
Malam sehabis Shalat Isya, Zafira dan anak² panti membaca surah Yasin dan berdoa. Setelah selesai, semuanya pergi ke ruang tamu panti untuk memotong kue. Zafira dan Diana sengaja membeli 2 buah kue yang besar agar semua anak² kebagian. Selain itu, Zafira akan membagikan sedikit rezeki lebih
yang dimilikinya kepada anak² panti. Tak lupa bingkisan makanan ringan juga ia bagikan. Malam yang sangat bahagia bagi Zafira dan semua yang ada di ruangan itu.
***
Hari ini Azhar sudah kembali lagi ke sekolah. Ia memakai Hoodie pemberian Zafira waktu itu. Zafira juga memakai jaket pemberian Azhar ke sekolah karena kebetulan hari itu hujan deras.
"Hari ini kakak pake mobil punya kakak?" tanya Zafira, mereka bertemu di parkiran.
"Iya, kemaren si Bibi malah ngasih tahu papa kalau Kakak sakit, jadinya pulang deh padahal Kakak udah sembuh sekarang" jelas Azhar
"Ohhh " jawab Zafira singkat
Sampainya di kelas, Zafira melihat Reina yang sedang membenamkan kepala nya ke dalam tangannya.
"Ini Reina kenapa sih? kok akhir² ini jadi pendiem?" tanya Zafira dalam hatinya
"Reina......" panggil Zafira sambil menggoyang goyangkan tangan Reina.
"Iya kenapa fir?" tanya Reina sambil mengangkat kepala nya menatap Zafira
"Nanti kamu latihan silat gak?"
" Insyaallah latihan"
"Oh"
***
Di tempat latihan
"Kamu pernah latihan ilmu bela diri yang lainnya gak?" tanya Azhar
"Pernah waktu umur aku 4 tahun latihan karate, tapi cuma beberapa bulan habis itu pindah ke silat"
"Kamu udah kuasain berapa ilmu karate?"
"Gak tahu kan latihannya cuma beberapa bulan"
Datanglah Reina dari pintu dan menghampiri Zafira.
"Zafira ada info baru nih" kata Reina masih ngos²san
"Info apa?" tanya Azhar penasaran
"Si Zia udah resmi di penjara sedangkan ibunya udah hilang kontak"
"Gak bisa dihubungin lagi maksudnya?"
"Iya, terakhir di telfon katanya kecewa sama Zia abis itu udah gak aktif nomornya"
"Jadi kasian sama Zia, kan dia gitu juga karena gak keurus"
"Padahal dulu katanya Zia itu anak yang baik"
"Kamu tahu dari mana informasi tentang Zia kok bisa detail banget?"
"Euh.... itu dari medsos" jawab Reina gelagapan
***
Pulang latihan, Azhar dan Zafira berencana untuk ke mall dulu beli hadiah buat Reina karena besok Reina ulang tahun.
Azhar dan Zafira sedang berada di seberang mall menunggu lampu merah karena mereka berdua ingin menyebrang. Dari arah belakang mereka, ada sebuah mobil yang berhenti. Zafira dan Azhar tidak menyadari nya.
Lalu turunlah 2 orang dari mobil tersebut yang menggunakan jaket, memakai masker, kepala ditutupi oleh ciput jaket. Sedang asyik melihat jalanan, tiba² 2 orang tersebut menyekap Zafira dan Azhar. Tapi sebelum Zafira pingsan karena menghirup bius dari saputangan, Zafira melihat gelang yang dipakai oleh orang yang menyekap nya. Gelang yang sangat dikenali oleh Zafira, lalu Zafira tak sadarkan diri. Tak banyak orang yang melihat kejadian itu karena kejadiannya terjadi saat lampu hijau dan pengguna jalanan sedang fokus dengan kendaraan masing-masing.
