Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 9



Kembali sekolah.......


"Kamu inget soal nomor itu?" tanya Azhar ketika istirahat


"Nomor yang mana?" tanya Zafira bingung


"Yang ngirim foto kita ke Pak Kepsek"


"Ohhh itu" kata Zafira sambil megeluarkan Hp nya.


"Disini kan lagi ada Pak Kepsek, terus Zia juga ada gimana kalau kita telpon nomor itu disini? kan kalau dari kantor telpon nya gak aktif" usul Zafira


"Wihhh bener tuh, kakak panggil Pak kepsek dulu ya" izin Azhar


"OK" jawab Zafira singkat


Sekarang di 1 meja sudah berkumpul Zafira, Reina, Azhar, dan Pak Kepsek.


"Zafira coba telpon nomor itu sekarang" perintah Pak Kepsek


"Baik Pak" jawab Zafira sopan lalu memencet tombol di HP nya.


Zafira menelpon nomor itu, yang lain memperhatikan Zia.


Telpon dari Zafira diangkat, dan ternyata terlihat Zia sedang menerima telpon. Yap benar nomor itu milik Zia.


Zia dibawa ke kantor dan diberi nasihat "Kalau kamu mau ngasih informasi, kamu bisa telusuri dulu kasus itu sebelum dikasih ke Bapak, dan sebaiknya kamu terlebih dahulu menyampaikan informasi kepada OSIS"


***


Siang itu ada keramaian di lapangan. Zafira dan Reina menuju lapangan sambil membawa es cappucino di tangannya.


"Si Zia bikin ulah lagi Fir" kata Reina


"Mau ngapain dia?" tanya Zafira


Di tengah lapangan, Zia sedang berlutut menghadap Azhar yang masih memegang bola basket, terlihat keringat bercucuran dari dahinya yang menandakan Azhar baru saja bermain basket.


Zia memegang bunga mawar merah dan menyerahkannya pada Azhar


"Kak, dari awal Kakak masuk ke SMA ini, aku udah suka sama kakak, kakak mau gak nerima cinta aku?" kata Zia yang mengejutkan semua penonton di lapangan


"Whatttt??? emangnya duluan siapa sih, Kak Azhar atau Zia? kan Zia baru kelas X" kata Zafira bingung


"Umur Zia itu udah 18 tahun, dia tinggal kelas di kelas 10 sejak 3 tahun lalu, ya jelas duluan Zia daripada Azhar, umur mereka juga kan beda 3 tahun tua an Zia" kata Rehan yang tiba² datang dari belakang Zafira.


"Udah² kamu bangun, jangan berlutut begini malu dilihatin orang" kata Azhar kemudian mengangkat bahu Zia.


"Terus gimana?" tanya Zia masih menunggu jawaban Azhar


"Gini, kakak gak bisa pacaran dulu, soalnya kakak harus fokus sama sekolah dan gak kepikiran buat pacaran" jawab Azhar bijak


Terlihat ekspresi kecewa dari Zia yang kemudian berlari menjauh dari lapangan.


Keramaian pun bubar, Azhar melanjutkan bermain basket bersama teman² nya.


Peristiwa di lapangan tadi sudah menjadi trending topik di sekolah Zafira. Bukan hanya di sekolah, bahkan di medsos pun viral karena ketika kejadian tadi ada yang sempat²nya video.


Pulang sekolah, Zafira tidak membawa mobil karena kebetulan mobilnya sedang di service. Sedang asyik main HP, tiba² ada notif chatt dari nomor yang pernah mengirim foto Zafira dan Azhar ke Pak Kepsek. Zia mengirim pesan pada Zafira.


"Permainan kita baru dimulai, tunggu level selanjutnya"


Entah apa maksud dari chatt Zia itu, dan Zafira hanya menanggapinya dengan cuek.


Tit........


Suara klakson motor dari depan Zafira mengagetkannya.


"Kakak tahu kamu gak bawa mobil, lagi nunggu taksi kan?" kata Azhar sambil memutarkan kunci motornya.


"Hehe iya" jawab Zafira malu


"Yuk barengan" ajak Azhar sambil memberikan helm pada Zafira


"Gak papa nih?" tanya Zafira memastikan


"Gak papa lah, kan waktu itu kamu juga pernah boncengin kakak" jawab Azhar lagi.


Mereka pun pulang bersama. Zafira diantar sampai ke gerbang depan rumahnya.


"Makasih banget lho Kak udah nganterin aku sampe ke depan rumah gini, jadi gak enak" kata Zafira


"Sama², lagian udah tugas seorang kakak untuk menjaga adiknya" jawab Azhar


"Hah???" Zafira terkejut


"Mulai sekarang, kita dekakaan ya, soalnya kakak udah anggap kamu kayak adik kakak sendiri" kata Azhar sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Zafira membalas kaitan jari kelingking itu. Hanya beberapa detik jari kelingking mereka bertautan.


Walaupun hanya beberapa detik, mungkin akan membawa kisah yang sangat panjang bagi Azhar dan Zafira.