
" halo Aku sudah memberitahu putraku tentang perjodohan itu, sekarang giliran mu memberi tau Leta tentang perjodohan ini" kata mama devina dengan seseorang yang ada di telepon setelah Kepergian Leta dan dafin dari ruang tamu .
" baiklah aku akan menunggu Leta pulang, begitu ia pulang akan ku beri tau juga dia" balas seseorang di seberang sana.
dirumah Leta...
" Leta sini dulu nak bunda mau bicara sama kamu" kata bunda Leta.
" iya bunda, Leta tidurin dulu si Arsen di kamar" kata Leta.
tak lama kemudian Leta turun dari kamarnya.
" ada apa Bun?" tanya Leta.
" bunda mau menjodohkan kamu dengan anak temen bunda, bunda nggak mau kamu jadi perawan tua" kata bunda Leta.
" kayak jaman apa aja bunda main jodoh-jodohin Leta segala" kata Leta.
"bukan begitu Leta, bunda hanya mau melihat anak bunda menikah sebelum tuhan mengambil bunda" kata bunda sedikit dramatis.
" bunda jangan berkata seperti itu lah, emang bunda tega ninggalin Leta sendirian?, baiklah kalo bunda menginginkan Leta menikah Leta akan menurutinya" kata Leta sambil memeluk bundanya.
" kamu memang anak yang baik Leta, bunda sayang sama kamu, sekarang tidur lah pasti kamu capek" kata bunda mencium kening Leta.
setelah memastikan Leta sudah memasuki kamarnya bunda Leta, mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.
" halo anak aku juga setuju, jadi kapan tunangannya di lakuin " tanya bunda Leta pada seseorang di sana.
" bagus ita, bagaimana jika satu minggu lagi " kata seseorang diseberang sana.
" baiklah aku setuju Denganmu Devina" kata bunda.
satu Minggu kemudian..
Leta diminta bundanya untuk menyusulnya ke rooftop kantor ayahnya karena sedang ada acara di sana, dan Leta pun menyetujuinya tanpa membawa Arsen.
disisi lain..
dafin disuruh mamanya untuk menemaninya pergi ke acara kantor temen papanya, tanpa membawa si kembar.
beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kantor temen papanya dafin.
" dafin kamu pergi duluan aja ke rooftop Kantor ini acaranya ada di sana, mama mau menemui teman mama dulu" kata mama Devina, dafin pun mengangguk.
disisi lain..
Leta baru saja sampai di kantor ayahnya, dan langsung memutuskan untuk pergi ke rooftop.
setibanya di rooftop hanya ada seorang pria yang sedang berdiri membelakangi dirinya. Leta pun berinisiatif untuk menanyakan di mana tempat acaranya dimulai.
" permisi, " kata Leta dan pria itu langsung berbalik badan.
" ya " kata pria itu.
" Leta?" tanya dafin balik.
" ngapain kamu disini? " tanya Leta.
" nganterin mama" kata dafin.
" terus mama kamu mana?" tanya Leta.
" sama temennya" Jawab dafin.
" oh gitu yaudah aku kebawah dulu" kata Leta namun buru-buru dafin mencegahnya.
" tunggu" kata dafin.
" ya ada apa?" tanya Leta.
" sebelumnya kamu harus berkata jujur dan tatap mataku saat aku bertanya" kata dafin.
" ya baiklah" kata Leta
" apa kamu sudah menikah?" tanya dafin
" memangnya kenapa?" tanya Leta balik
" jawab saja pertanyaanku dulu" kata dafin.
" belum" kata Leta.
" lalu anak siapa kemarin yang datang bersamamu?" tanya dafin.
"anakku" kata Leta.
"Arsen adalah anak angkat ku" jelas Leta.
"pertanyaan terakhir, apa kamu masih mencintaiku?" tanya dafin.
" ya aku masih mencintaimu dafin" kata Leta dalam hati .
" tidak, aku sudah tidak mencintaimu" kata Leta tanpa menatap mata dafin.
" katakan yang sejujurnya Leta, tatap aku dan katakan kalo kamu masih mencintaiku" kata dafin.
" sepertinya sudah semakin larut, aku akan pulang sekarang " kata Leta
" kamu belum menjawab pertanyaanku Leta!" kata dafin sedikit berteriak
" sudahlah dafin tidak ada yang perlu dijawab lagi, meskipun aku masih mencintaimu tetapi takdirku bukan dirimu untuk apa masih dipertanyakan lagi" kata Leta yang sedikit kesal dengan dafin.
" mengapa kamu selalu mengalihkan pembicaraan saat aku mengatakan perasaanku padamu?" tanya dafin.
" karena aku tidak mau mengecewakan Dirly dan mama davina dengan menerima cintamu" kata Leta.