Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 18



Azhar tetap fokus mengikuti mobil ambulance itu ke RS tempat Diana bekerja. Tetapi di pintu masuk, Azhar melihat seseorang yang sangat ia kenali. Zafira, ya Zafira ada di sana sedang duduk di ruang tunggu. Azhar terbelalak dan langsung menuju ke arah Zafira


"Zafira ini kamu? kamu gak papa kan?" kata Azhar


"Iya ini aku, aku gak papa emangnya ada apa?" tanya Zafira bingung


"Tadi ada orang yang kecelakaan ciri² nya mirip sama kamu


"Ohhh kebetulan aja kali" jawab Zafira santai


"Huh" Azhar membuang nafas lega


"Kakak udah gak marah lagi sama aku?" tanya Zafira


"Hmmm udah lah kan udah terjadi" jawab Azhar sambil membuka HP nya. Sesaat kemudian mata Azhar terbelalak


"Zafira lihat ini deh" Azhar menunjukan HP nya


"Hah bukannya ini sanggar tempat lomba itu ya?"


"Iya bener kok bisa gini?"


Mereka berdua terkejut melihat info di sosmed katanya sanggar tempat lomba itu kebakaran karena kosleting listrik dan tidak ada yang selamat dalam kejadian itu.


"Gak kebayang kalau kakak ikut lomba" kata Azhar


"Emangnag kenapa?" tanya Zafira polos


"Bisa² kakak juga gak selamat, untung kertas itu hancur"


"Bisa jadi kan hancurnya kertas itu menjadi penyelamat" kata Zafira


"Maaf udah marah sama kamu"


"Itu wajar kak,"


Mereka berdua pun pergi dari RS itu. Terlihat beberapa mobil ambulance dan mobil polisi menuju RS itu. Sepertinya korban di sanggar tadi.


Di pintu gerbang RS, mereka bertemu dengan Reina.


"Kalian udah tahu soal sanggar yang kebakaran itu?" tanya Reina


"Udah barusan korban nya dibawa ke RS" jawab Azhar


"Enggak, gak kebayang kan kalau kakak ikut lomba itu?"


Reina hanya mengangguk tanda mengerti


Hari itu mereka bertiga pun pergi mengajar di Panti karena kebetulan Diana sibuk di RS menangani korban kebakaran dari sanggar itu. Kebanyakan korban meninggal karena kehabisan oksigen.


***


Hari Senin seperti biasa berangkat ke sekolahan. Waktu itu Azhar baru turun dari motornya. Ada Rehan di parkiran sedang melihat Azhar dan menyipitkan matanya seperti sedang memastikan bahwa itu benar² Azhar. Setelah yakin itu Azhar, Rehan pun berlari ke arah Azhar.


"Ehhh bro ternyata beneran lu ya" kata Rehan


"Iyalah ini gue emangnya kenapa?"


"Gue kira lu ikutan jadi korban sanggar kemaren"


"Ihh naudzubillah"


"BTW kok lu bisa selamet sih?"


"Gue gak ikut lomba kemaren"


"Kenapa?"


"Kertas pendaftaran gue hancur"


"Lu mesti syukuran kertas pendaftaran lu ancur. Kebayang kalo lu ikut lomba mungkin sekarang lu tinggal kenangan" kata Rehan becanda


"Sue luuu"


Mereka pun tertawa dan langsung masuk ke kelas mereka.


Dari parkiran, menyusul Zafira dan Reina yang datang secara terburu buru. Mereka berdua merasa sedikit telat karena di perjalanan tadi mobil yang mereka bawa malah kempes jadi mereka mampir dulu ke bengkel.


"Zafira bantuin aku dulu" kata Reina


"Bantuin apa?"


"Benerin hijab"


Zafira pun membantu Reina merapikan jilbab nya yang bengkok. Tak lama jilbab itu sudah terpasang rapi di kepala Reina menutupi auratnya dengan sempurna. Setelah dirasa cukup, mereka pun lari ke kelas mereka menyimpan tas dan lari lagi ke kantor untuk mengambil alat² upacara. Hari ini mereka berdua akan menjadi petugas upacara. Zafira sebagai pengibar, sedangkan Reina sebagai dirigen.