BUSAN, LOVE AFTER GI

BUSAN, LOVE AFTER GI
16. RAD ROSE BAUQETS FOR YOU



KIM RAE


Proyek pertunjukkan teater Alea di 3 tempat dalam rangka festival seni Busan sukses besar.


Alea banyak mendapat pujian dari anggota dewan yang menghadiri acara tersebut.


Tapi sayangnya aku hanya dapat menghadiri 1 pertunjukkan saja, karena begitulah, aku tidak pernah bisa bebas pergi kemana pun sesuka hati ku.


Aku perlu mendapatkan ijin dari pihak Blue Sky untuk mendatangi suatu acara.


Pembukaan pementasan teater yang diadakan di Sekolah Seni Busan tempat nari bersekolah tidak dapat aku hadiri.


Aku harus puas hanya dengan menontonnya melalui rekaman yang di ambil oleh hyung dan nuna.


Pementasan ke-2, yang di adakan di Busan Cultural Center pun tidak dapat aku hadiri, aku tidak mendapat ijin untuk menghadirinya dari Blue Sky.


Aku benar-benar frustasi.


Saat itu, ingin sekali rasanya aku berlari kesana tanpa memperdulikan semua larangan yang di berikan kepadaku.


Aku hanya ingin melihat secara langsung Nari berlakon di atas panggung teater.


Aku ingin sekali melihat Alea mengatur pertunjukan di sana.


Beberapa jam sebelum pementasan di mulai, aku sempat menghubungi Alea melalui sambungan video call.


"Hai..., Semua berjalan lancar?", Tanya ku pada Alea.


"Tentu saja, semua berjalan sangat baik, tapi aku agak gugup".


"Ini pertunjukkan ke-2 mu, kenapa harus gugup?".


"Entahlah, selalu seperti ini setiap kali akan memulai".


"Kau melatih mereka dengan baik, kau juga sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.


Aku yakin saat ini pun akan sukses besar".


"Itu yang aku harapkan", jawab Alea.


"Kau tau", kata ku pada Alea.


"Apa?".


"Aku ingin terbang ke sana sekarang juga".


"Bersabarlah, semua demi kebaikan mu".


"Akhhh...aku benar-benar frustasi. aku bosan di rumah sendirian, sedangkan semua orang bisa menikmati pertunjukkan disana.


Aku ingin melihat Nari di atas panggung, aku juga ingin mendukung mu secara langsung disana".


"Do'a mu untuk ku dan Nari, merupakan dukungan terhebat buat kami".


"Katakan bahwa kau ingin aku ada di sana untuk mendukung mu, dan aku akan langsung pergi ke sana sekarang juga".


"Lalu?".


"Aku akan segera berada di sana untuk menemui mu, secepat yang aku bisa".


"Blue Sky tidak memberi mu ijin untuk berada disini".


"Aku ambil resiko itu jika kau katakan, kau ingin aku berada di sana".


"Tetaplah berada di rumah, dukung aku dari sana dengan do'a mu, maka aku akan mendapatkan sukses besar untuk pertunjukkan malam ini".


"Kau tidak ingin aku berada di sana untuk mendukung mu?", tanya ku kecewa.


"Tidak untuk saat ini".


Aku menarik nafas panjang.


"Ayolah..., Jangan begitu, kau membuat samangat ku menghilang.


Tersenyumlah, beri aku banyak dukungan", kata Alea


"Aku harap pertunjukan mu malam ini akan berjalan dengan baik.


Alea, fighting...", kata ku sambil mengepalkan tangan dan tersenyum lebar.


"Fighting....", balas Alea


"Ahhh...aku lupa, aku punya sesuatu untuk mu", kata ku.


"Apa itu?".


Ku masukkan tangan ku kedalam saku kemejaku kemudian ku keluarkan dengan jari yarg membentuk simbol heart.


Ku kirim kan finger heart pada Alea sambil tersenyum.


"Hahahah...", dia tertawa sambil memberikan finger heart juga untuk ku.


Dan ada warna pink tertoreh di kedua pipi Alea.


"Sampai jumpa di rumah oppa", kata Alea kemudian sambil melambaikan tangan, lalu memutus sambungan video call kami.


Tunggu, dia memanggil ku apa tadi?


Oppa


Benarkan itu yang dia katakan Alea???


Apa aku salah dengar???


Tidak, aku yakin tadi Alea memanggil ku oppa.


Aku melompat-lompat kegirangan seperti orang gila.


Entah mengapa panggilan 'oppa' dari Alea tadi membuat ku sangat gembira.


