Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 24



Akhirnya libur semester 1 pun tiba. Hari Senin yang biasanya Zafira sibuk bersiap pergi ke sekolah, sekarang ia sedang duduk manis di halaman rumahnya. Jam masih menunjukan pukul 8 pagi. Zafira sedang menunggu Reina yang masih mengajar di Panti sedangkan jadwal Zafira tadi malam.


Tak lama Reina pun datang sambil membawa beberapa buku di tangan kanan nya sedangkan tangan kirinya memegang gaun yang dipakainya agar tak terkena tanah dibawahnya. Reina masih agak sedikit risih dengan penampilan barunya namun sekarang sudah mulai terbiasa tidak seperti dulu pas awal awal.


Zafira tersenyum tipis melihatnya.


"Rei, dari tadi HP kamu bunyi nih ada yang nelpon" kata Zafira sambil memberikan HP Reina


"Siapa?" tanya Reina sambil menerima HP itu


"Aku gak tau soalnya nama kontaknya cuma pake emoji hati, sengaja gak aku angkat takut itu pacar kamu" jawab Zafira sambil senyum senyum


"Accieeeee yang udah punya love love cieeee" lanjut Zafira sambil memukul mukul Reina


"Eh apaan sih Fir, inikan kontak Kak Azhar kamu mah gak peka ih" kata Reina tersipu malu


"Ohhhhh iya ya kan dihati kamu cuma ada Kak Azhar ya iyakannnn" kata Zafira masih dengan ekspresi yang sama


"Dah ih ini angkat dulu"


"Ya waalaikumsalam kak ada apa? Zafira ada emangnya kenapa? gak ada jadwal ngajar sih hari ini, insya Allah kak, waalaikumsalam"


Kira kira seperti itulah jawaban Reina di telpon


"Ada apa Rei?" tanya Zafira penasaran


"Kak Azhar nanyain katanya HP kamu ditelpon gak diangkat angkat, terus dia ngajakin olahraga bareng ke taman" jawab Reina


"Tau tuh gimana nanti aja Kak Azhar kesini nya bawa sepeda atau enggak"


"Yaudah kita siap siap dulu yuk"


Beberapa menit mereka berganti baju dengan kaos olahraga. Mereka berdua pun telah siap memakai kostum olahraga yang tidak terlalu ketat plus jilbab senada ditambah sepatu tanpa kaos kaki. Dua bidadari cantik itupun keluar dari rumahnya.


Azhar dan Rehan pun datang membawa sepeda masing masing dengan memakai kaos olahraga lengan pendek plus celana panjang ditambah sepatu. Azhar dan Rehan tampak sangat keren saat itu.


Begitu pun Zafira dan Reina setelah membawa sepeda masing² yang terparkir di garasi nya, mereka berempat pun meluncur mengelilingi kompleks. Setelah merasa pegal mengayuh sepeda, mereka berhenti di sebuah taman. Pagi itu suasana taman lumayan ramai dengan orang orang yang berolah raga. Ada yang bersepeda sama seperti mereka, ada yang joging, ada juga yang bermain lompat tali.


"Eh bentar deh, aku lupa gak bawa minum aku beli dulu ya" kata Zafira


"Tadi kan udah aku ingetin supaya bawa air minum" kata Reina


"Hehe aku lupa" kata Zafira sambil cengengesan


Zafira berjalan ke arah jalan rasa dan ingin menyebrang. Namun panas sangat terik dan Zafira merasa agak lemas. Zafira pun memutuskan untuk sekalian membeli makanan karena tadi pagi ia lupa sarapan. Padahal tadi Reina menawari Zafira ikut sekalian makan di Panti bersama anak² yang lain. Namun ia menolaknya dengan alasan belum lapar. Karena ketika hari libur, Zafira sarapan pukul 9 tapi hari ini ia malah lupa.


Setelah merasa jalanan mulai aman, Zafira menyebrang tapi tiba tiba kepalanya merasa pusing dan linglung. Sebuah mobil merah meluncur dari arah kiri Zafira dengan kecepatan tinggi dan.......


"Zafiraaaaaaaa awasssssss......." teriak Azhar, Rehan, dan Reina sambil berlari menyelamatkan Zafira


Namun terlambat, Zafira sudah tergeletak tak berdaya di jalanan dengan kondisi dahi dan hidungnya mengeluarkan darah. Mobil yang tadi menabrak Zafira hingga membuat Zafira jadi seperti ini.


Zafira dikerumuni oleh beberapa pengguna jalan lain. Reina, Rehan, dan Azhar merasa sangat panik. Zafira pun dibawa ke RS tempat ibunya bekerja.