Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 11



"Makasih banget kalian berdua udah nyelametin Kakak dari kecelakaan itu" kata Azhar


"Sama²" jawab Zafira dan Reina bersamaan


"Kalau gak ada kalian, mungkin Kakak udah......"


"Sutttt..... sudah kewajiban kita semua saling tolong menolong" kata Zafira memotong omongan Azhar.


Reina yang sedang sibuk dengan HP nya pun tiba tiba berujar


"Ehh Fir, si Zia dituntut sama orang tua Kak Dera"


"Beneran?" kata Zafira dan Azhar bersamaan


"Iya beneran, malah si Zia udah di kantor polisi" kata Reina tambah serius


"Orang tua nya si Zia emangnya gak bertindak gitu buat anaknya?"


"Aku dapet info dari beberapa sumber yang katanya, ayahnya Zia sudah meninggal dunia dari beberapa tahun yang lalu, terus ibunya kerja banting tulang siang malem kerja di kantor bahkan kadang gak pulang, jadi Zia gak diperhatiin yang membuat sikap Zia jadi gitu, terus katanya lagi sekarang ibunya Zia lagi di Hongkong udah 1 bulan gak pulang pulang" jelas Reina panjang kali lebar kali tinggi.


Zafira dan Azhar hanya mangut mangut mendengar penjelasan dari Reina.


***


Sudah 3 hari Reina melamun tidak ceria seperti biasanya. Terakhir Reina seperti ini ketika ayahnya meninggal dunia. Reina merupakan anak tunggal dari keluarga yang sederhana. Dia tidak memiliki sanak saudara dan hanya berdua bersama ibunya di kontrakan. Ibunya bekerja sebagai pembantu yang gaji nya pas pasan untuk membayar kontrakan, makan, dan kebutuhan lainnya. Rumah Reina berada sangat jauh dari rumah Zafira. Terkadang Reina pun berkunjung ke rumah Zafira untuk sekedar main ataupun ikut mengajar di panti.


Reina dari awal masuk SMA sudah memiliki rasa suka pada Azhar. Hanya Zafira yang tahu soal perasaan Reina pada Azhar. Reina tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Azhar karena yakin jawaban Azhar akan sama dengan jawaban waktu di lapangan. Reina pun hanya bisa memendam rasa nya dalam diam.


***


"Kak Azhar, mobil Kakak udah balik lagi belum?" tanya Zafira. Mereka sedang makan di kantin.


"Belum, soalnya papa di luar kota bakalan sebulan" jawab Azhar kalem


"Kakak gak kenapa² ditinggal sebulan?" tanya Reina yang duduk di sebelah Zafira


"Udah biasa dari dulu ditinggal tugas" jawab Azhar lagi sambil memakan bakso kering pedas di depannya.


Telat, bakso itu sudah masuk ke dalam mulut Azhar.


"Kak Azhar....itu cabe" kata Zafira


"Bruuuukkkk....." Azhar langsung jatuh pingsan di pangkuan Zafira.


"Reinaaa panggil Kak Rehan sana, ini berat banget sumpah" kata Zafira panik


Tak lama Rehan muncul bersama 2 orang temannya yang lain.


"Ke UKS atau langsung ke RS nih?" tanya Rehan


"Bawa ke mobil aku aja, kalau ke RS sama Pak Kepsek gak bisa soalnya Pak Kepsek lagi rapat" kata Zafira


"Mau dibawa kemana ni anak? mau dibuang di pinggir jalan?" canda Rehan


" Kak Rehan malah becanda, ya mau dibawa ke RS lah" jawab Zafira


Azhar dibawa ke mobil Zafira. Untungnya saat Azhar pingsan, bel tanda istirahat berakhir berdering. Jadi tidak ada yang melihat Azhar pingsan.


"Kakak yang nyetir mobil kamu fir, kamu sama Reina ikut" kata Rehan setelah membaringkan Azhar di jok kedua.


Mobil pun meluncur ke RS tempat kerja Diana. Namun ketika sampai di RS, Diana sudah pulang ke rumah. Azhar segera dibawa ke UKS dan diperiksa. Zafira, Reina, dan Rehan menunggu nya di ruang tunggu RS.


"Ini bilang ke Pak Kepsek nya gimana? disini gak ada OSIS yang bertanggung jawab" kata Zafira cemas


"Woiiiii Kakak ketua OSIS nya, biar aku yang bilang ke Pak Kepsek"


"Oh iya lupa, Kak Rehan ketos nya" jawab Zafira nyengir kuda


"Lagian kejadian ini udah yang kedua kalinya" sambung Rehan lagi


"Maksudnya??" tanya Zafira penasaran


"Udah 2 kali Azhar pingsan gara² cabe, yang pertama kali nya dijebak sama si Zia"


"Si Zia lagi?" tanya Reina


"Iya, kan Azhar kalau lagi ngobrol suka fokus sampe gak sadar apa yang dia makan, nah waktu itu Azhar lagi ngobrol sama Kakak, nah si Zia lewat sambil naburin bubuk cabe di cemilan yang lagi kita makan, Kita berdua gak nyadar ada yang lewat. Ya jadinya Azhar pingsan gara² cabe" jelas Rehan sambil mengeluarkan HP nya kemudian.


"Udah di izinin sama Pak Kepsek, katanya nanti malam Pak Kepsek mau jenguk"


"Ohhh Ok" jawab Zafira tenang.