BUSAN, LOVE AFTER GI

BUSAN, LOVE AFTER GI
21. WHAT SENSATION IS THIS?



KIM RAE


Saat ini aku dan Sungnim berada di depan ruang operasi.


Menunggu Alea yang sedang di operasi.


Aku benar-benat cemas.


Kenapa ada gadis sekeras kepala Alea.


Aku berdiri dari duduk ku ketika ku lihat dokter keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana kondisi Alea dokter", tanyaku.


"Syukurlah operasinya berjalan dengan lancar, dia akan segera pulih jadi jangan khawatir.


Kami akan segera memindahkannya ke kamar perawatan", kata dokter tersebut sambil menepuk pundak ku.


"Syukurlah, terima kasih banyak dokter", kata ku sambil membungkukkan badan.


Beberapa menit kemudian, brankar Alea di dorong keluar dari ruang operasi oleh beberapa orang perawat.



"Kami akan memindahkannya di kamar perawatan", kata seorang perawat kepadaku.


Dan aku mengangguk tanda mengerti.


Kini Alea telah berada di ruang perawatan.


Aku sengaja memesan kamar VVIP agar lebih nyaman dan privasi kami bisa terjaga.


Kamarnya cukup luas, di lengkapi dengan pendingin ruangan, 1 set sofa, lemari es, TV, meja dan kursi, pemanas ruangan serta 1 ranjang untuk wali pasien.


"Pasien masih dalam pengaruh obat bius, jadi mungkin dia akan tertidur dalam beberapa jam ini.


Untuk saat ini pasien belum boleh makan apapun.


Dia hanya boleh minum air putih saja.


Kami akan berkunjung setiap 6 jam.


Jika pasien siuman atau ada sesuatu yang terjadi pada pasien segera panggil kami", kata salah seorang perawat dengan ramah.


"Ini baju, kain penutup kepala dan perhiasan yang di kenakan oleh pasien saat tiba di rumah sakit tadi", kata perawat yang satunya sambil menyerahkan sebuah kantong pelastik kepadaku.


"Baik, saya mengerti, terima kasih", kata ku pada ke 2 perawat tersebut.


"Sung hyung, tidurlah di ranjang itu, kau pasti sangat lelah", kata ku pada Sungnim.


"Tidak, aku akan keluar sebentar mengurus beberapa hal.


Kau beristirahatlah".


"Baiklah", jawab ku.


Aku duduk di kursi samping ranjang Alea.



Ku sentuh tangan Alea


Ku amati jari-jarinya satu persatu.


Alea memiliki jari yang lentik dengan kuku pendek yang rapi.


Ujung jari-jarinya kapalan, ini serupa kapalan yang ada di ujung jari ku, sepertinya Alea bisa bermain gitar.


dan ada tahi lalat kecil di jari manisnya, membuat jarinya tampak indah.


Kepala Alea tidak tertutup hijab, saat ini kepalanya tertutup semacam hair net berwarna hijau.


Kemudian aku telusuri setiap inci wajahnya.


Dahinya yang halus.


matanya terpejam, bulu matanya panjang dan lentik.


hidungnya cukup tinggi pas dengan proporsi wajahnya yang mungil.


Pipinya sedikit chubby dengan 1 tahi lalat kecil di sebelah kanan.


Bibirnya mungil dan berwarna pink ranum, sepertinya terasa manis.


Lehernya....


aku menelan air liur ku dengan susah payah.


Leher Alea selalu tertutup hijabnya.


Tapi kali ini lehernya...


lehernya jenjang, halus dan putih, di leher sebelah kiri nya ada tahi lalat yang terlihat menggoda.


Tiba-tiba muncul gelenyar aneh di perutku.


Aagghhh....ku gelengkan kepala ku kuat, sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan.


Ada pesan masuk di ponsel ku.


Dari : Joon hyung


Apa operasinya sudah selesai?


^^^Ya, operasinya berjalan^^^


^^^dengan lancar^^^


Syukurlah, aku senang


mendengarnya


^^^Maaf untuk hari ini hyung^^^


^^^Aku telah membuat kekacauan^^^


Tak masalah, jangan


kau pikirkan


^^^Istirahatlah, kau pasti lelah^^^


Baiklah, kau juga


harus istirahat,


sampaikan salam ku


untuk Alea


^^^Akan ku sampaikan^^^


^^^saat dia siuman.^^^


^^^Selamat beristirahat^^^


Sungnim kembali dengan membawa kantung besar berisi berbagai macam makanan dan minuman.


Kemudian dia menata beberapa box makanan serta 2 botol air mineral dan 1 susu pisang kesukaan ku di atas meja.


"Aku membeli ayam goreng, ayo kita makan bersama", kata Sungnim.


Aku berjalan menuju meja.


Sebenarnya aku sama sekali tidak berselera, tapi untuk menghormati sungnim, aku duduk dan memakan beberapa potong ayam goreng.


"Aku sudah mengurus semuanya.


Aku sudah meminta manager rumah sakit untuk merahasiakan soal keberadaan mu di sini.


Biaya rumah sakit hingga 10 hari kedepan sudah aku selesaikan, kau hanya tinggal tanda tangan saja.


Besok jam 1 siang, aku, Joon , Minki dan semua staff harus kembali ke seoul.


Tapi aku akan meninggalkan beberapa orang bodyguard untuk menjaga mu di sini.


Sebentar lagi mereka akan datang".


"Terima kasih banyak hyung, maaf aku telah banyak merepotkan mu".


"Tapi besok aku harus mengatakan tentang semua kejadian malam ini kepada yong Junim.


Aku tidak mungkin merahasiakan hal seperti ini darinya.