***
Zafira sadar dari pingsannya. Kepalanya pusing dan seluruh badannya terasa sakit. Zafira mengedip ngedip kan matanya dan melihat sekelilingnya. Zafira merasa asing dengan tempat ini. Barulah ia sadar bahwa tangan dan kakinya sudah terikat sangat tua di sebuah kursi. Ia pun melihat di sisi kanan nya ada Azhar yang keadaannya sama seperti dirinya, terikat di sebuah kursi. Tapi Azhar masih dalam keadaan pingsan. Di sebelah kirinya ada seseorang yang juga terikat. Namun wajah orang itu masih tertutupi oleh masker dan ciput jaket. Mereka sedang berada di sebuah gudang di dalam rumah. Entahlah rumah siapa, gudang ini sangat berdebu dan membuat hidung Zafira merasa gatal.
Datanglah seseorang dari arah pintu
"Kamu......." kata Zafira kaget melihat orang itu
"Iya, ini aku Zia Amanda yang ingin membalas kan dendam pada kalian bertiga" kata Zia
"Mau apa kamu?" tanya Zafira mulai waspada
Zia hanya tersenyum sinis dan menuju orang di sebelah kiri Zafira dan membuka maskernya.
"Kamu kenal siapa orang ini?" tanya Zia sambil membuka ciput jaket orang itu dengan kasar.
"Hah Reina....." teriak Zafira kaget
Reina masih dalam keadaan pingsan sama seperti Azhar.
"Aku tidak mau apa² dari kalian bertiga, aku hanya ingin sedikit bermain main dengan kalian" jawab Zia dengan tatapan yang menantang juga dengan senyum jahat nya
"Maksud kamu?"
"Ya, aku ingin sebelum kalian mati di tanganku, kalian harus merasakan sakit dahulu"
"Ngomong yang jelas, jangan bertele tele!" kata Zafira mulai marah
"Aku akan menyiksa kalian dahulu sebelum membunuh"
Azhar dan Reina pun sadar dari pingsannya.
"Zia...kamu jahat!!! aku udah bantuin kamu tapi kamu malah sekap aku juga" teriak Reina pada Zia
"Ohhh sekarang aku tahu, kamu kan yang sekap aku tadi, kenapa kamu bantuin Zia? kita udah sahabatan lama tapi kenapa kamu jadi gini Rei? aku kecewa sama kamu" kata Zafira pada Reina
"Zafiraaa dengarkan aku dulu, aku diancam sama Zia" kata Reina mulai menangis
"Diancam apa?" tanya Azhar yang sedari tadi diam
"Ibuku bekerja di rumah Zia, terus Zia ngancam aku katanya kalau aku gak bantuin dia, ibu aku bakalan di pecat sama dia. Kalau ibu aku dipecat, aku sama ibu makan dari mana?" jawab Reina. Tangisnya mulai pecah
"Kenapa kamu gak bilang sama aku kalau ibu kamu kerja di rumah Zia?"
"Aku juga baru tahu kemarin pas Zia ngancam aku, makannya aku tahu informasi tentang Zia"
Wajah Zafira sudah mulai memerah tanda dia marah.
"Hei kalian udah main drama drama an nya?" tanya Zia.
"Kenapa kamu sekap kita bertiga?" tanya Azhar yang juga sedang marah.
"Salah siapa Kakak nolak aku, terus kalian berdua Zafira, Reina kalian murid baru udah berani deketin Kak Azhar"
"Cuma karena itu?" tanya Zafira
"Ya cuma itu, tapi bisa bikin aku dendam dan sekarang aku akan membalaskan dendamku" jawab Zia lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
Tak lama kemudian, Zia datang membawa jasad seseorang yang sudah tak berdaya ke hadapan Zafira, Azhar, dan Reina.
"Ibu......., Ziaaa kamu apakan ibu aku?" tanya Reina histeris melihat ibunya sudah tak bernyawa dan terbujur kaku dihadapannya.
"Sudah aku lenyapkan, karena dia yang sudah memberitahukan kasusku pada ibuku, dan sekarang ibuku hilang kontak, dia akan selamanya tinggal di luar negeri" jawab Zia tenang.
