Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 15



Malam itu, Reina berada di rumah Zafira. Pemakaman ibunya sudah selesai jam 4 tadi. Setelah Shalat subuh, langsung Shalat jenazah. Pemakaman pun selesai.


Pagi itu sekitar pukul 7 Reina dan Zafira baru pulang dari makam ibunya Reina. Setelah sampai di rumah Zafira, Diana mengajak mereka berdua untuk masuk dan mengobrol karena kebetulan Diana sedang libur kerja.


"Reina, kalau tante boleh tanya, kamu punya sanak saudara yang lain gak?" tanya Diana ramah


"Enggak ada tante soalnya ibu aku anak tunggal dan nenek kakek aku sudah meninggal" jawab Reina


"Tante udah kenal sama kamu lama banget dari sejak kamu sahabatan sama Zafira, dan tante sudah tau dengan kepribadian kamu dari Zafira, kalau kamu tidak keberatan, kamu bisa tinggal di rumah tante" kata Diana menawarkan


Reina yang sedang menunduk langsung terbelalak


"Gakk usah tante, nanti merepotkan tante sama Zafira" kata Reina segan


"Eh gak papa Reina, malah tante mau kamu tinggal di sini biar Zafira ada temennya, lagian kan rumah ini sepi cuman ada tante, Zafira, sama bi susi"


"Beneran boleh tante?" tanya Reina ragu


"Beneran, kalau kamu siap, nanti siang kamu bawa barang² kamu ke sini, kamar kamu di sebelah kanan kamar Zafira ya, tapi mulai sekarang kamu harus belajar memakai hijab ya" kata Diana lagi


"Iya tante, aku siap memakai hijab dan makasih banyak tante"


"Iya sama², oh iya Zafira sekarang kamu bawa Reina ke mall ya beli baju² muslimah sama hijab nih pake kartu ATM mama" kata Diana sambil menyodorkan ATM pada Zafira.


Zafira menerima kartu itu dan langsung mengajak Reina ke mall memakai mobil milik Zafira


Di mobil menuju mall


"Zafira, makasih banget udah mau nampung aku di rumah kamu" kata Reina


"Iya sama², anggap aja aku, mama, sama bi susi juga anak² panti keluarga kamu" jawab Zafira yang sedang fokus menyetir


"Tapi Fir, massa aku harus numpang hidup di keluarga kamu tanpa ada sesuatu gitu?" tanya Reina


"Maksudnya?" tanya Zafira bingung


"Kamu bisa ikut ngajar di panti bareng aku, lagian udah aku bilang anggap aja keluarga sendiri"


"Makasihhh banyak fir"


"Oh iya sekarang kamu ultah, HBD ya Rei doa nya yang terbaik dari aku, kamu mau hadiah apa biar sekarang sekalian beli" kata Zafira lagi.


"Udah nerima aku di keluarga kamu juga udah jadi hadiah buat aku"


"Hmmmmm.....


Sampai nya di mall


Mereka berdua memilih beberapa gamis, jilbab, dan aksesoris nya. Soalnya Zafira juga pake gamis kalau lagi ngajar atau ada acara penting. Reina juga sebenarnya lebih ke tomboy bukan seksi cuma gak pake hijab aja. Zafira memilih kan hijab berbagai warna dan model. Tak lupa berbagai aksesoris penghias tampilan muslimah. Jilbab, gamis, ciput, bross, sarung tangan, pokoknya semua yang bertema muslimah sudah dipilih oleh Zafira untuk Reina. Selesai memilih dan membayarnya, mereka pulang.


Sampainya di rumah terlihat Diana sedang menonton TV.


"Reina, kalau kamu belum terbiasa memakai baju gamis, untuk sehari² kamu bisa pake style yang tomboy tapi jangan terlalu menonjol. Zafira juga memakai gamis kalau mau ngajar atau ada acara penting" kata Diana


"Iya tante makasih" kata Reina.


"OTW lagi yuk" ajak Zafira


"Kemana?"


"Ada deh....sekarang kamu ambil 1 hijab yang simpel terus pake, yuk"


Reina menuruti kata Zafira dan memakai hijabnya. Reina terlihat lebih cantik memakai hijab.


Sampailah di suatu tempat yang tidak asing lagi bagi Reina. Ya ini rumah kontrakan Reina dan ibu nya. Banyak kenangan di rumah ini. Zafira akan membantu Reina pindahan. Kebetulan Zafira membawa koper yang cukup besar ke rumah itu. Setelah semua selesai tidak ada yang tertinggal, Zafira dan Reina pamit pada ibu pemilik kontrakan itu dan langsung pulang ke rumah Zafira lagi.


Sampainya di rumah Zafira, semua ikut turun tangan membereskan baju Reina ke kamar sebelah kamar Zafira. Sebenarnya ada 1 kamar kosong lagi di sebelah kiri kamar Zafira. Kamar itu selalu terkunci dan kuncinya dipegang oleh Diana. Zafira mengira kamar itu hanya untuk menyimpan barang² bekas.