BREATHE

BREATHE
thirty three



7 bulan kemudian...


" selamat ya mita, sekarang kamu udah menjadi mommy" kata dirly memberikan selamat pada Mita yang baru saja melahirkan tadi sore.


" terimakasih kakak, sebentar lagi kakak juga akan segara menjadi mommy " kata mita.


jarak kehamilan Mita dan juga Dirly hanya empat bulan saja .


" kesini sama kak Dafin kak?" tanya Mita.


" tidak kamu tau sendiri kan sesibuk apa kakakmu itu" kata dirly sendu.


" kakak yang sabar ya mungkin setelah dekbaynya keluar, kak Dafin akan berubah" kata Mita memenangkan Dirly.


tiga bulan kemudian..


tiga bulan kini berlalu begitu cepat, begitu pun dengan dafin perlahan dafin mulai membuka hati untuk Dirly , namun tetap bayang-bayang Leta masih utama.


" aduhhhh.... perut Dirly sakit mahh" kata dirly yang kini sedang berada diruang persalinan.


" kamu yang kuat ya dirly, mama yakin pasti kamu kuat" kata mama devina memberikan kepada Dirly.


sementara dafin diluar sedang merasakan cemas yang begitu dalam.


" yang tenang nak istrimu pasti kuat" kata papa dafin.


" iya pah" Jawab dafin masih tetap mondar-mandir didepan pintu persalinan.


" oek...oek...oek"


terdengar suara tangisan anak pertama dafin dari dalam ruangan.


beberapa menit kemudian suara tangis anak kedua dafin.


"oek..oek..oek"


setelah beberapa menit dafin pun disuruh masuk keruang persalinan.


" hay.. makasih ya udah memberikan aku dua pangeran tampan" kata Dafin sambil mencium kening Dirly.


" sama-sama fin itu udah jadi kewajibanku sebagai seorang istri." kata dirly menahan sakit.


" aku mencintaimu" kata dafin membuat Dirly tersenyum.


" terimakasih telah mencintaiku, tetapi aku harus pergi, aku merindukan kedua orang tua ku" kata dirly.


" pah, mah terima kasih telah merawat dan menjaga ku" kata dirly untuk terakhir kalinya.


" nggak Dirly jangan tinggalin aku, ku mohon kembali lah, dirlyyyyy" teriak dafin sambil mengoncangkan tubuh dirly.


" dokter.... dokter " teriak dafin mencari dokter. Namun tidak ada yang datang dafin langsung berlari kedepan sambil berteriak-teriak


" dokter...dokter...apa kalian semua tuli!" teriak dafin emosi.


didalam ruangan bersalin....


" Dirly pah" kata mama devina lemas.


" tenang lah " kata papa dafin


tak lama kemudian dokter dan suster memasuki ruangan bersalin itu. meminta dafin dan keluarganya menunggu diluar.


suara pintu terbuka


" maaf nona Dirly dinyatakan meninggal pukul 21.00" kata dokter membuat amarah dafin kembali lagi.


" kau pasti berbohong kan, jangan berbohong kepadaku!" teriak dafin pada dokter itu sambil mencengkram kerahnya.


" dafin udah nak jangan kayak gini, biarkan Dirly tenang di sana" kata papa dafin.


" Dirly pah" kata dafin meneteskan air mata.


dua hari setelah Dirly meninggalkan dafin, dafin menjadi sosok yang lebih dingin lagi, dan sangat sedikit bicara.


"oek..oek.."


" apa kau tidak bisa diam anak kecil" kata Dafin yang risih dengan suara tangisan anaknya .


semenjak Dirly meninggal dafin tidak pernah sekalipun menggendong bayinya, ia menyalahkan sang bayi lah yang membuat Dirly meninggalkan dia, saat dia sudah jatuh cinta kepadanya.


bahkan kedua bayi itu masih belum mempunyai nama hingga saat ini.


tiga tahun kemudian...


hari ini tepat tiga tahun sudah Leta meninggalkan London.


dan tepat hari ini pula Leta memutuskan untuk pulang ke London.


" mana sih si Leta, lama banget dah" gerutu Sifa yang sudah tidak bersabar bertemu dengan Leta.


tak lama kemudian ada wanita cantik yang keluar dari dalam bandara.


dengan kulit yang putih mulus, tubuh yang tinggi, rambut yang indah dibiarkan terurai, membuat siapa saja terpesona termasuk orang-orang yang ada didalam maupun diluar bandara.


" bunda" teriak wanita itu dan langsung menuju ke tempat Sifa dan bunda Leta berdiri.


" Leta? " tanya bunda Leta


"iya ini Leta bunda, masak bunda lupa sih sama anaknya sendiri" kata Leta.


" haha tidak kamu hanya semakin dewasa saja" kata bunda sambil memeluk Leta.


" Leta kangen bunda" kata Leta


" bunda juga, kamu juga sih yang salah ngabarin kok pas waktu pulang kesini, tiga tahun lalu kemana aja " sindir bunda sambil melepaskan pelukannya.


" Leta sibuk bunda, nggak sempet pegang ponsel" jelas Leta.


" yang disini dianggurin nih iya nggak ja " kata Sifa berbicara dengan eja anaknya yang berumur satu tahun ini.


" ya ampun Sifa, sorry-sorry nggak kelihatan" kata Leta bercanda.


membuat Sifa berpura-pura marah.


" yaudah kita pulang aja yuk ja" kata Sifa pada anaknya namun eja hanya tersenyum, karena belum bisa mengerti yang diucapkan ibunya.


" jangan dong masak, Sifa nggak kangen apa sama Leta " kata Leta .


" ya kangen lah oncom, kemana aja lu, katanya bakal sering-sering ngabarin, sering pulang ke London mana tu yang ngomong" sindir Sifa.


"hehe iya iya, Leta salah" kata Leta.