BREATHE

BREATHE
twenty six



"dua bulan lalu papa mengalami perampokan dan menyebabkan teman papa meninggal karena menyelamatkan papa, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya dia meminta papa berjanji untuk menjaga istri dan menikahkanmu dengan putrinya. namun papa sudah tidak bisa menepati janji papa yang pertama yaitu menjaga istri teman papa, karena setelah seminggu kepergian teman papa membuat istrinya depresi berat dan akhirnya bunuh diri, papa sangat merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi janji papa, tapi masih ada satu janji dan papa mohon kamu mau membatu papa menikahlah dengan gadis itu. selama ini papa tidak pernah meminta apa-apa darimu jadi papa mohon kamu mau menikahi dirinya, papa akan memberikan kamu waktu untuk memikirkannya." kata papa dafin lalu meninggalkan kamar dafin.


"agrhhh aku nggak bisa ninggalin Leta aku sayang sama Leta, aku ingin Letalah yang menjadi istriku dimasa depan!" teriak dafin dan membanting semua barang yang ada dikamarnya. karena kamar dafin kedap suara jadi orang tua dafin tidak bisa mendengarnya.


sudah lima hari ini dafin mengurungkan diri di kamarnya dan sama sekali tidak mau makan. membuat kedua orang tua dafin khawatir.


" dafin ayo keluar nak, sudah Lima hari kau mengurung diri dikamar dan tidak makan sama sekali apa kau tidak lapar" kata mama dafin khawatir namun diabaikan oleh dafin.


malam harinya pun dafin memutuskan untuk mengajak ketemu Leta di rooftop gedung tua dan disetujui oleh Leta.


" Hay" kata Leta berdiri dibelakang dafin.


" aku sangat merindukanmu " kata Dafin yang tiba-tiba saja memeluknya erat.


" hay ada apa, tidak sepertinya kamu begini" kata Leta sambil melepaskan pelukannya .


" hari ini aku ingin memelukmu lama" kata Dafin dan kembali memeluk Leta.


"oh baiklah" kata Leta.


setelah satu jam memeluk Leta tanpa ada pembicaraan akhirnya dafin pun melepaskan pelukannya.


" ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" kata Dafin.


" apa kamu mencintaiku?" tanya dafin dan diangguki oleh Leta.


" apa kamu sayang aku ?" tanya dafin lagi


" iya aku sayang sama kamu, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Leta


"apa kamu mau kawin lari bersamaku?" kata dafin membuat Leta kaget.


" dafin apa yang sebenarnya terjadi, ceritakan padaku" kata Leta sabar


" apa kamu kawin lari bersamaku Leta!" teriak dafin pada Leta.


deg


" aku tidak mau, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Leta lagi.


" dijodohkan ?" tanya Leta kaget dan membuat hatinya merasa sakit.


" iya, jadi apa kamu mau kawin lari bersamaku" kata dafin yang sudah reda emosinya


" tidak aku tidak mau," kata Leta kekeuh, meskipun ia sakit hati tetapi dirinya tidak pernah mempunyai pikiran untuk menikah tanpa restu orang tua.


" kamu bilang kamu mencintaiku, kamu sayang padaku tapi kenapa kamu tidak mau menikah denganku?" tanya dafin emosi dengan memegang pundak Leta dengan erat.


"aku memang mencintaimu, aku memang menyayangimu , tapi tidak dengan cara yang seperti ini dafin!" bentak Leta.


bentakan Leta membuat dafin frustasi.


" lalu aku harus bagaimana Leta?" tanya Dafin


" menikahlah denganya dafin" kata Leta sambil tersenyum.


" tidak aku tidak mau, aku hanya mencintai dan menyayangimu Leta" kata Dafin sambil menatap Leta.


"tidak ada yang tidak mungkin dafin, dulu kamu juga bilang tidak akan pernah suka kepadaku tapi apa, sekarang kamu menyukaiku bahkan mencintaiku" kata Leta sambil tersenyum palsu.


" tapi beda Leta.." kata dafin


"dengarkan aku dafin menikahlah dengan dia, turuti permintaan orang tuamu," kata Leta tetap tersenyum.


" tapi aku mencintaimu Leta" kata Dafin melemah.


" aku juga mencintaimu, tetapi jika tuhan tidak menakdirkan kita bersama kita bisa apa? kita hanya manusia bisa dafin kita tidak bisa melawan takdir tuhan" kata Leta menatap lembut mata dafin.


" cobalah mencintai wanita itu dan lupakan aku, begitu pun denganku aku akan melupakanmu " kata Leta sambil memberikan kembali kalung yang diberikan dafin waktu dirumah sakit.


" berikan ini untuk calon istrimu nanti pasti dia akan sangat senang" kata Leta sambil tersenyum manis.


"tidak Leta.. tidak ini milikmu dan kamu lah yang akan jadi istriku" kata dafin.


" aku pulang dulu udah malem" kata Leta sambil beranjak dari duduknya.