
KIM RAE
Aku, Joon hyung, Minki hyung beserta staf BS telah sampai di Busan Cinema Center.
Gedung ini sungguh sangat megah.
Ukuran atapnya 2 kali luas lapangan sepak bola.
dibuka pada 29 September 2011.
Bangunan ini memenangkan Penghargaan Arsitektur Internasional pada tahun 2007.
Pada Juli 2013 , bangunan ini mendapat rekor dunia guinness
untuk atap kantilever terpanjang.
Busan Cinema Center merupakan salah satu tempat kebanggan kota Busan.
Tempat ini merupakan tuan rumah diadakannya Busan International Film Festival yang rutin diadakan setiap tahun.
Sebagai tempat salah satu festival paling populer di Asia ini, Busan Cinema Center berhasil menjadi simbol dari festival tersebut.
Busan Cinema Center memiliki 3 gedung yaitu :
Cine Mountain, BIFF Hill dan Double Cone.
Gedung utama yaitu Cine Mountain memiliki total 3 tempat teater untuk menayangkan film dan satu tempat teater bernama Haneulyeon untuk pertunjukkan seni.
Uniknya Busan Cinema Center memiliki atap terbesar didunia, dengan ukuran 2,6 kali lebih besar dari lapangan sepak bola.
Atap besar tersebut sering disebut dengan ‘Big Roof’.
Keindahan atap ini ditambah dengan 42.600 lampu LED yang mampu menciptakan ilusi indah di atap yang besar itu.
Dengan luas lebih dari 30 ribu meter persegi, Busan Cinema Center disebut-sebut sebagai tempat yang kompleks karena menggabungkan bioskop penayangan film dan panggung teater untuk pertunjukkan seni dalam satu gedung.
Seperti yang sudah kami perkirakan, tempat ini akan ramai sekali dengan pengunjung.
Kami di jaga ketat oleh para staff dan bodyguard.
Sebelum memasuki Haneulyeon, aku, Joon hyung dan Minki hyung menuju ruang tunggu artis, tempat Nari dan teman-temannya sedang melakukan persiapan.
"Nari-yaa", panggil ku pada Nari.
"Oppa, kau datang?.
Benarkah?.
Apa boleh begini?", tanya Nari terkejut saat melihat ku.
"Tentu saja boleh, oppa tampan mu ini yang mengurus semuanya", kata Joon hyung.
"Joon oppa, kau juga datang?.
Minki oppa juga?.
Ahhh...senangnya.
Dimana yang lainnya?", Tanya Nari.
"Hanya kami berdua yang datang, tapi mereka menitipkan salam dan hadiah ini untuk mu", kata Minki hyung sambil menyerahkan paperbag besar pada Nari.
"Woowww..., Gumawo", ucap Nari girang.
"Tidak bisa kah kau bersikap normal" bisik Joon hyung di dekatku, saat melihatku menengok kanan kiri mencari sesuatu.
"Apa kau mencari eonni Alea oppa?", Bisik Nari menggoda ku.
"Omong kosong, aku hanya melihat suasana disini saja".
"itu, eonni ada situ, dia sedang merias wajahnya?", tunjuk Nari pada meja rias di sudut ruangan.
"Kenapa dia memakai kostum?.
Kenapa dia merias wajah?", tanya ku pada Nari.
"Sebenarnya kondisi di sini sedang kacau oppa, rona dan 2 teman ku mengalami kecelakaan saat berangkat menuju kemari, jadi eonni yang akan menggantikan mereka bertiga di atas panggung", cerita Nari.
"Alea akan melakukan 3 peran sekaligus?", tanya ku terkejut.
"Iya, Rona dan ke 2 teman ku mendapat adegan tari kontemporer, memang tanpa dialog, tapi adegan mereka bertiga penuh dengan tarian yang sulit.
Terutama pada plot terakhir yang menjadi penutup pementasan.
Pada plot terakhir itu mereka akan menari dalam 1 frame durasi 30 menit.
Entah bagaimana eonni akan melakukan hal itu.
Jadi jika di hitung secara keseluruhan, eonni akan menari selama kurang lebih 1 jam lamanya
Sebenarnya aku sangat mencemaskan eonni", ujar Nari.
Segera ku hampiri Alea yang sedang merias wajahnya.
Aku tarik kursi dan duduk di dekatnya.
Dia sangat terkejut saat melihat ku.
"Kenapa kau ada disini?.
