BUSAN, LOVE AFTER GI

BUSAN, LOVE AFTER GI
27. ENJOY A DAY IN BUSAN



KIM RAE


Alea sudah pulang dari rumah sakit sejak 2 minggu yang lalu.


Sekarang dia sudah pulih dan sehat kembali.


Bahkan kebiasaannya memasak makan pagi untuk kami semua pun sudah di lakukannya kembali sejak 1 minggu yang lalu.


Beberapa hari yang lalu, aku mengantar Alea untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter Nam.


Dan dokter Nam sudah mengijinkan Alea untuk kembali ke Indonesia karena kondisinya sudah pulih dan sehat kembali.


Dokter Nam membekali Alea beberapa macam vitamin untuk menjaga stamina dan imunitas tubuhnya.


....................


3 hari lagi Alea akan kembali ke Indonesia.


Ada yang aneh dengan perasaan ku.


Aku tidak dapat mengartikan kata aneh itu dengan jelas, seperti ada sesuatu yang mengganjal, sesuatu yang entahlah.


Semalaman aku tidak bisa tidur karena merasa sangat tidak nyama dengan perasaan ini.


Aku merasa ada banyak hal yang aku pikirkan, tapi sebenarnya pikiran ku kosong.


Ada semacam perasaan tidak rela Alea kembali ke Indonesia.


Kebersamaan kami selama hampir 4 bulan ini memberi ku banyak sekali kenangan manis bersamanya.


Saat ini kami sudah cukup dekat.


Ada banyak hal yang aku dan Alea lakukan bersama.


Bernyanyi bersama, ahhh...ya dia sangat pandai bermain gitar.


Kami juga melukis bersama, Ya dia pandai melukis juga.


Alea pandai di semua bidang seni


Kami juga pernah membuat kue bersama.


Olah raga bersama.


Dan tentu saja saling bercerita.


Sejak pukul 3 pagi aku duduk di kursi dapur.


Menikmati kopi yang ku seduh sendiri.


Mengingat kembali tentang semua hal yang pernah aku lakukan bersama Alea.


Dan sekarang sudah pukul 5 pagi, 2 jam aku terdiam disini.


Ku dengar pintu kamar Alea terbuka, dan benar saja, Alea keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ku.


"Selamat pagi", sapanya padaku sambil tersenyum.


"Pagi".


"Tidak biasanya jam segini kau sudah bangun", tanya Alea sambil mengenakan celemek.


"Aku tak bisa tidur".


"Kenapa?


Apa ada yg sedang kau pikirkan?", tanya Alea.


"Hanya satu dan dua hal saja, bukan hal yang penting.


Kau mau masak apa pagi ini?".


"Japchae dan omlet, apa kau menginginkan sesuatu yang lain?".


"Tidak, aku suka itu.


Apa yang bisa ku bantu?", tanya ku sambil mendekati Alea.


"Tidak perlu repot, ini bukan hal yang sulit, duduk saja di situ, ini akan cepat tersaji", tolak Alea.


"Tapi aku tetap ingin membantu mu.


aku asisten koki yang hebat di dormitory L-BOYS .


Jadi apa yang bisa ku lakukan?", kata ku bersemangat.


"Baiklah tuan asisten koki.


Pakai dulu celemek mu", Alea tersenyum manis, sambil menyerahkan celemek padaku.


aku putar-putar celemek pemberian Alea, tapi kenapa begini, bagaimana cara memasangnya?


Bagian mana yang harus aku masukkan di kepala.


"Hahahaha.....", Alea tertawa melihat kebingungan ku.


"Sepertinya ini terbalik", kata ku nyengir.


"Bagaimana bisa asisten koki tidak tau cara menggunakan celemek",


Ujar Alea sambil mulai membantu ku memasang celemek.


"Bagaimana? Aku semakin tampankan?", kata ku setelah Alea selesai memakaikan celemek kepadaku.


Ku letakkan 1 tangan ku di pinggang, dan tangan lainnya di pipi.


"Ya ya, kau sangat tampan tuan panda.


Bisa kita mulai sekarang memasaknya?".


"Tentu saja, berikan perintah mu padaku".


"Kupas dan cuci semua ini, lalu potong-potong".


"Okey, kupas, cuci, potong-potong, itu keahlian ku".


