌺🌺


 


Taek Won  duduk dapur apartemen Ha Na, ia menatap kedua pasangan yang sedang memasak di dapur itu dengan padangan iri.


"Bagaimana??, enak??, apa tidak terlalu asin??, atau pedas??." Tanya Ha Na pada Hae Jin. Pria itu menunjukkan dua jempolnya lalu mencium mesra pipi istrinya itu. "Jangan lupa untuk membuatkan ku bekal makan siang seenak ini juga besok." Pinta pria itu.


"......."😑


"Ayah!. Min Hyuk juga mau mencicipi masakan ibu." Ucap anak kecil itu berdiri disamping Hae Jin. Sang ayah pun menggendongnya.


😑


Pemandangan itu makin membuat Taek Won iri hingga ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemennya, mengabaikan Ha Na yang tadi memintanya menunggu untuk membawa hasil masakannya.


Kalian sengaja meminta ku datang untuk pamer kan!. Menyebalkan!!!.


Begitu sampai apartemen pria itu langsung memeluk Ha Neul. "Bukankah sudah ku larang untuk tidak memasak." Taek Won sambil mencubit pelan pipi Ha Neul.


"Aku hanya tiba-tiba ingin makan cookies dan aku ingin makan buatan ku sendiri." Jelas Ha Neul. Taek Won membantu istrinya itu memasukkan cookies ke dalam microwave lalu keduanya menunggu sambil mengobrol di ruang tamu.


Taek Won mengambil foto Ha Neul yang sedang tersenyum memperlihatkan perutnya yang membuncit. Ia menatap hasil jepretannya sambil tersenyum. "Pasangan menyebalkan di apartemen atas membuat ku iri saja. Seenaknya mereka bermesraan di depanku tari."


Ha Neul tersenyum lalu duduk disamping Taek Won. Ia memperhatikan hasil jepretan Taek Won di ponselnya. Sejak mereka menikah Taek Won jadi punya hobby mengabadikan setiap moment di ponsel pria itu. Bahkan begitu dinyatakan hamil setiap pulang ke rumah, Taek Won pasti dengan sengaja mengambil foto Ha Neul bersama perutnya yang kian membesar.


"Kau tau. Aku tak memiliki satupun kenangan atau foto masa kecilku. Fotoku ketika masih didalam kandungan ibuku atau foto ibuku ketika hamil. Yang aku tau hanyalah aku lahir dan ibuku meninggal dengan ribuan hujatan dari masyarakat bahwa aku anak seorang pelacur. Aku membenci ayahku setengah mati. Dia tidak pernah sekalipun mengizinkanku memanggilnya ayah meskipun dia mengizinkanku tinggal ditempatnya. Dia tak pernah mengakui ku sebagai anaknya sampai akhir hayatnya. Rasanya....dulu hidupku ini benar-benar menyedihkan."


Ha Neul mendekat kearah Taek Won, memeluk dan mengelus pipi suaminya itu dengan penuh sayang. "Aku juga tak begitu menikmati masa kecilku ketika ayah dan ibuku meninggal." Ucapnya berusaha menenangkan Taek Won yang mendadak terlihat sedih.


Taek Won memeluk Ha Neul. "Karena itu, aku benar-benar merasa bahagia karena akhirnya keinginanku sejak kecil untuk membangun keluarga bahagiaku sendiri akhirnya tercapai. Terima kasih karena hadir dan bersedia menjadi istriku, juga bersedia memberiku kesempatan menjadi seorang ayah. Aku berjanji tak akan pernah menyia-nyiakan kalian dan akan menyayangi kalian seumur hidupku."


"......" Ha Neul benar-benar terkejut ketika sadar bahwa pria yang sangat dicintainya itu menangis dipelukannya.


"Hei kenapa kau jadi cengeng begini." Ucap Ha Neul sambil mengelus rambut Taek Won.


"Aku tidak tau. Aku jadi semakin sensitif akhir-akhir ini. Tadi begitu mengantarkan si kembar dan Min Hyuk, aku tiba-tiba merasa iri dengan kebahagian Hae Jin hyung yang begitu lengkap. Dan begitu pulang aku pun sadar bahwa kebahagiaanku juga akan segera lengkap. Aku yang dulu selalu iri dengan senyum ceria anak-anak yang berjalan bersama orang tua mereka. Sebentar lagi aku bisa melampiaskannya pada anak-anakku sendiri sepuas-puasnya, menyayangi mereka dan tentu saja menyayangi ibu mereka yang imut ini sampai akhir hayat ku."


Ha Neul benar-benar terharu mendengar kata-kata itu. "Aku juga akan merawat anak-anak kita dan juga kau sampai akhir hayat ku." Janji Ha Neul.


Ha Neul mencium pipi suaminya itu dan dibalas Taek Won dengan mencium bibir Ha Neul. Keduanya tersenyum bersama.



Taek Won kembali memeluk Ha Neul. "Semoga kita selalu bahagia selamanya."


 


🌸🌸The End🌸🌸