Apa kau gila?" , tanya Alea.
"Apa yang sedang kau lakukan?", tanya ku tanpa menjawab pertanyaannya.
"Jawab dulu pertanyaan ku!".
"BS memberiku ijin untuk datang ke acara ini.
aku datang bersama Joon hyung, Minki hyung beserta staf BS dan para bodyguard.
Apa yang sedang kau lakukan?" Tanyaku kembali.
"Aku sedang merias wajah ku".
"Kenapa kau merias wajah mu? Mengatur jalannya pertunjukkan tidak perlu memakai kostum dan merias wajah seperti ini", kata ku tajam.
"Terjadi beberapa masalah, tapi semua bisa ku selesaikan, jangan khawatir".
"Jangan khawatir?.
Kau akan mengambil 3 peran sekaligus, menari selama 1 jam dan kau bilang pada ku jangan khawatir?", kata ku dengan nada yang lumayan tinggi.
"Pelankan suara mu", Alea meremas lengan bajuku.
Joon hyung dan Minki hyung berjalan mendekati kami.
"Kendalikan diri mu Rae", kata joon hyung.
"Jangan membuat masalah disini", bisik Minki hyung.
"Maafkan aku hyung, tapi gadis ini benar-benar membuat ku gila", jawab ku.
"Bicaralah pelan-pelan padanya dan kendalikan diri mu, kami akan tetap disini agar kau tidak menjadi pusat perhatian" ujar Joon hyung.
"Akan ku pastikan dulu kamera staf BS sedang off".
Joon hyung menarik sebuah kursi dan duduk di dekat ku dengan posisi menutupi ku dan Alea.
"Kamera off, semua terkendali", kata Minki hyung saat kembali, dan dia juga ikut menarik kursi dan duduk di sebelah joon hyung dengan posisi yang sama, menutupi ku dan Alea.
"Jelaskan pada ku", kata ku pada Alea.
"Duduklah di kursi teater, dan nikmatilah pertunjukkan kami", jawab Alea.
"Aku meminta penjelasan mu Alea".
"Kau membuat ku merasa tidak enak kepada ke dua hyung mu, kau membuat mereka khawatir dengan tingkah lakumu.
Aku baik-baik saja, semua akan berjalan dengan lancar", ujar Alea.
"Maafkan kami Alea, jika kau merasa tidak enak kepada kami", kata Joon hyung.
"Bicaralah pada Rae, kau tidak perlu merasa tidak enak hati pada kami, anggap saja kami tidak ada", imbuh Minki hyung.
"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada kalian, sungguh ini cara memperkenalkan diri yang buruk dan memalukan", ujar Alea
"Alea, ceritakan padaku apa yang terjadi", tanyaku lagi.
"3 aktris ku mengalami kecelakaan, mereka sekarang sedang berada di rumah sakit, kondisi mereka tidak serius tapi tetap saja tidak memungkinkan untuk mereka melakukan pertunjukkan malam ini.
Aku putuskan untuk menggantikan mereka.
Hanya itu satu-satunya cara".
"Tidak adakah orang lain yang bisa menggantikan mereka?
Setidaknya menggantikan 2 diantara mereka", kata ku.
"Jangan bodoh, tidak ada pemain cadangan dalam teater.
Dan jangan pernah memberiku saran untuk menghilangkan adegan mereka bertiga, karena itu sama saja dengan menghapus separuh dari pertunjukkan ini.
Sudah aku bilang kan, ini adalah satu-satunya cara".
"Kau akan mengatur jalannya pementasan ini, sekaligus bermain di atas panggung, dan bukan hanya 1 peran, tapi kau melakukan 3 peran.
Itu hal yang tidak masuk akal Alea", kata ku geram.
"Aku bisa melakukannya", jawab Alea.
"Aku tau kau bisa melakukannya, tapi kau tidak akan baik-baik saja setelahnya".
"Aku akan baik-baik saja".
Seorang pria dengan kaos bertuliskan "CREW" mengumumkan bahwa aktris teater di harapkan segera bersiap di belakang panggung karena 20 menit lagi pertunjukkan akan di mulai.
Alea berjalan mendekati para aktrisnya.
"Kemarilah kalian semua, kita berdo'a sebentar untuk kesuksesan pementasan malam ini dan untuk kesembuhan Rona, Min Jae serta Sun Hee ", Alea mengajak aktrisnya untuk berkumpul di dekatnya dan berdo'a bersama.
