
hari-hari berlalu begitu cepat hingga kini tibalah acara foto prewedding anaknya Tante davina.
" Sifa kamu sudah menyiapkan segalanya?" tanya Leta
"sudah kamu setting kan semua kamera yang digunakan?" tanya Leta lagi.
" iya udah Leta, yuk berangkat" kata Sifa.
didalam perjalanan menuju lokasi pemotretan keadaan didalam mobil Leta sangat hening.
" akhhh.. akhirnya Sampai juga" kata Leta sambil meregangkan otot-ototnya.
tidak beberapa lama mobil Davina datang.
" hay tante Sifa sangat merindukanmu " kata Sifa sambil memeluk tante Devina
" kamu bisa aja " balas tante Devina sambil membalas pelukan Sifa.
" pagi Tante" sapa Leta.
" pagi juga sayang, apa kau tidak rindu padaku" kata Devina sambil beralih memeluk Leta.
" oke... anak yang terlupakan" sindir Sifa membuat Devina dan Leta tertawa.
" mempelainya mana tan?" tanya Sifa.
" ada masih dibelakang bentar lagi juga sampai" kata devina .
tak berselang lama mobil yang dikendarai anak Tante Devina pun datang.
" nah itu dia" kata Devina membuat mereka berdua langsung menatap mobil itu.
dan turun lah sepasang mempelai dari mobil dan mulai berjalan menuju Devina.
deg..
"dafin" gumam Leta kaget namun sebisa mungkin Leta bersikap biasa.
"jadi dafin anak tante devina" kata Leta dalam hati.
disisi lain...
setelah kejadian Leta meninggalkan dafin dirooftop membuat dafin menjadi lebih diam lagi.
" dafin mau menikah dengan dia " kata dafin dengan pandangan kosong setelah sampai dirumah.
" papa bangga kepadamu dafin " kata papa dafin sambil memeluknya.
" terimakasih" katanya lagi namun bukannya dijawab dafin malah Langsung pergi ke kamarnya.
dalam beberapa hari ini dafin hanya diam saja dan sedikit bicara.
" Leta " kata dafin dalam hati sambil menatap sendu Leta, diseberang sana Leta masih tetap tersenyum manis ke arahnya dan itu membuat dafin ikut tersenyum.
" wah-wah ada yang lagi bahagia nih" goda mama ku
seketika langsungku ubah wajah ku menjadi datar kembali.
" yuk tante keburu siang " kata Leta.
pemotretan berjalan dengan baik, dan hasilnya sangat bagus.
" kamu sudah sangat ahli ya Leta " kata mama Dafin
" belum Tante masih perlu belajar lagi" kata Leta merendah.
"Leta ke toilet dulu ya Tante" pamit Leta dan disetujui oleh mama dafin.
akhirnya Leta pun ketoilet sendirian, dan dafin pun berniat menghampiri Leta.
" ma aku keliling sebentar ya" pamit dafin
" Leta " panggil dafin setelah melihat Leta yang berada didepannya.
" mau ke toilet juga?" tanya Leta namun dijawab gelengan oleh dafin.
" aku merindukanmu" kata Dafin sambil memeluk Leta. namun seketika Leta sadar dan langsung melepaskan pelukan dafin, Leta Sadar kalo dafin bukan miliknya lagi.
" em.. sebaiknya kamu kembali kesana" kata Leta.
bukannya menuruti permintaan Leta dafin malah kembali memeluknya erat.
" dafin sadar kamu sudah mau menikah dengan dirly, tidak sepantasnya kamu berkata seperti itu" kata Leta sambil mendorong dafin agar menjauh darinya.
" dirly itu orang yang baik, jangan sampai kamu menyakitinya, ikhlaskan hubungan yang sudah berakhir ini dan berbahagialah dengan dirly" kata Leta.
" dan jangan pernah mencoba buat merubah takdir yang sudah tertulis" kata Leta tegas. lalu meninggalkan dafin yang masih mematung.
disisi lain..
" lama banget sih Lo" kata Sifa
" hehehe, udah yuk pulang" kata Leta pada Sifa .
" tante Devina Leta sama Sifa balik duluan ya " pamit Leta .
" tidak mau makan siang dulu" tawar Tante Devina.
" tidak tante kita langsung pulang aja," kata Leta lagi.
" yaudah kalo gitu, hati-hati dijalan kalo capek berhenti dulu" nasehat tante devina.
"iya Tante" kata Leta sambil cipika-cipiki
" aku pulang dulu ya dir" kata Leta pada dirly.
" ikut aku ke mobil dulu yuk ambil barang" ajak dirly pada Leta dan disetujui oleh Leta.
" Sifa kamu temenin mama dulu ya " kata dirly dan diangguki oleh Sifa.
" nih undangan, Dateng ya sama Sifa, kamu tamu VVIP ku " kata dirly sambil bercanda.
" akan aku usahakan" kata Leta .
" yaudah aku pulang dulu, hidup butuh kesabaran yang kuat seperti baja " kata Leta sambil memeluk dan menepuk pelan pundak Dirly.
dirly pun hanya mengangguk dan tersenyum.