Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 10



Hari ini Reina tampak murung, tidak biasanya Reina seperti ini bahkan Zafira datang pun Reina tetap melamun.


"Kamu kenapa sih Rei kok murung gitu?" tanya Zafira cemas dengan perubahan sikap sahabatnya itu.


"Gak papa kok cuman lagi kurang enak badan aja" jawab Reina ragu


"Aku gak percaya Rei, kamu kalau gak enak badan biasanya langsung kasih surat tuh bukannya sekolah tapi murung gini" kata Zafira mulai curiga


"Hmmmm....." Reina menghela nafas dan menunduk


"Atau jangan² kamu cemburu liat kemaren aku boncengan sama Kak Azhar?" tebak Zafira karena tahu perasaan Reina pada Azhar.


"Eh enggak, beneran aku gak pernah cemburu liat kamu sama Kak Azhar" jawab Reina masih dengan ekspresi datar


"Beneran???? kalau ada masalah cerita ya"


"Iya Zafiraaa"


Jam pelajaran dimulai, Reina masih terlihat murung, matanya sayu, raut wajahnya datar, seperti tidak berniat melakukan apa².


Waktu istirahat telah tiba, Reina hanya duduk di kursinya tidak beranjak.


"Rei ke kantin yuk" ajak Zafira


"Enggak akh aku gak selera makan" jawab Reina sambil memainkan HP nya


"Keripik pedas level 5 baru dateng tadi lho masa kamu gak tertarik?" kata Zafira menggoda Reina yang masih fokus dengan HP nya.


"Enggak, kamu aja yang ke kantin"


"Yakin?"


"Iya"


Zafira pun pergi ke kantin membeli beberapa bungkus keripik pedas dan kembali lagi ke kelas nya.


Sebelum sampai ke kelas, Zafira melihat Zia lari terbirit² ke arah parkiran. Reina pun keluar kelas dan menabrak Zafira.


"Sorry Fir" kata Reina


"Tuh si Zia kenapa lari gitu?"


"Dia diejek tadi dikelas, terus kabur deh ke parkiran"


"Emangnya diejek apa sampai kabur gitu?"


"Ehhh ada rame rame tuh, ke sana yuk" ajak Zafira.


Zafira dan Reina juga yang lainnya pergi ke parkiran, area parkiran penuh. Akhirnya Zafira dan Reina melihat keramaian itu dari jalanan.


Terlihat mobil merah keluar dari parkiran dan mengebut. Zia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa arah. Kemudian mobil itu mengarah pada seseorang yang berada tak jauh dari Zafira.


Hanya tinggal beberapa meter lagi mobil Zia menabrak orang itu dan...


"Kak Azharr........awaaasssss" kata orang². Zafira dan Reina lari ke arah Azhar dan menarik tangan Azhar ke samping jalanan.


"Brukkkkk........."


Azhar selamat dari kejadian mengenaskan itu. Tapi Zia menabrak seseorang yang berada beberapa meter dari tempat Azhar tadi.


Dera, anak kelas XII tertabrak oleh Zia. Zia langsung pergi tanpa bertanggung jawab atas kejadian barusan.


"Kak Dera..." teriak anak lain


Dera langsung dibawa ke rumah sakit oleh Pak Kepsek. Anak² lain menuju ke arah Zafira, Azhar, dan Reina.


"Kalian gak papa kan?" tanya Rehan


"Kita gak papa, tapi Dera itu gimana?" tanya Zafira khawatir.


"Udah dibawa ke rumah sakit"


Istirahat berakhir tapi hampir semua kelas jam kosong karena guru² pergi ke rumah sakit memastikan keadaan Dera.


"Semuanya berkumpul di lapangan" kata ketua OSIS.


Semuanya pun berkumpul dan berbaris di lapangan. Sepertinya ada pengumuman yang harus disampaikan.


"Assalamualaikum wr.wb"


"Waalaikum salam wr.wb"


"Disini Kakak akan memberi tahu kabar duka pada kalian semua bahwa Dera kelas XII IPA telah meninggalkan kita semua"


"Innalilahi wainna ilaihi Raji'un" kata semua terkejut.


"Untuk itu, kalian semua pergi ke masjid dan bersiap siap untuk membaca Yasin dan mendoakan supaya Dera tenang di alam sana Al Fatihah"


Semuanya menunduk membaca Al Fatihah dan langsung bersiap ke masjid. Waktu dzuhur 30 menit lagi dan akan dipakai untuk berdoa bersama mendoakan Dera.