BROTHER HUG

BROTHER HUG
Fakta Tentang Kondisi Sang Adik



"Tunggu dulu. Tadi Bibi Hana mengatakan kalau Damian ikut balapan lagi. Jangan bilang kalau Damian sudah sering mengikuti balapan itu?" tanya Daaris menatap Bibi Hana.


"Bibi jawab!" sergah Daanii.


"Iya. Tuan muda Damian memang sering mengikuti balapan. Balapan yang diikuti oleh tuan muda Damian adalah balapan motor. Tapi malam ini tuan muda Damian akan mengikuti balapan mobil. Dan malam ini adalah balapan pertamanya setelah empat tahun tuan muda Damian tidak pernah mengikutinya lagi. Karena....." ucapan Bibi Hana terhenti dan air matanya tiba-tiba saja mengalir dan hal itu sukses membuat Dandy dan kelima adik-adiknya makin panik dan khawatir terhadap Damian.


"Karena apa, Bi? Jangan buat kami makin khawatir," ucap dan tanya Dayyan.


"Karena kondisi tubuh tuan muda Damian bermasalah. Tuan muda Damian dalam keadaan tidak baik-baik saja, walau nyatanya kalian melihatnya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja."


"Jadi maksud Bibi adik bungsuku sakit. Dan dia menyembunyikan sakitnya itu pada kami?" tanya Dandy yang sudah menangis.


"Iya, tuan muda Dandy. Rasa sakit tuan muda Damian rasakan sudah lama. Sebelum tuan dan nyonya meninggal, tuan muda Damian memang sudah sakit-sakitan," jawab Bibi Hana.


"Apa Papa sama Mama mengetahui hal ini?" tanya Daniyal.


"Ya. Mereka sangat tahu. Makanya kenapa tuan dan nyonya lebih memperhatikan dan memanjakan tuan muda Damian dari pada kalian," jawab Bibi Hana.


Lalu Bibi Hana menatap manik mata Dandy. "Apa tuan muda Dandy masih ingat saat terakhir tuan dan nyonya yang buru-buru pergi membawa tuan muda Damian?" tanya Bibi Hana.


Dandy kemudian mengingat kejadian saat dirinya melihat kedua orang tuanya buru-buru pergi dengan membawa Damian bersama mereka.


Flashback On.


"Papa, Mama. Kalian mau pergi kemana?"


Flashback Off.


"Ja-jadi saat i-itu..." perkataan Dandy tertahan dikarenakan Dandy sudah terisak hebat.


"Ya, Tuan muda Dandy. Saat itu tuan dan nyonya harus terpaksa pergi meninggalkan kalian semua hanya untuk menyelamatkan tuan muda Damian. Saat itu keadaan tuan muda Damian sangat gawat dan harus segera ditangani. Tapi takdir berkata lain. Mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Tuan dan nyonya seketika meninggal di tempat. Sedangkan tuan muda Damian luka-luka parah dan koma. Bahkan penyakitnya masih bersarang di dalam tubuhnya dan belum sembuh sampai saat ini," ucap Bibi Hana yang sudah tidak bisa membendung air matanya.


Mereka semua menangis mendengar cerita Bibi Hana. Mereka kini benar-benar menyesal atas apa yang telah mereka lakukan pada adik bungsu mereka.


"Katakan padaku, Bi. Adikku sakit apa? Aku janji, kali ini aku akan menjaganya. Sekeras apapun adikku menolakku, aku akan berusaha untuk menjadi kakak yang baik untuknya. Aku akan menggantikan semua penderitaannya, kesedihannya selama ini. Aku mohon, Bi!"


Daanii menatap wajah Bibi Hana pelayan yang sudah bertahun-tahun mengabdi pada keluarganya. Jangan lupa air matanya yang mengalir dan kedua telapak tangan yang menempel di depan Bibi Hana memohon.


Bibi Hana yang melihat majikannya menangis dan memohon menjadi tidak tega. "Tuan muda Damian memiliki masalah di jantungnya. Seharusnya tuan muda Damian sudah sembuh, tapi dikarenakan kecelakaan yang menimpanya saat itu akhirnya operasinya batal. Ditambah lagi tuan muda Damian sering mengikuti balapan. Dan tuan muda Damian juga pernah kecelakaan saat balapan itu yang membuat kesehatannya makin menurun dratis."


Deg..


Bagaikan disambar petir. Dandy dan kelima adik-adiknya benar-benar kaget atas ucapan Bibi Hana. Mereka tidak menyangka akan begini jadinya. Secara tidak langsung merekalah yang membuat adik mereka kesakitan.


"Tapi kami tidak pernah melihatnya kesakitan. Malah justru dia baik-baik saja, Bi!" ucap Daniyal pelan.


"Karena tuan muda Damian hidup dengan obat-obatan miliknya. Obat yang diberikan oleh dokter pribadinya. Obat untuk menunjang kehidupannya. Sebelum keluar dari kamar, tuan muda Damian sudah meminum obatnya terlebih dahulu. Makanya selama ini kalian selalu melihatnya dalam keadaan baik-baik saja. Jantungnya akan kambuh apabila tuan muda Damian benar-benar merasa lelah dan tertekan. Selama tuan muda Damian bisa mengendalikan emosinya, selama tuan muda Damian merasa bahagia dan nyaman. Selama itulah jantungnya tidak akan pernah kambuh. Seperti yang kalian lihat selama ini. Tuan muda Damian merasa amat sangat baik-baik saja. Karena tuan muda Damian sudah mendapatkan semua yang diinginkannya dari orang lain."


"Damian," batin Dandy, Daniyal, Dayyan, Daaris, Danesh dan Daanii.