
Hai Guys, sebelumnya maaf ya aku baru up, soalnya kan lagi sibuk banget sama sekolah. Tahun ajaran baru, walaupun sekolah masih di rumah, tapi kan tetap belajar online.
Aku lanjut ya ceritanya
***
Zafira termenung di kamarnya yang berada tepat di lantai 2 rumahnya. Jendela kamar itu terbuka dan berhadapan langsung dengan kubah masjid panti. Waktu menunjukan pukul 17:30 setengah jam lagi adzan magrib. Saat itu Diana belum pulang dari RS. "Assalamualaikum Non" kata seseorang mengetuk kamar Zafira
"Waalaikum Salam, masuk bi" suruh Zafira yang sudah mengenali suara di seberang pintu.
Bi Susi pun masuk sambil membawa segelas susu cokelat panas dan sayur sop. "Non dari tadi belum makan siang, ini bibi bawain makanan, dimakan ya non" Kata Bi Susi lembut menyimpan makanan dan minuman tadi di meja Zafira.
" Ohh iya Bi, nanti aku makan, makasih ya Bi"
"Iya sama² non"
Bi Susi pun keluar dari kamar Zafira dan menutupnya. Zafira beranjak dari kasurnya ke meja tempat makanan dan minuman itu berada. Kemudian membaca do'a dan mulai melahap makanan itu.
Zafira teringat kejadian tadi di sekolah. Ia merasa sangat bingung dengan apa yang ia alami.
Skip tadi di Sekolah
***
Zafira dan Reina berjalan bersisian dari masjid. Mereka baru saja selesai melaksanakan Shalat Dzuhur. "Zafira, aku kebelet nih, pegangin mukena aku dong, aku ke kamar mandi dulu" Kata Reina memberikan mukenanya pada Zafira dan berlari ke arah kamar mandi. Zafira membawa 2 buah mukena di tangan kirinya. Zia lewat di samping Zafira dan menggoreskan cutter di tangan kanna Zafira tepatnya di jari telunjuk. Zafira meringis kesakitan dan langsung melepas dasi dari lehernya kemudian mengikatkannya pada luka di jari telunjuknya. Cara ini dilakukan agar darah di tangan Zafira tidak keluar terlalu banyak karena lukanya yang cukup dalam.
Ada 1 sifat Zafira yang tidak banyak diketahui oleh orang lain, yaitu ketika amarah Zafira sudah mencapai puncak, Zafira tidak akan segan² mengeluarkan jurus karate nya kepada orang yang sudah membuat masalah dengannya. Zafira tidak bisa mengontrol emosi nya. Tapi kejadian barusan tidak membuat amarah nya meledak dan masih bisa di redakan oleh dirinya sendiri sambil mengucapkan "Astaghfirullahaladzim".
Zafira berjalan menuju kelasnya dan duduk di kursinya. Setelah memasukan mukena Reina dan miliknya ke dalam tas, Zafira pun mengeluarkan HP nya. Tak lama muncul lah Reina dan duduk di sebelah Zafira sambil membawa cemilan. "Lama banget sih Rei" kata Zafira. "Hehe maaf, kan aku ke kantin dulu buat beli cemilan, soalnya laper" jawab Reina sambil cengar cengir.
***
Adzan Magrib berkumandang, Zafira segera menutup jendela kamarnya dan menggeser gorden biru nya menutupi jendela, kemudian masuk ke kamar mandi untuk wudhu. Setelah selesai wudhu, Zafira bersiap ke masjid untuk Shalat berjamaah. Tak lupa mangkok dan gelas bekas tadi Zafira bawa ke dapur. Terlihat Diana yang baru pulang dari RS melepas jas putih nya.
"Zafira, kamu ke panti duluan ya, nanti mama nyusul setelah isya, kamu ajak anak² tadarusan aja" kata Diana.
"Ok ma" jawab Zafira simpel dan pergi ke masjid.
Diana membersihkan badannya dan menunaikan shalat magrib. Kemudian duduk sebentar di ranjangnya untuk melepas penat. Ia memandang sekeliling kamarnya di sebelah kamar Zafira.
Rumah yang baru ditempati setelah Diana bercerai dengan suaminya dulu. Mungkin mantan suaminya tidak tahu bahwa Diana membangun rumah di sebelah panti ini agar lebih leluasa mengurus panti peninggalan Ayah Ibunya. Dulu, sebelum Diana bercerai, Diana tinggal di Bandung dan panti itu diurus oleh orang suruhan Diana. Setelah bercerai, Diana lah yang langsung turun tangan mengurus panti ini hingga sekarang.
Diana mengusap foto anak laki² berumur 2 tahunan. Anak itu tersenyum manis sambil membawa mobil mainan di tangan kanannya. Itu adalah foto anak pertamanya yang umurnya selisih 1 tahun dengan Zafira. Zafira tidak tahu soal kakak nya ini. Karena Diana tidak pernah menceritakan tentang Kakaknya pada Zafira.
Diana sangat merindukan anak pertamanya itu. Tapi perjanjian dulu tidak bisa dilanggar. Diana dan mantan suaminya berjanji tidak akan menceritakan soal hubungan adik kakak kepada kedua anak² nya. Bahkan setelah kepindahan anak pertamanya ke London, dan Diana ke Jakarta, hilanglah sudah kontak keduanya sampai sekarang Diana tidak tahu dimana keberadaan anak pertamanya itu.
Diana memeluk foto itu "Mama yakin, suatu saat kita pasti akan kembali bersatu, karena ikatan batin sepasang saudara sangatlah erat" Diana mengelus foto itu dan menyimpannya lagi kemudian bersiap pergi ke panti untuk mengajar.