Setelah itu, mereka semua menyatukan tangan dan berseru 'FIGHTING' bersama-sama.
"Kalian pergilah dulu, aku akan cepat menyusul, aku perlu memperbaiki riasan ku sedikit lagi", ujar Alea.
"Baikkk....", kata mereka serempak.
Dan mereka keluar ruangan untuk menuju ke belakang panggung.
Alea kembali menghampiriku yang masih tetap duduk di tempat ku semula.
Begitu Alea dekat dengan ku, ku tarik tangannya dan mengajaknya masuk ke dalam ruang ganti pakaian.
Brakkk....ceklik,
ku tutup dan ku kunci pintunya.
"Shiiittttt" kudengar Joon hyung dan Minki hyung mengumpat bersamaan.
"Kau benar-benar membuat masalah besar", ujar Alea putus asa.
"Aku tidak peduli.
Berjanjilah padaku, kau akan baik-baik saja", tukas ku sambil menggenggam kedua tangan Alea erat.
"Aku janji aku akan baik-baik saja, semua akan berjalan dengan lancar, percayalah padaku", yakin Alea.
Ku tempelkan keningku di puncak kepalanya.
Yang bisa ku lakukan hanya berdo'a untuk gadis ini.
"Baiklah, lakukan dengan baik", ucap ku pada akhirnya dan dia tersenyum lebar padaku.
Ku buka kunci ruang ganti pakaian, aku keluar terlebih dahulu menghampiri ke dua hyung ku.
"Hyung, aku tidak bisa ikut kalian duduk di bangku penonton, aku akan berada di belakang panggung", kata ku.
"Apa kau gila?", Seru Joon hyung.
"Kau benar-benar kehilangan akal", Minki hyung bergumam.
Kami bertiga menghentikan percakapan saat kami lihat Alea keluar dari ruang ganti pakaian.
"Aku harus pergi, nikmatilah pertunjukannya", pamit Alea kepada kami bertiga.
"Ya tentu saja", jawab Joon hyung.
"Aku akan tetap melakukan hal itu hyung", kata ku bersikeras saat Alea telah keluar dari ruang artis.
"Baiklah, aku akan mencoba berbicara pada manager Sung", dan Joon hyung menghampiri manager Sung.
Setelah Joon hyung berbicara pada manager Sung, mereka berdua menghampiriku.
"Kali ini apa lagi?
Siapa perempuan itu?", tanya manager Sung pada ku.
"Ini bukan saat yang tepat untuk menjelaskannya, akan ku jelaskan nanti, tapi aku mohon, ijinkan aku berada di belakang panggung".
Ku lihat pria tinggi besar itu menarik nafas dalam dan berfikir sejenak.
Dia sudah seperti kakak bagi kami semua member LUXURY BOYS.
manager Sung orang yang baik dan ramah, selalu membantu kami dan mendampingi semua kegiatan kami, baik itu kegiatan L-BOYS atau pun kegiatan individu.
Manager Sung pernah mendampingi ku menonton Final Piala Dunia di Rusia
Pernah juga mendampingi Hyujin hyung menonton konser di Amerika.
"Baiklah, tapp untuk menit awal, kau harus duduk diam di kursi penonton, karena kami harus menggambil gambar kalian bertiga di sana, setelah itu kami akan fokuskan kamera pada panggung"
Manager Sung memanggil para staf yang saat ini mendampingi kami.
Dia menjelaskan kepada mereka semua skenario syuting hari ini.
Dan meminta para staf yang mengikuti kegiatan kami pada hari ini untuk menutup mulut rapat-rapat, tidak membocorkan apapun yang mereka lihat hari ini termasuk pada Yong Junim.
Untungnya malam ini penonton tidak di perbolehkan merekam pertunjukkan, bahkan ponsel pun harus dimatikan selama pertunjukkan berlangsung.
yang mendapatkan izin untuk merekam jalannya pertunjukkan hanya crew Festival Seni Busan dan para staf BS.
"Terima kasih, terima kasih untuk bantuan dari kalian semua",
aku membungkukkan tubuhku berkali-kali mengucapkan terima kasih atas bantuan yang para staf berikan kepadaku.
"Baiklah, ayo kita lakukan", kata maneger Sung sambil menepuk punggungku.
Kami semua segera menuju ke ruang teater, 5 menit lagi pertunjukkan akan segera di mulai.