"Sudah ku cuci semua, sekarang bagaimana aku harus memotongnya?", tanyaku


Alea mengambil pisau dan memberi ku contoh cara memotongnya.


"Awas hati-hati jari mu bisa teriris".


Kami memasak sambil sesekali bercanda, ini menyenangkan.


Alea pandai memasak, tangannya sangat terampil sekali mengolah bahan-bahan makanan.


Aku sempat mengajaknya selca beberapa kali, aku juga merekam aktivitas kami dengan ponsel ku.


Alea menyuapi ku sesendok japchae,


Dan aku mengangkat 2 ibu jari ku padanya.


Japchae dan omlet telah matang.


Aku mulai menata semuanya di atas meja makan.


Sedangkan Alea tengah membuat teh dan susu panas.


Tepat pada saat itu, kulihat nuna berjalan menuju dapur.


"Selamat pagi", sapa ku pada nuna.


"Kau membantu Alea memasak ini semua?", tanya nuna sambil memperhatikan japchae, omlet, kimchi dan nasi yang sudah tertata di atas meja makan.


"Ya...dan ini rasanya pasti akan sangat lezat, chef Alea dan chef Rae yang memasaknya", ujar ku bangga.


"Aku tak sabar ingin mencicipinya", kata nuna.


Sesaat kemudian hyung dan Nari telah ikut duduk di meja makan bersama kami.


"Oppa, ini benar-benar enak", kata Nari.


"Ya, ini lezat.


Alea, bolehkah aku membawa japchae ini untuk bekal makan siang ku di kantor?", tanya hyung.


"Aku juga mau membawa bekal japchae".


"Aku akan menyiapkannya", kata Alea sambil beranjak dari kursinya.


"Aku saja yang menyiapkannya untuk mereka, nikmati saja makan pagi mu", ujar nuna menghentikan pergerakan Alea.


"3 hari lagi kau akan kembali ke Indonesia, nikmatilah sisah waktu mu disini, bersenang-senanglah.


Rae, antarkan dia berkeliling kota Busan, selama tinggal di sini Alea belum sempat berkeliling Busan", kata hyung.


"Tidak perlu Mr. Kim, itu akan sangat merepotkan Rae-ssi, aku tidak mau ada masalah karena itu", jawab Alea.


"Tidak akan ada masalah, aku hebat dalam menyamar", jawab ku.


"Rae benar, jadi kau tidak perlu khawatir Alea", ujar eonni.


Selamat bersenang-senang Alea", kata hyung.


"Selamat bersenang-senang eonni", Nari memeluk Alea.


"Kami berangkat....".


"Aku akan bersiap-siap, jadi kau juga harus bersiap-siap.


Kita harus segera berangkat, banyak tempat yang harus kita kunjungi", kata ku pada Alea.


...................


30 menit kemudian, aku sudah siap di ruang tamu.


Seperti biasa, aku menggunakan hodie, masker, kacamata dan topi.


Tak lama Alea pun telah siap.


Tidak jauh berbeda dari ku, Alea juga menggunakan jaket, masker dan kacamata.


"Sudah siap?", tanya ku.


"Ya, emmm....tak masalahkah?".


Tak ku hiraukan perkataan Alea.


"Nuna, kami berangkat", teriak ku sambil menarik tangan Alea.


"Ya, berhati-hatilah, jaga Alea baik-baik untuk ku Rae.


Selamat bersenang-bersenang", sahut nuna.


...............


Mobil ku meluncur di jalanan Busan dan ku arahkan menuju distrik Saha.



"Kita mau kemana?", tanya Alea.


"Kamu orang yang suka menikmati karya seni kan?".


"Ya".


"Aku akan mengajak mu ke tempat di mana seluruh area yang akan kita datangi ini adalah karya seni".


"Musium?", tanya Alea lagi.


"Lebih hebat dari itu", jawab ku sambil tersenyum.


Saat ini kami telah sampai di desa Gamcheon



Ku lihat wajah terkesima Alea saat mobil telah berhenti.


"Gamcheon culture village, Santorini Korea, Machu Picchu of Busan", gumam Alea.


"Kau tau tempat ini?", tanya ku.


"Tentu saja, tempat pengungsian pada tahun 1950an saat perang civil Korea yang kemudian pada tahun 2009 di ubah menjadi destinasi wisata yang mengagumkan", kata Alea dengan mata berbinar-binar.


