Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 17



Malam itu perasaan Zafira bercampur aduk. Merasa sangat bersalah karena kertas pendaftaran milik Azhar telah hancur olehnya. Zafira termenung di kamarnya. Beberapa kali menelpon Azhar selalu dirijek dan Zafira sudah tahu kalau Azhar marah besar.


***


Besoknya Zafira dan Reina pergi ke sanggar tempat lomba itu. Azhar sudah berada di sana duduk melamun di bawah pohon rambutan.


Zafira dan Reina menghampiri Azhar.


"Kak....." panggil Zafira deg-deg an


Azhar hanya menoleh kesal


"Maaf kak aku bener² gak sengaja rusakin kertas pendaftaran kakak"


"Udah lah fir lagian udah gak bisa dibalikin lagi kertasnya" jawab Azhar cuek


"Gimana ini kak aku minta lagi kertas pendaftaran ulang ya" tawar Zafira


"Gak usah"


"Kakak gak mau maafin aku?"


"Kamu tahu kan lomba itu berarti banget buat kakak?"


"Iya kak...."


Azhar pun pergi meninggalkan Zafira dan Reina dengan ketus. Zafira dan Reina juga pergi dari tempat itu.


Lomba sudah dimulai 30 menit yang lalu. Zafira dan Reina sedang duduk di cafe sambil meminum capuccino. Sedangkan Azhar sedang sibuk memainkan HP nya di meja diseberang meja yang ditempati oleh Zafira dan Reina.


"Fir, aku pulang duluan ya" kata Reina


"Mau naik apa?" tanya Zafira


"Iya"


Zafira dan Reina tadi berangkat menggunakan motor. Mungkin nanti pulang Zafira menggunakan motor sendiri tidak membonceng Reina.


Selang beberapa menit setelah Reina pergi, Azhar juga menghilang dari cafe itu. Zafira yang merasa bosan pun juga pulang. Lewat 1 jam setelah Reina pergi tadi.


Sebelum Azhar sampai ke motornya, ia melihat Zafira yang sudah pergi menggunakan motor yang biasa Zafira bawa saat latihan silat. Zafira tidak melihat Azhar yang sedang berdiri mematung di parkiran itu dan langsung pergi.


Zafira sudah tak terlihat di tikungan lalu Azhar pun menaiki motornya dan menghidupkan mesin motor itu sekilas lalu membuang nafas berat. Motor Azhar pun melaju dengan santai berbeda dengan motor Zafira yang melaju sangat cepat seperti sedang terburu².


Tepat di tikungan, Azhar melihat banyak orang disana. Karena penasaran, ia turun dari motornya.


"Ada apa ini pak?" tanya Azhar pada polisi yang sedang berada di situ


"Terjadi kecelakaan tunggal dek, seorang pengemudi motor menabrak pembatas jalan" jawab pak polisi itu.


"Ciri² nya seperti apa Pak?" tanya Azhar yang sangat penasaran


"Seorang anak perempuan memakai jilbab, motor warna hitam, dan kalung yang ber alfabet huruf Z"


"Keadaannya gimana?" tanya Azhar yang mulai panik karena ciri² itu seperti Zafira.


"Badannya tidak memiliki luka berat, hanya beberapa luka ringan tetapi sepertinya yang kena organ dalamnya sehingga menyebabkannya meninggal dunia"


Azhar kaget mendengar penjelasan polisi tadi. Ciri² nya sangat mirip dengan Zafira ditambah tadi Zafira mengemudikan motornya sangat cepat. Azhar hampir melihat korban itu tapi korban itu sudah dimasukan ke dalam mobil ambulance.


Azhar tidak menyangka bahwa Zafira yang tadi baru saja ia temui sekarang sudah pergi. Azhar ingin memastikan siapa orang itu dan berharap orang itu bukanlah Zafira. Azhar pun mengikuti mobil ambulance itu ke rumah sakit yang ternyata cukup jauh dari tempat itu.


Perasaan Azhar sangat tak karuan. Walaupun ia sedang marah pada Zafira karena merusak kertas berharga nya, tapi kehadiran Zafira lebih berharga dari kertas itu. Karena baginya Zafira sudah menjadi adiknya sendiri.