
Lantunan adzan subuh yang begitu indah berhasil membuat Zafira terbangun dari tidurnya. Ia segera pergi ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu. Zafira terbiasa mandi sebelum shalat subuh agar nanti ketika akan berangkat sekolah tidak terburu² karena Zafira akan mengajar sebentar di Panti Asuhan milik mama nya yang sudah dikelola sejak mama belum menikah. Panti ini merupakan amanah dari orang tua mama nya atau nenek dan kakek Zafira. Selain mengajar di Panti, mama nya juga merupakan seorang dokter spesialis di salah satu RS besar di Jakarta.
Setelah memakai mukena, Zafira segera pergi ke masjid untuk berjamaah dengan anak² lainnya. Bagi Zafira, anak² di Panti ini sudah seperti adiknya sendiri. Setelah selesai shalat subuh, Zafira mengajar selama setengah jam.
Tepat pada pukul 06:00 Zafira kembali ke kamarnya untuk bersiap² pergi ke sekolah. Kamar bernuansa biru muda dan biru tua, di dinding atas tempat tidurnya tertulis kaligrafi lafadz Allah yang sangat indah. Di meja kecilnya, ada sebuah foto Zafira masa kecil sekitar umur 8 bulan yang digandeng oleh seorang anak laki² yang usianya lebih tua satu tahun darinya. Zafira mengira kalau anak laki² itu adalah sepupunya.
Setelah siap, Zafira turun ke lantai bawah untuk sarapan. Terlihat mamanya sudah siap menunggu Zafira bersama Bi Susi ART rumah itu yang sudah sejak lama bekerja di rumah itu. "Zafira, nanti sore mama ada jadwal ngajar di panti, tapi mama gak bisa soalnya di RS juga mama ada janji operasi dengan pasien, kamu gantiin mama ngajar ya bisa kan?" tanya Diana, mama nya Zafira sambil menyendok nasi goreng ke mulutnya. "Insya Allah aku bisa ma, soalnya aku gak ada tugas" jawab Zafira. Setelah dirasa cukup mengisi stamina nya, Zafira pergi ke sekolah menaiki mobil silver yang biasa ia bawa ke sekolah. Diana juga pergi menggunakan mobil hitam nya menuju RS. Zafira dan Diana tidak satu mobil karena arah sekolah dan RS berlawanan.
Azhar dan Zafira semakin akrab, ketika mereka berjalan sambil ngobrol di koridor, ada seseorang yang menyenggol bahu Zafira dan menatapnya sinis. Ya dia itu yang kemarin waktu MOS bermuka masam melihat Azhar dan Zafira. "Tuh si Zia kenapa sih?" tanya Azhar sambil melihat ke belakang sekring dengan menghilangnya Zia dari pandangan mereka. "Namanya Zia ya kak?" tanya Zafira balik. "Iya, dari awal masuk sekolah, dia muka nya jutek banget gak pernah tuh kakak lihat dia senyum" jawab Azhar. "Kenapa ya kak?" tanya Zafira polos. Azhar hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu. "Yuk keburu bel" Ajak Azhar pada Zafira. Mereka pun melanjutkan perjalanannya dan masuk ke kelas masing².
Reina sedang memainkan HP nya sambil duduk memakan cemilan di kursinya. "Woiii pagi² udah ngemil aja" kata Zafira sambil menggebrak meja. "Astaghfirullahaladzim Zafiraaa bukannya salam malah ngagetin aku" kata Reina sambil meneguk air mineralnya. "Hehehe maaf, tumben pagi² udah ngemil nih" Kata Zafira sambil duduk di sebelah Reina. "Iya nih aku gak sarapan dulu tadi" jawab Reina mematikan HP nya. "Kenapa?" "Heheeh kesiangan bangunnya" jawabnya cengengesan. Tak lama bel pun berdering, semuanya duduk rapi dan mematikan ponsel.