"Wooww....kamu tau rupanya.


siap mengelilingi desa ini?".


"Kaki ku cukup kuat untuk itu, gajja", seru Alea bersemangat.


Kami berjalan mengelilingi desa Gamcheon yang jalanannya serupa dengan labirin.


Banyak sekali gang-gang dan lorong-lorong di desa ini, tapi tidak perlu khawatir tersesat, jika tersesat kita tinggal mengikuti ikan (papan penunjuk jalan berbentuk ikan).


Rumah yang bercat warna warni serta lukisan mural yang tersebar di seluruh lorang, atap, dinding dan aspalnya membuat Alea tidak berhenti mengucap kata woowww.



Aku senang melihatnya bahagia.


Kami mengambil banyak sekali foto dan rekaman video di setiap sudut desa Gamcheon.


"Ini benar-benar surganya seni jalanan", Alea masih juga kagum.


Alea membeli banyak cinderamata untuk oleh-oleh keluarga dan kerabatnya di Indonesia.


Kami juga membeli camilan-camilan yang banyak di jual di sana, es cream, es loli, takoyaki, hoettoek dan masih banyak lagi.


Setelah puas mengelilingi desa Gamcheon, kami kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan kami ke tempat wisata berikutnya


"Kau lelah?", tanya ku pada Alea saat berada di dalam mobil.


"Tidak, aku sangat bersemangat".


"Apa kau lapar? Kau ingin makan dulu sebelum kita lanjutkan perjalanan".


"Perutku masih sangat kenyang, aku makan camilan sangat banyak di dalam sana tadi", kata Alea sambil mengusap perutnya.


"Baiklah, kita berangkat sekarang", dan aku mulai mengemudikan mobil ku.


Ku arah kan mobil ku menuju distrik Nam.


Aku yakin Alea pasti akan suka tempat ini.


"Kemana kita sekarang?", tanya Alea.


"Kau akan tau nanti.


Kau begitu hebat di atas panggung, tapi aku tidak yakin nyali mu sehebat itu di tempat ini".


"Tempat uji nyali rupanya, kau mau bertaruh dengan ku?.


Kau boleh minta apa saja jika ternyata aku memang tidak punya nyali disana", kata Alea.


"Benarkah?.


Setuju.


Kau boleh minta apapun padaku jika ternyata kau memang seorang pemberani", jawab ku.


"Sepakat", ujar Alea penuh percaya diri.


.........................


"Oryukdo Skywalk", jerit Alea ketika kami telah sampai di lokasi wisata.



"Kau ingin menguji nyali ku disini?. Gajja, akan ku tunjukkan padamu seberapa besar nyaliku", sambungnya.


"Kau juga tau tempat ini?.


Daebak".


Oryukdo Skywalk, jambatan yang seluruhnya terbuat dari kaca.


Letaknya menempel pada tebing. Berbentuk "U", dengan ketinggian 35 meter di atas laut dan rentang 15 meter menjorok ke laut.


"Aaahhh.....ini sangat cantik", seru Alea saat berada di atas Oryukdo Skywalk.


"Dari jembatan ini kita bisa melihat pulau Oryukdo (gugusan 5-6 pulau)


5-6 pulau tergantung pasang surutnya air laut", kata ku sambil menunjuk gugusan pulau di depan kami.


"Apa pulau-pulau itu berpenghuni?".


"Tidak, kecuali pulau Deungdaedo, pulau Deungdaedo itu memiliki mercusuar", jelas ku pada Alea.


"Baiklah, apa aku perlu melompat-lompat disini untuk membuktikan nyali ku?", tanya Alea.


"Tidak, jangan lakukan itu, baiklah aku kalah, kau boleh minta apapun dari ku".


"Eemmm....belum terfikirkan.


nanti akan aku beritahukan pada mu jika sudah ada yang aku inginkan", ujar Alea.


Kembali kami mengambil benyak foto dan rekaman video di Oryukdo Skywalk.


Perpaduan antara pemandangan yang indah dann seorang gadis cantik berhijab dengan senyum lebar di wajahnya, menghasilkan foto yang menakjubkan.



Kami mampir ke sebuah restoran untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya.



Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan wisata kami


Aku arahkan mobil ku menuju Gwangan-dong.


Aku ingin menikmati senja dan menghabiskan malam bersama Alea di pantai Gwangalli.