BUSAN, LOVE AFTER GI

BUSAN, LOVE AFTER GI
12. COUNTING STAR



KIM RAE


Ku pandangi bintang-bintang di langit sana.


Ada rasa lega dalam hatiku.



Tring


Ada pesan masuk di ponsel ku


Gi mengrimi ku sebuah pesan.


Dari : Gi


Mianhae,


Aku senang melihatmu baik-baik saja.


Ah...Gi, aku mulai bisa mengendalikan diriku, tapi aku masih butuh waktu untuk membuat semuanya kembali seperti semula.


Ku dengar suara langkah kaki Alea berjalan mendekati ku dan kemudian dia duduk di sampingku.


"Nari sudah masuk ke kamarnya?",


Aku mulai membuka percakapan.


"Ya".


Ku lihat jam di layar ponsel ku.


22.26


Ternyata sudah larut malam.


"Apa kau sudah mengantuk?", Tanya ku pada Alea.


"Belum....".


"Tolong temani aku disini malam ini, aku mohon", pinta ku pada Alea sambil menunduk.


Sebenarnya aku merasa tidak enak pada Alea.


tapi saat ini aku butuh teman bicara.


Saat ini aku sedang tidak ingin sendiri.


aku ingin berbagi kegelisahan ku pada seseorang.


Aku tidak sanggup menanggung kegilaan ini seorang diri.


"Baiklah, akan ku temani kau menghitung bintang disini", ucapnya.


"Aku merindukan mereka", kata ku.


"Siapa?".


"Hyung L-BOYS ku".


"Sangat jelas sekali", jawabnya sambil tertawa kecil.


"Benarkah?".


"Itu yang tertulis di mata mu", Alea menunjuk mata ku dengan jari telunjuknya.


"14 tahun aku bersama mereka, jadi kami mempunyai semacam ikatan khusus",


Aku mulai bercerita banyak kepada Alea.


Aku tumpahkan semua kegelisahan ku padanya.


Aku luapkan semua rasa yang mengganggu ku padanya.


Dia benar-benar pendengar yang baik.


dia memberikan atensi penuh terhadap ku.


Dia dengarkan semua ocehan ku tanpa bosan dan tanpa intrupsi.


Bahkan saat aku mengakui bahwa mantan kekasih ku adalah seorang pria, ya aku mengakui kepadanya bahwa aku mencintai seorang pria, bahwa aku telah di campakkan oleh pria itu dan menjadi gila karenanya.


Sikapnya tetap tenang


Dia tidak menunjukkan ekspresi terkejut, menghina atau merendahkan ku.


Bahkan saat aku berkata bahwa aku menjijikkan, dengan tegas dia menjawab "tidak".


"Cinta itu anugrah, tidak ada seorang pun yang dapat menolak kehadirannya.


Kau tidak dapat menolak hadirnya cinta,


Tapi kau bisa memilih cinta mana yang akan kau perjuangkan.


Seperti halnya kau memilih seorang pria sebagai kekasih mu, padahal kau bisa saja memilih wanita menjadi kekasihmu.


Jangan menilai dirimu sendiri dengan terburu-buru.


Ada banyak faktor yang membuat seseorang menjadi tidak normal.


Apa kau mempunyai kecenderungan itu sejak kau masih dalam kandungan?.


Atau itu hanya disebabkan dorongan nafsu saja?.


Atau itu disebabkan pengalaman seksual mu sebelumnya?.


Atau penyebabnya dari pengaruh lingkungan?.


Cinta yang bagaimana?.


Cinta karena merasa memiliki nasip yang sama, cinta karena iba atau cinta karena terbiasa?.


14 tahun kalian hidup bersama, berjuang bersama, berbagi suka dan duka, aku tidak akan heran jika diantara kalian tumbuh rasa cinta, tapi cinta yang bagaimana?.


saat kau sudah yakin dengan apa yang kau rasakan, maka kau akan dapat memutuskan apakah kau perlu sekecewa ini?.


Apakah kau perlu sesedih ini?.


Apakah kau perlu seterpuruk ini?. Apakah kau perlu semarah ini?.


Atas putusnya hubungan mu dengan dia.


Apa benar dia brengsek seperti yang kau katakan pada ku tadi?.


atau dia hanya sekedar sadar lebih dulu darimu atas perasaannya yang sesungguhnya, sehingga dia memutuskan hubungan asmara kalian".


