
Zafira sudah mulai fit seperti biasanya. Sudah seminggu dari kecelakaan itu. Sekarang Diana dan Davi sering bertemu di cafe untuk sekedar mengobrol atau Davi menemani Diana menyelesaikan berkas. Davi pun kadang menyelesaikan berkas kantor miliknya bersama Diana. Tak terasa suasana mulai mencair. Azhar pun lebih sering main ke panti untuk ikut mengajar bersama Zafira dan Reina. Malah Rehan pun sering ikut mengajar bersama Azhar.
Singkat cerita saat itu mereka sedang berkumpul di 1 ruangan tepatnya di rumah Diana. Diana, Davi, Azhar, Zafira, dan Reina. Sepertinya akan ada hal serius yang ingin dibicarakan oleh Diana dan Davi.
"Mama cuma ingin meminta pendapat kalian bertiga" kata Diana memulai percakapan
"Yaudah to the point aja"
Azhar, Zafira, dan Reina sudah menyiapkan telinga mereka untuk mendengar apa yang ingin dikatakan orang tuanya.
"Gimana kalau misalnya mama sama papa rujuk lagi?"
Azhar, Zafira, dan Reina berpandangan
"Serius? mau rujuk lagi?" tanya Azhar dengan ekspresi yang membuat Davi kebingungan
"I- iya Azhar, makannya kita mau minta pendapat kalian bertiga"
"Gimana Zafira, Reina?" tanya Diana was was
Azhar, Zafira, dan Reina berpandangan lagi kali ini mereka berpandangan dengan ekspresi senyum
"Setuju bangetttt" jawab mereka bertiga serempak
Terlihat ekspresi bahagia dari wajah Diana dan Davi. Akhirnya 2 insan yang saling mencintai bisa kembali bersama. Dan mungkin rencananya akan secepatnya mereka rujuk dan tinggal 1 rumah. Kamar terkunci dekat kamar Zafira itu sebenarnya kamar untuk Azhar. Dan sekarang sudah mulai dibersihkan dan ditata ulang.
1 minggu kemudian. Diana dan Davi sudah resmi rujuk. Davi meninggalkan apartemen nya dan tinggal di rumah Diana beserta Azhar juga. Sekarang rumah terasa rame dan lebih hangat karena keluarga nya sudah bersatu kembali.
***
Pagi ini Azhar, Zafira, dan Reina akan kembali sekolah. Zafira tengah siap siap di kamarnya sedangkan Reina sedang mengambil gelang nya yang tertinggal di wc. Ketika sampai di depan wc, Reina bertemu Azhar yang baru keluar dari wc dan baru selesai mandi. Azhar sudah memakai seragam dan sedang mengeringkan rambut nya. Seketika Reina terpesona melihat Azhar dengan rambut badai yang masih basah.
"Eh astaghfirullahaladzim" kata Reina sambil memalingkan wajahnya
"Kamu cari ini?" tanya Azhar memberikan gelang pada Reina
"Iya makasih kak azhar"
"Sama sama, lain kali lebih hati hati ya jangan sampe ketinggalan lagi" ucap Azhar dengan senyum manisnya
"Iya kak" jawab Reina tersipu. Gelang itu dipakai Reina. Gelang pemberian ibu kandungnya dulu sebelum meninggal. Hanya itu peninggalan satu satunya yang Reina punya.
"Kamu kenapa sih Rei?" tanya Zafira yang melihat Reina senyum senyum
"Hmmm enggak papa kok Fir" jawab Reina
"Haaahhh aku tau sumber senyum kamu Kak Azhar kan?"
"Ih kamu suka bener aja kalau ngomong" jawab Reina
"Ahaiiiiii bentar lagi kamu jadi kakak ioar aku rei" goda Zafira
"Apaan sih kamu, aku jadi malu" ucap Reina sambil memukul tangan Zafira
"Sakit Rei kamumah kebiasaan"
"Hehe maaf fir kan aku lagi seneng"
"Sarapan yuk mama sama papa udah nunggu tuh gak enak kalau mereka kelamaan nunggu"
"Yuk"
Sampai nya di meja makan, Azhar belum terlihat
"Mah Kak Azhar mana?" tanya Zafira
"Kayaknya masih di kamar deh"
Azhar pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk ikut sarapan. Penampilannya rapi tapi rambutnya acak acakan seperti biasa.
"Kak Azhar mau aku jambak?" kata Zafira
"Mending kamu rapihin aja fir, nih" jawab Azhar
Zafira merapikan rambut Azhar dengan tangannya.
"Oke udah rapi" kata Zafira sambil mengacungkan jempol
Mereka pun sarapan dan bersiap siap ke sekolah. Sedangkan Diana dan Davi pergi ke Rumah Sakit dan kantor.