Brother And Sister

Brother And Sister
Episode 22



Acara di sekolah sangat seru dan ramai penonton. Malahan ada permainan² seru juga di sana. Seperti capit boneka, piano injak, dan lain lain. Malam nanti akan ada pementasan drama dari anak² kelas XI. Azhar dan Rehan akan ikut sedangkan Zafira dan Reina hanya menonton karena pementasan drama nya khusus untuk kelas XI.


Sore tepatnya pukul 16:00. Zafira dan Reina sedang bermain capit boneka. Banyak orang berlalu lalang kesana kemari. Ada yang sedang makan, sedang bermain, ataupun sedang berjalan jalan. Orang tua murid sedang menunggu pementasan wayang golek 30 menit lagi.


"Fir, kamu mau capit boneka yang mana?" tanya Reina yang habis membeli tiket bermain.


"Udah pasti yang panda itu tuh" kata Zafira sambil menunjuk boneka panda berukuran sedang.


"Kamu mau yang mana?" tanya Zafira pada Reina


"Yang mana aja sedapetnya" jawab Reina tertawa


Zafira dan Reina pun asyik bermain capit boneka. Hingga tak sadar ada yang sedang memperhatikan mereka berdua tepatnya sedang memperhatikan Zafira.


Ya dia Davi yang sedari tadi berdiri beberapa meter dari tempat Zafira dan Reina bermain. Davi suka memperhatikan Zafira karena menurutnya senyuman Zafira mengingatkannya pada anak bungsunya dan mantan istrinya. Mungkin ketika melihat Zafira, Davi merasakan kehadiran 2 orang yang sangat dirindukan nya berada di hadapannya.


"Hmmmm adiknya Azhar dulu sangat suka dengan boneka panda, dimana dia sekarang?" gumam Davi.


Karena ingin kenalan lebih dekat dengan Zafira, Davi pun menghampiri Zafira dan Reina.


"Hei kamu yang kemarin kan?" tanya Davi


"Eh Bapak, hehe iya Pak" jawab Zafira yang sudah memegang boneka panda nya.


"Panggil aja om biar lebih akrab" kata Davi tersenyum


"Oh baik om"


"Kamu temennya Azhar ya?"


"Iya"


"Sampai lupa belum kenalan nama kamu siapa?" tanya Davi mengulurkan tangannya pada Zafira


"Nama aku Zafira om" kata Zafira sambil menyambut tangan Davi dengan sopan


"Hah Zafira?" tanya Davi dalam hatinya terkejut


"Yang ini siapa?" tanya Davi lagi melirik Reina


"Reina om" Reina pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Zafira tadi


"Kamu suka boneka panda ya?"


"Iya om suka banget"


Tiba tiba Azhar dan Rehan datang menghampiri mereka bertiga


"Enggak, cuma mau kenalan aja sama temen kamu" jawab Davi


"Zafira ngobrol sama Papa aku kapan?" tanya Rehan jail


"Emangnya ada apa Kak?" tanya Zafira bingung


"Lhooo kok malah ada apa, kan wajib kenalan sama camer" kata Rehan ketawa kecil


"Kebiasaan banget luh" kata Azhar sambil memukul kepala Rehan


Zafira hanya menggeleng gelengkan kepala nya


"Dah dapet boneka nya ya?" tanya Azhar


"Udah dong..." jawab Zafira sambil menunjukan boneka nya


"Kamu Rei?" tanya Azhar lagi pada Reina


"U...udah" jawab Reina gugup


"Eh yaudah om pergi dulu ya" kata Davi pamit


"OK pa...." jawab Azhar


Davi pun pergi menuju gerbang sekolah. Sepertinya ingin menelpon kliennya. Sampailah Davi di gerbang keluar sekolah. Ia menyenderkan bahunya di pagar dan mengeluarkan HP nya. Davi asyik memencet tombol di HP nya dan sibuk menelepon.


Tak lama Diana keluar dari mobil nya. Ia baru saja pulang dari RS dan langsung menuju sekolah Zafira untuk melihat pertunjukan. Diana lewat di samping Davi. Tak jauh dari tempat Davi, Diana bertemu satpam


"Pak, kelas X 1 IPA di mana ya?" tanya Diana pada satpam itu


"Oh ibu tinggal lurus saja, di sebelah kanan kantor bu" jawab satpam itu dengan ramah


"Oh makasih pak"


"Sama² bu"


Diana pun berjalan ke arah yang ditunjuk Pak satpam. Davi menoleh ke arah Diana.


"Suara nya seperti tak asing lagi" kata Davi dalam hati.


Bagi Davi, hari² ini dipenuhi dengan kenangan masa lalu. Mungkin karena ia berkenalan dengan orang yang mengingatkannya pada anak bungsunya dan mendengar suara orang yang sangat mirip dengan mantan istrinya. Ditambah senyuman Zafira yang sangat mirip dengan mantan istrinya membuatnya rindu dengan kenangan masa lalu. Sekarang diam² Davi akan mencari dimana keberadaan 2 orang yang sangat ia rindukan itu. Davi sangat ingin mempertemukan Azhar dengan ibu kandungnya juga adiknya.


"Aku harus bisa mencari keberadaan mereka berdua" tekad Davi.