Alea menjawab semua kegelisahan ku tanpa memojok kan ku.


Alea membuka pikiran ku.


Alea membuatku mampu melihat dengan lebih jelas lagi.


Alea membantu mengurai kusutnya perasaan ku.


Aku merasa sangat lega.


Aku merasa perasaanku sekarang menjadi jauh lebih baik.


Aku merasa menemukan semangat ku kembali.


Luka yang di torehkan Gi memang masih dapat aku rasakan dengan jelas.


Darahnya pun masih mengucur deras.


Tapi setidaknya sudah tidak terasa sakit lagi meskipun aku memang hancur.


Aku sadari, cinta ku untuk Gi tidak bisa semudah itu sirna, butuh waktu dan butuh proses untuk itu, karena cinta tidak bersemayam di ingatan tapi terpatri di hati.


Dan aku sadar sekarang, bahwa hidupku tidak akan berakhir hanya karena malam di mana Gi meninggalkan ku adalah malam yang menyedihkan untuk ku.


Mengapa kau harus meratapi kisah yang telah berakhir?.


Aku harus mulai menyembuhkan diri, hanya aku yang bisa menyembuhkan diriku sendiri,


Hanya aku yang bisa melakukan itu.


Mungkin akan sulit, tapi aku harus memulainya.


Aku tau semua akan baik-baik saja.


Ada banyak orang yang mencintaiku dan mendukungku di sekitarku.


Aku tidak boleh terus menerus membuat mereka kecewa karena sikap bodoh ku.


ALEA AL ZAHIRA


kau memang sangat keren.


Kami habiskan malam itu dengan bercanda dan tertawa.


Aku sangat menikmati malam ini.



Jarum jam menunjukkan Pukul 01.50


Alea memasuki kamarnya untuk beristirahat, aku pun memasuki kamar ku untuk beristirahat, setelah sebelumnya kami saling mengucapkan "selamat tidur"


Ya "selamat tidur Alea, bermimpilah yang indah, terima kasih sudah menemaniku menghitung bintang malam ini.


Sudah hampir 30 menit aku mencoba untuk tidur, tapi tetap saja aku tidak bisa terlelap.


Aku masih bergelut memikirkan kebodohan ku selama ini.


Ahhh...mengapa aku sebodoh itu.


Mengapa pikiran ku sepicik itu.


Mengapa aku begitu lemah.


Mengapa aku tidak dapat berfikir jernih.


Mengapa aku sangat kekanak-kanakan.


Aku ambil ponsel ku, dan ku buka foto-foto yang ku ambil tadi.



Ternyata aku mengambil begitu banyak foto tadi..


Dan banyak di antara foto yang aku ambil tadi adalah hasil dari candid camera ku.


Alea dan Nari objek yang bagus untuk ku jadikan korban bidikan lensa kamera ku.


Mereka begitu natural, terlihat bagus sekali hasilnya.


Alea


Alea


Alea


Alea Al Zahira


Tring


Ada pesan masuk di ponsel ku


Dari : Minki hyung


Apa pestanya sudah berakhir?.


Kuletakkan kembali ponsel ku tanpa membalas pesan dari Minki hyung.


Kucoba untuk memejamkan mata ku kembali.


Tring


Pesan masuk lagi.


Dari : Minki hyung


Kau tidak mungkin membaca pesan ku sambil tidur kan?.


Ayolah, jangan lakukan ini, balas pesan ku.


Apa aku harus menelpon mu?.


Aku telpon sekarang ya?.


Rae


Rae


Rae


Dia tidak akan berhenti sebelum aku membalas pesannya.


^^^                                Aku mau tidur hyung.^^^


Jawab dulu pertanyaan ku.


^^^                                 Mwo?.^^^


Apa kabar?.


^^^                                           Bukan kah tadi           sudah ku jawab.^^^


Apa kabar hatimu?.


^^^Baik-baik saja.^^^


Syukurlah, sekarang aku lega.


Baiklah kau boleh tidur sekarang.


Sampaikan salam ku pada mentor Nari.


^^^Jangan harap.^^^


😂😂😂😂


Kau kejam sekali.


^^^Pergilah, aku mau tidur^^^


Baik baik, selamat tidur.


^^^Hmmm....^^^


Ku matikan ponsel ku.


Aku tidak mau ada yang mengganggu lagi.


Sekarang aku benar-benar mengantuk.


Aku harus segera tidur.