Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 16



"Kasus kemarin kesebar gak?" tanya Azhar hari itu. Ia baru datang dari parkiran


"Enggak kak, soalnya mereka ngira polisi ke sini bahas kasus Zia yang tabrak lari bukan kasus yang kemarin" jawab Zafira berbisik


Reina pun datang dari kamar mandi. Ia baru saja merapikan hijab nya. Hari ini Reina tampil berbeda dengan baju lengan panajng, rok panjang, juga hijab. Karena belum terbiasa, Reina sering pergi ke kamar mandi buat benerin hijabnya. Azhar yang baru melihatnya terbelalak


"Wah ini Reina? kan lebih cantik kalau auratnya ditutup" kata Azhar


Reina hanya bisa tersenyum malu karena dipuji oleh orang yang ia kagumi.


"Jangan sampe kesebar ya kasus yang kemarin, soalnya nama sekolah kita bakalan lebih tercoreng" kata Azhar melanjutkan pembicarannya .


"OK kita bertiga harus kerja sama buat nutupin kasus yang kemarin, jangan sampe anak² yang lain tahu" jawab Zafira


Mereka pun masuk ke kelas masing². Reina menjadi pusat perhatian anak² karena tampilannya yang berbeda dari biasanya. Ada yang mencibir dan ada juga yang mendukung.


"Gak usah dengerin kaga mereka yang nge bully kamu" kata Zafira menyemangati.


Reina mengangguk dan tersenyum.


"Oh iya Rei, nanti sore kita mulai ngajar ya"


"Insya Allah aku sedikit² bisa tentang ilmu agama"


"OK"


Jam pelajaran di mulai. Bu Lola guru matematika masuk dan langsung melihat Reina.


"Reina ini kamu?" tanya Bu Yola sambil melihat Reina dengan seksama


"Iya bu, emangnya ada apa?" tanya Reina sopan


"Gak papa, kamu lebih bagus begini"


"Makasih bu"


"Iya"


***


"Zafira Kakak mau ikut lomba main gitar di sanggar, lomba nya minggu depan, kamu mau ikut gak?" tanya Azhar waktu itu


"Enggak deh Kak, lagian aku udah lama gak main gitar, kakak aja ya aku dukung" jawab Zafira


"Pendaftarannya ditutup besok, untung kemaren Kakak sempet daftar"


"Terus kertas pendaftarannya kapan diserahin?"


"Hari sabtu abis latihan, lomba nya hari minggu"


"Semangat ya kak"


"Iya fir"


***


Suatu hari di mobil Zafira


Azhar sedang menyetir mobil Zafira karena kebetulan Azhar tidak membawa mobil. Di samping Azhar ada Zafira dan di belakang ada Reina.


"Zafira boleh kakak minta tolong?" tanya Azhar tiba².


"Minta tolong apa kak?"


"Ambilin kertas pendaftaran kakak di tas, periksa takut kakak salah nulis soalnya kertas itu diserahinnya besok"


Zafira langsung membawa kertas itu dan membacanya dengan teliti.


"Kamu masukin aja ke saku jaket kamu nanti pas turun kakak bawa"


"OK kak" kata Zafira sambil memasukan kertas itu ke jaketnya.


Sampai di gerbang kompleks Azhar, ternyata Azhar lupa membawa kertas itu begitu juga dengan Zafira.


Sampailah di rumah Zafira. Zafira dan Reina berjalan bersampingan ke dalam gerbang rumah sambil memakan eskrim. Mereka berdua ngobrol dan ketawa² sampai gak sengaja eskrim itu mengenai jaket Zafira.


"Maaf fir, aku gak sengaja" kata Reina


"Gak papa, nanti aku langsung cuci" jawab Zafira santai


Sampai ke dalam rumah, Zafira memasukan jaketnya ke dalam mesin cuci yang sedang berputar dan seketika jaket itu sudah tenggelam bersama baju² kotor lainnya.


Zafira dan Reina masuk ke dalam kamar masing². Tak lama Azhar menelpon Zafira


"*Zafira, kakak lupa kertas pendaftaran ada di kamu ya"


"Eh bentar aku taro dimana ya"


"Jangan sampe ilang lhoo"


"Astagfirullah kak, ada di jaket aku"


"Yaudah ambil*"


Zafira menuju mesin cuci dan sudah ada Bi Susi di sana


"Non ini kertas apa?" tanya Bi Susi sambil mengangkat jaket Zafira yang tadi dipakainya.


"Astaghfirullahaladzim kok ancur gini?" kata Zafira panik


"Ya kan ke cuci non digiling dalam mesin, emangnya itu kertas penting ya non?" tanya Bi Susi polos


"Penting banget bi..." jawab Zafira sambil lari ke dalam kamar melanjutkan obrolannya dengan Azhar


"*Maaf kak aku ceroboh...."


"Maksudnya?"


"Jaket aku udah di cuci"


"Kertas nya gimana?"


"Hancur kak ke cuci juga"


Tututuuuuut*.......


Telpon mati berarti Azhar marah pada Zafira. Tapi ya mau gimana lagi Zafira lupa mengeluarkan kertas itu dari jaketnya.


Reina muncul dari pintu kamar


"Ada apa Fir?"


"Kertas pendaftaran Kak Azhar ke cuci"


"Kok bisa? Kak Azhar nya gimana?"


"Kan kertas itu dalam jaket aku, ya Kak Azhar nya marah"


"Aduhhh gimana ya?"


"Mau gimana lagi?"