Tangis Reina semakin pecah. Jam menunjukan pukul 12 malam. Mungkin orang tua Zafira dan Azhar sedang mencari mereka. Berarti mereka bertiga pingsan cukup lama dari pukul 5 sore sampai pukul 12 malam.
Zia mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya. Pisau yang begitu tajam dan berkilau kilau itu tampak menakutkan.
Zia berjalan menuju Azhar, lalu menyimpan pisau itu di sebelah Azhar.
"Jangan sentuh Kak Azhar sedikitpun kalau tidak...?
"Kalau tidak apa hah? aku tidak takut denganmu Zafira yang lemah" kata Zia meledek Zafira.
Zafira sudah meletakan pisau tajam itu di tangan Azhar, tepatnya di urat nadi yang apabila pisau itu menyentuhnya, Azhar akan meninggal.
Emosi Zafira sudah berada di titik puncak. Zafira bisa melepaskan ikatan tali yang begitu kuat itu di tangannya. Zafira sudah terlepas dari tali itu dan langsung mengambil pisau yang hanya beberapa detik lagi melukai Azhar.
"OK kamu bisa sebut aku Zafira yang lemah kalau kamu bisa lawan aku dengan tangan kosong" kata Zafira pada Zia
Zafira meletakan pisau itu dengan hati² di telapak tangan Azhar lalu pisau itu sudah digenggam erat oleh Azhar.
Azhar tahu apa yang harus dilakukannya.Ia pun memotong tali yang mengikat tangannya. Dan berhasil tanpa ketahuan oleh Zia yang sedang bertarung melawan Zafira.
Zafira mengeluarkan ilmu silat yang selama ini ia pelajari. Tak sia² ia mempelajari gerakan gerakan silat. Walaupun beberapa kali terjatuh, tapi ia berhasil mengalahkan Zia yang sekarang sudah terduduk lemah di hadapannya.
Ketika Zia ingin bangun lagi, gerakannya terhenti karena tangannya di ikat kuat oleh Azhar yang ikatan tangan dan kakinya sudah lepas.Sedangkan Reina tidak bisa berbuat apa² walaupun ikatannya sudah dilepaskan oleh Azhar. Reina jatuh pingsan karena syok melihat ibunya yang sudah pergi meninggalkan nya untuk selamanya.
Kini Zia sudah tak bisa bergerak lagi karena badannya di ikat oleh Azhar di tiang yang tak jauh dari tempatnya. Kemudian Azhar pun menelpon polisi.
Suara sirine polisi sudah terdengar. Lalu 2 orang polisi datang membawa borgol dan juga kantong mayat untuk ibunya Reina.
"Kalian bertiga ikut kami untuk dimintai keterangan" kata polisi pada Zafira, Azhar, dan Reina. Reina yang masih lemas karena baru sadar dibopong oleh polisi yang lain. Sedangkan Zia sudah diborgol dan dimasukan ke dalam mobil.
Pukul 3 pagi proses selesai. Zia sudah terkurung di dalam penjara yang berbeda. Karena penjara yang kemarin di tempati oleh Zia, sudah rusak dibobol oleh Zia untuk kabur. Alhasil, tahanan lain pun berhasil kabur, dan sekarang Zia sendirian dalam tahanan. Reina pulang ke rumah Zafira. Azhar sudah pulang ke rumahnya.
Sampainya di rumah Zafira, langsung dipeluk oleh Diana dan anak² panti sambil bercucuran air mata.
"Mama khawatir banget sama kamu Zafira"
Zafira pun menceritakan semua kejadiannya dari awal hingga akhir tanpa terlewat. Diana sedikit terkejut mendengar nama Azhar disebut oleh Zafira. "Mungkin hanya sebetas Kakak kelasnya, karena Azhar yang aku maksud sudah tinggal di London" gerutu Diana dalam hati.
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys.....😀