
dirumah dafin..
tadi malam setelah mengantarkan Leta kerumahnya, dafin langsung memasuki kamar si kembar dan tidur di samping si kembar.
"bangun lah ayah ingin melihat mata kalian " kata dafin sambil menoel-noel pipi gembul si kembar.
tak berapa lama si kembar pun bangun.
" hay.. Adelio putra dafin" kata dafin menyapa anak tertua meskipun lahirnya hanya berjarak beberapa menit saja Adelio putra dafin adalah kakak.
" Hay..Aciel putra dafin" kata dafin menyapa anak keduanya yaitu adik Adelio.
" ih gantengnya anak ayah, maaf in ayah ya karena memperlakukan kalian tidak layak" kata dafin menyesali kesalahannya.
baby el dan baby lio hanya tertawa,
"yah..yah " kata baby el.
" iya ini ayah El" kata dafin.
" sekarang kita turun kebawah yuk sarapan pagi sama oma opa" kata dafin sambil menggendong El dan Lio.
didapur rumah Bagaskara..
mama devina sedang menyiapkan sarapannya si kembar.
" papa mau sarapan apa ? " tanya mama devina.
" roti sama selai kacang aja mah" kata papa dafin.
tak lama kemudian terdengar suara si kembar yang sedang mengoceh ria, dan yang paling mengagetkan lagi dafin yang menggendong si kembar.
" dafin?" kata mama devina.
" pagi oma, pagi opa" kata dafin menirukan suara anak kecil.
" pagi cucu opa " kata papa dafin sambil mengambil alih baby lio untuk duduk di pangkuannya.
" mama nggak lagi mimpikan ini ? " tanya mama devina.
" enggak ma ini nyata, mulai hari ini dafin dan kedua putra dafin akan memulai dari awal ya nggak El?" tanya dafin pada El, El pun hanya tersenyum.
"El ??, apa kamu sudah memberikan mereka nama dafin?" tanya mama devina kaget.
" udah mah tadi malam sudah aku pikir nama yang bagus buat mereka" kata dafin.
" kenalin aku Aciel putra dafin oma adik dari kak Adelio putra dafin" kata dafin menirukan suara anak kecil.
" mama senang kamu bisa berubah nak " kata mama devina sambil mengeluarkan air mata.
" udahlah mah jangan nangis, dafin minta maaf ya udah membuat mama kerepotan ngurus si kembar "kata dafin sambil menghapus air mata mama devina.
" mama nggak merasa direpotkan kok malah mama senang bisa ngerawat Lio sama El " kata mama devina sambil tersenyum.
" wah sepertinya kita sedang disambut sama kakaknya " kata Leta kepada eja sambil menirukan suara anak kecil.
" selamat pagi aunty" sapa mereka bersamaan saat Leta dan Sifa berjalan kearah mereka.
" pagi semua keponakan aunty" jawab Leta.
" selamat pagi nyonya Sifa dan nona Leta" sapa kepala panti asuhan.
" ah.. panggil aku Leta aja bibi" kata Leta sambil tersenyum.
" sama panggil Sifa aja" kata Sifa
" baiklah ayo masuk nak Leta, nak Sifa" kata kepala panti dan diangguki oleh Leta dan Sifa.
begitu memasuki ruang utama mata Leta tertuju pada anak laki-laki gembul yang berumur sekitar 4-5 tahunnan lah sedang duduk menyendiri di pojok ruangan.
lalu Leta menyerahkan eja pada Sifa, dan menuju ke arah anak itu dan berjongkok dihadapannya.
" hay boy, kenapa kamu ada disini? " tanya Leta pada anak laki-laki itu.
" tidak ada yang mau berteman denganku aunty " kata anak laki-laki itu.
" kenapa?" tanya Leta.
" karena aku gemuk dan tidak bisa berlari cepat aunty" kata anak laki-laki itu jujur.
" nama kamu siapa boy?" tanya Leta.
"nama aku Arsen aunty" kata Arsen sambil melihat wajah Leta.
" aunty mau kok jadi temen Arsen " kata Leta sambil tersenyum manis.
" tapi Arsen tidak mau jadi teman aunty" kata Arsen sambil berdiri dan melipat tangannya didepan perutnya.
" emangnya kenapa?"tanya Leta
" Arsen maunya aunty jadi bunda Arsen" kata Arsen membuat Leta terus lebar.
" aunty juga mau kok jadi bunda Arsen" kata Leta membuat Arsen tersenyum lebar.
" beneran aunty mau jadi bunda Arsen, ye Arsen udah punya bunda ye" kata Arsen sambil memeluk Leta erat.
" yaudah yuk kesana, minta ijin sama kepala panti" kata Leta sambil menggandeng tangan Arsen.
" ibu kepala Arsen udah punya bunda, boleh kah Arsen mempunyai bunda?" tanya Arsen
"boleh sayang, ibu juga seneng Arsen udah punya bunda" kata kepala panti.
" Arsen bersiap-siaplah hari ini kita akan pulang kerumah bunda" kata Leta.
" beneran bunda, baiklah Arsen juga akan berpamitan sama teman-teman Arsen" kata Arsen lalu diangguki oleh Leta.