Dan pada pertunjukkan ke-3 yang merupakan pertunjukan terakhir, bertepatan dengan puncak acara Festival Seni Busan, yang diadakan di Haneulyeon Busan Cinema Center, aku mendapatkan ijin dari Blue Sky untuk menghadirinya.


Tentu saja beberapa staff Blue Sky juga akan ikut, di tambah beberapa bodyguard juga akan turut serta untuk melindungi kami.


Tidak akan menyenangkan, tapi lebih baik daripada aku tidak dapat hadir sama sekali di pertunjukkan itu.


Apalagi ini adalah pertunjukkan terakhir Nari dan Alea dalam acar festival Seni Busan tahun ini.


Pukul 11.00 siang staff Blue Sky bersama beberapa bodyguard menjemput ku di rumah untuk menuju Park Hyatt Hotel.


Joon hyung dan Minki hyung sudah ada di sana sejak semalam.


Kami akan berangkat ke Busan Cinema Center bersama.


Setelah menaruh tas di kamar hotel, aku segera menuju kamar Joon hyung.


"Heyyyy......", Teriak ku girang begitu masuk kamar Joon hyung


"Rae....kau sudah datang", kata Joon hyung,


Joon hyung dan Minki hyung menyambut ku dan lalu kami saling berpelukan.


"Aku merindukan mu, hamir 3 bulan kita tidak bertemu", ujar minki hyung.


"Bagaimana kabar kalian?", tanya ku.


"Sangat baik saat bertemu dengan mu", ucap Joon hyung.


Kami begitu gembira bisa bertemu, segera saja kami saling bercerita, mengobrol dan bercanda.


Sesuai jadwal kami akan berangkat ke Busan Cinema Center pukul 5 sore.


Dan 2 jam sebelum berangkat aku sudah sangat sibuk mempersiapkan diri.


"Apa yang sedang kau lakukan?", tanya Joon hyung yang baru saja masuk ke kamar ku sambil membawa kotak makan siang untuk ku.


"Bersiap-siap", jawab ku.


"Bersiap-siap untuk apa?", Minki hyung yang ada di belakang Joon hyung bertanya.


"Tentu saja untuk acara puncak Festival Seni Busan".


"Tidak kah menurut mu ini terlalu awal?", tanya Joon hyung kembali.


"Aku rasa tidak, aku butuh waktu extra untuk mempersiapkan diri, aku ingin tampil menawan malam ini".


"Uuuu..., Untuk siapa kau ingin tampil menawan?", Goda Minki hyung kepada ku sambil menaik turunkan alisnya.


"Tentu saja untuk....".


"VVIP....", Seru kami ber 3 bersamaan, lalu tertawa.


"Dia tau kau akan datang malam ini?", tanya Minki hyung.


"Tidak", kata ku sambil tersenyum penuh arti.


"Jadi ini kejutan untuknya?", tanya Minki hyung lagi.


"Kira-kira seperti itu".


"Ahhh...kau romantis", ujar Minki hyung.


"Siapa yang sedang kalian bicarakan?", tanya Joon hyung.


"Ini rahasia kami hyung, kau tidak perlu tau", jawab Minki hyung.


"Begitukah???


Begitukah cara kalian memperlakukan hyung mu ini.


Yaa Kim Rae, kamu bisa hadir di acara nanti malam karena aku merengek pada Yong Junim.


Lee Minki, aku yang mengajak mu datang ke sini",


omel Joon hyung panjang lebar sambil membelalakkan mata lucu.


Aku dan Minki hyung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah hyung tertua kami ini.


"Ooo....baiklah, gamsahabnida", ucapku pada Joon hyung sambil menundukkan badan.


2 orang staff masuk ke dalam kamar ku.


Di tangan mereka ada buket bunga besar.




"Terima kasih", kata ku pada mereka.


"Dari siapa?", tanya Minki hyung mendekati 2 buket bunga itu.


"Jangan di sentuh", kata ku memperingatkan.


"Itu untuk Nari", lanjut ku.


"Untuk Nari?


Buket mawar pink oke lah untuk Nari, tapi ini, yang satu lagi buket mawar merah, apa kau akan menyatakan cinta mu pada Nari?


Apa kau bercanda?", Joon hyung kembali mengomel.


"Tentu saja bukan untuk Nari?


Mawar merah untuk mentor Nari", kata Minki hyung sambil tertawa.


"Hyung, kau benar-benar tidak dapat menjaga mulut mu, kau terlalu banyak bicara".


"Aaaa....begitu rupanya, aku mengerti sekarang kenapa kau perlu waktu 2 jam untuk mempersiapkan diri", Joon hyung mengangguk-anggukkan kepalanya.


Aku hanya bisa tersenyum salah tingkah.