Kita akan mendapat masalah besar jika yong Junim tau tentang semua ini dari paparazi".


"Aku mengerti hyung, aku akan bertanggung jawab untuk semuanya kepada Yong Junim".


"Malam ini aku akan tetap disini, tapi besok pagi aku harus kembali ke hotel, untuk bersiap pulang ke Seoul".


"Baik".


4 orang bodyguard masuk kedalam kamar dan berbicara dengan Sungnim.


Sesaat kemudian 2 orang bodyguard keluar dan berjaga di depan pintu kamar.


2 orang lainnya tetap duduk di sofa untuk berjaga di dalam.


"Apa kalian sudah makan?", tanyaku pada ke 2 bodyguard itu.


"Sudah, tadi kami makan di hotel".


"Baiklah, jika haus kalian bisa mengambil minum di dalam lemari es, kalian juga bisa menyeduh kopi".


"Baik, terima kasih", sahut ke 2 bodyguard tersebut.


Aku kembali duduk di kursi samping ranjang Alea.


Sepertinya aku punya hoby baru, hoby memandang wajah Alea.


.....................


Aku merasa pundak ku di tepuk seseorang.


"Rae, Rae, bangunlah".


"Ya", sahutku sedikit terkejut.


Ah rupanya Sungnim yang membangunkan ku.


Aku tertidur dalam posisi duduk di kursi dengan kepala di atas ranjang Alea dan tangan ku menggenggam jemari Alea.


"Aku harus kembali ke hotel, aku sudah membelikan makan pagi untuk kalian semua", katanya padaku.


"Ah...baiklah hyung".


"Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu, jangan bertindak gegabah dan ceroboh".


"Ya hyung, aku mengerti", jawabku.


"Aku pergi sekarang.


Jaga dirimu baik-baik", pamitnya sambil menepuk punggungku lalu melangkah pergi.


Aku tatap Alea yang belum juga siuman.


Ku belai dahinya perlahan,


"Cepatlah bangun, jangan membuat ku cemas".


Aku melangkah ke arah kamar mandi, untuk membersihkan diri dan berganti baju.


Untunglah semalam para bodyguard itu datang sambil membawa tas, baju dan semua barang-barang ku yang ada di kamar hotel.


Kemudian aku menuju meja, disana sudah tersedia 5 box dosirak, nasi box yang di jepang biasa di sebut bento, 5 botol air mineral dan 1 susu pisang.


"Hyung, kemarilah kita makan bersama", kata ku pada 2 bodyguard yang sedang duduk di sofa.


Kami bertiga makan bersama di satu meja, sambil mengobrol ringan.


Setelah mereka berdua selesai makan, mereka memanggil rekannya yang sedang berjaga di depan pintu untuk makan.


"Silahkan hyung, nikmatilah makan paginya, aku sudah selesai makan", kata ku pada 2 bodyguard yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"Selamat pagi", sapa 2 seorang perawat yang baru saja memasuki kamar.


Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Kami akan mengecek kondisi nona Alea dan membersihkan badannya" kata salah satu perawat.


"Ah ya baiklah", jawab ku.


Perawat mulai memeriksa cairan infus Alea kemudian menggantinya


Mengukur suhu tubuh Alea


Mengukur tekanan darahnya


Memeriksa tekanan oksigen


Juga mengecek layar monitor yang ada di sebelah ranjang Alea


Kemudian mencatatnya.


Salah seorang perawat mulai menutup tirai yang ada di sekeliling tempat tidur alea.


Beberapa saat kemudian tirai di buka kembali.


"Dokter akan melakukan pemeriksaan pada pukul 9 pagi", kata salah seorang perawat.


"Baik".


"Kami permisi dulu".


"Terima kasih".


Ku hampiri ranjang Alea


Perawat melepas hair netnya.


Rambut Alea hitam panjang.


Ahhh....cantik,


Baru kali ini aku bisa melihat Alea tanpa hijab nya.


.....................


"Selamat pagi", dokter yang semalam mengoperasi Alea masuk ke dalam kamar dengan seorang perawat.


"Pagi dokter", jawabku sambil berdiri dari duduk ku.


"Aku akan memeriksa kondisinya".


"Ya silahkan dokter".


Dokter mulai memeriksa Alea.


Memeriksa detak jantungnya dengan stetoskop.


Memeriksa tekanan nadinya.


Memeriksa pergerakan pupil matanya.


Dan ketika dokter menyibakkan sedikit pakaian Alea ke atas untuk memeriksa luka operasi di perutnya.


Aku.....


Tenggorokan ku tiba-tiba terasa kering, terlihat perutnya yg rata, pinggangnya yang ramping dengan kulit yang putih dan halus.


Ku gigit bibir bawah ku kuat.


Aku....


gelenyar aneh itu terasa lagi di perutku.


Sial, apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan Rae, makiku dalam hati sambil memalingkan muka ku ke arah samping.


"Bagaimana kondisinya dokter?", tanyaku setelah dokter selesai memeriksa.


"Semuanya baik, tapi tekanan darahnya masih sedikit rendah".


"Tapi mengapa dia belum juga sadar?".


"Kita tunggu sampai besok, jika sampai besok dia belum juga siuman, kita lakukan pemeriksaan MRI".


"Baik dokter, saya mengerti".


"Baiklah, saya permisi".


"Terima kasih".


Aku merapikan selimut Alea.


Ku sentuh rambut panjangnya yang halus.


Dia cantik.


Ku rabah dada sebelah kiri ku.


Detak jantungku terasa cepat.


Mungkin aku juga perlu pemeriksaan MRI.


ada yang tidak beres dengan jantung dan otak ku.