
Bel istirahat berdering, Zafira dan Reina pergi ke kantin. Setelah duduk, Zafira memesan makanan. "Rei, samain gak makanannya?" tanya Zafira pada Reina. "Samain aja fir" jawab Reina santai. "Bu.....mie ayam nya 2, es teh nya 2" kata Zafira memesan makanan dan minumannya. Reina masih fokus membaca novel yang tadi pagi ia pinjam dari perpustakaan. Zafira menunggu pesenannya sambil mengetuk ngetuk meja dengan jari telunjuknya. Datanglah pesenan nya. Bu kantin menyerahkan 1 mangkok ke arah Zafira dan 1 lagi ke arah Reina. Reina pun menghentikan aktifitas membacanya dan menutup novelnya lalu menyimpannya di samping Zafira. Mereka pun memakan mie ayam nya dengan lahap. Tak lupa sambal 4 sendoknya dicampurkan kedalam mangkok mereka.
"Novelnya bagus nih, beli dari mana?" tanya Azhar tiba² menghampiri mereka berdua. Reina yang terkejut tiba² tersedak makanannya dan batuk². "Ehhhh maaf² terkejut ya, ayo minum" kata Azhar pada Reina sambil menyodorkan minuman yang ada di sebelah Reina. Zafira sejak tadi tertawa melihat mereka berdua. "Tadi kakak nanya apa?" tanya Reina pada Azhar. "Itu novelnya bagus, belinya dimana?" kata Azhar mengulang pertanyaannya. "Eh eu... hmm...d ddiiii...." belum sempat Reina menjawab, Zafira lebih dulu menjawabnya karena bosan mendengar Reina gelagapan. "Pinjem di perpus, kakak mau baca?" tanya Zafira mewakili Reina. "Ya kalau boleh sih, kayaknya seru tapi kan udah dipinjam sama Reina" kata Azhar kecewa. "Aku punya di rumah novel kayak gitu, kemaren aku baru tamat bacanya, kakak mau pinjam?" tawar Zafira. "Hmmm boleh, kapan kakak bisa bawa novel itu?" tanya Azhar dengan mata yang berbinar. "Besok aja aku bawa ke sekolah" jawab Zafira sambil menyeruput es teh nya. "Kakak pengen secepatnya, gimana kalau nanti sore kakak ke rumah kamu ambil novel itu" kata Azhar setengah memaksa. "Nanti sore aku ngajar di panti....." Belum selesai menjawab, Azhar memotong pembicaraan Zafira "Gak papa, kakak samperin ke panti, panti nya gak jauh dari rumah kamu kan? kakak tahu kok alamat rumah kamu di kompleks Mawar nomor 5 kan?" tanya Azhar nyerocos gak sabaran. "Gak jauh sih, cuman beberapa meter dari rumah". "OK deall nanti sore kakak ke panti, kamu bawa novelnya ke panti ya, kakak ke kelas dulu dadahhhhh..." Kata Azhar sambil berlalu pergi meninggalkan Zafira dan Reina yang masih terbelenggu bingung. Mereka baru tahu kalau Azhar ada kemauan pasti maksa dan mungkin Azhar salah satu penggemar novel seperti Zafira dan Reina. Mereka pun melanjutkan makannya.
"Etdaaahhhh maksa juga ya Kak Azhar kalau ada kemauan" kata Reina. "Aku juga baru tahu tuh kak Azhar gitu, mungkin Kak Azhar juga suka baca buku" sahut Zafira. "Ya pasti lah suka baca buku kan Kak Azhar pinter, cool, ganteng, keren, soleh, pokoknya idaman semua kaum hawa deh" Kata Reina sambil senyam senyum halu. "Mulai dehhh pasti lagi ngehaluin Kak Azhar kalau dia pacaran sama kamu, terus dia nyatain cinta nya di lapangan sekolah sambil disaksikan sama semua murid juga semua guru² di sekolah ini" Kata Zafira seakan² sudah tahu apa yang sedang dipikirkan Reina tentang Azhar. "Ehh kok kamu tahu sih,kamu bisa baca pikiran ya" tanya Reina terkejut. "Bukan bisa baca pikiran, tapi setiap kamu punya gebetan, pasti kamu ngehaluin nya kayak gitu" ucap Zafira sambil membayar makanan dan minumannya lalu pergi meninggalkan Reina yang masih melamun di meja nya. Zafira hanya tertawa melihat tingkah laku sahabtnya itu.