
"kamu harus bisa ngendaliin diri kamu dafin, jangan biarin amarah yang ngendaliin kamu." kata Leta sambil menatap mata dafin dalam.
" semua ini bukan salah kamu, tapi itu udah takdir tuhan yang ditulis untuk kamu, Dirly pergi juga bukan karena kamu tapi Dirly pergi karena tuhan lebih sayang sama dia" kata Leta.
" jadi stop untuk kamu nyalahin diri kamu sendiri karena meninggalkannya Dirly, dan yang harus kamu lakukan saat ini, berikan nama pada si kembar dan didik si kembar agar bisa menjadi laki-laki yang berguna nantinya sebelum terlambat" kata Leta sambil tersenyum manis.
" makasih Leta, makasih udah selalu ada, aku masih cinta sama kamu Leta" kata dafin sambil memeluk Leta erat. mendengar kata cinta Leta pun langsung menyudahi pelukannya.
" em.. sepertinya semakin larut" kata Leta.
selama di perjalanan Leta dan dafin menjadi canggung.
tak berselang lama mobil dafin memasuki perumahan elit di london. dan berhenti di depan rumah Leta.
tetapi sebelum Leta membuka pintunya dafin mencegahnya.
" aku masih mencintaimu Leta" kata dafin mengulang kata-kata tadi.
" terimakasih sudah mengantarku sampai ke rumah, hati-hati dijalan" kata Leta tanpa membalas kata-kata dafin tadi.
" iya sama-sama" kata dafin
sesampainya didalam kamar Leta langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.
"huft... aku juga masih mencintaimu, tetapi aku tidak mau mengecewakan mama devina, karena merebut mu dari Dirly" kata Leta sambil menatap langit-langit kamarnya.
pagi harinya..
" pagi ayah bunda" sapa Leta
" pagi juga sayang" kata bunda dan ayah Leta bersamaan.
" gimana kerjaan ayah?" tanya Leta sambil mengambil sarapannya.
" baik, kamu sendiri gimana?" tanya ayah balik
" putri kecil ayah sekarang udah jadi orang sukses ya bun, kesuksesan ayah aja kalah sama Leta " puji ayah Leta.
" kan ini semua juga berkat ayah dan bunda, kalo tidak ada kalian mungkin Leta nggak bisa kayak gini " kata Leta dan membuat kedua orangtuanya mengangguk bangga.
" ayah nanti aku izin main kerumah eja ya kangen eja" kata Leta manja.
" iya, mangkanya menikahlah jangan menunda-nunda lagi " sindir bunda Leta.
" kalo Leta nikah nanti nggak bisa serumah lagi dong sama bunda sama ayah, emang enggak kangen kalo nggak ada Leta" kata Leta beralasan.
" kamu ini selalu ada alasan buat nggak mau menikah" kata bunda Leta.
" bukan nggak mau bunda Leta cuma belum siap jadi istri" kata Leta.
" ya udahlah terserah kamu, lama kelamaan kamu pasti juga akan merasakan bosan dengan kesendirian" kata bunda Leta.
setelah selesai sarapan Leta pun berpamitan kepada orangtuanya untuk pergi ke rumah Sifa.
dirumah Sifa..
" eh oncom ditungguin dari tadi juga, ngaret amat sih Datengnya" kata Sifa kesal karena keterlibatan Leta.
" iya maapmaap tadi masih ada kendala biasa, sini eja sama aunty aja ya mama kamu biar yang nyetir. " kata Leta.
seakan mengerti arah pembicaraan Leta menuju kemana.
" elo juga sih susah banget disuruh nikah" kata Sifa.
" ah udah yuk nanti keburu kesiangan nyampe ke panti asuhannya " kata Leta
" iya iya" kata Sifa mengakhiri pembicaraan.
tak lama kemudian mobil Leta memasuki halaman panti asuhan.