BREATHE

BREATHE
twenty five



setelah sarapan pagi selesai, Leta memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu karena ada meeting penting dengan clientnya.


" pagi Leta" sapa karyawan Leta


"pagi juga" jawab Leta dengan tersenyum.


dan masih banyak lagi yang menyapa Leta.


dikantor memang Leta yang meminta untuk memanggil dirinya tanpa embel-embel "Bu/bos" karena ia merasa tidak enak.


di studio...


" pagi Sifa" sapa Leta yang baru saja memasuki studio.


" Leta... gue kangen Lo" kata Sifa sambil berlari menuju Leta dan memeluknya dengan erat.


" ih Sifa lebay deh" kata Leta.


" lah gue emang kangen sama lo oncom" kata Sifa sambil melepaskan pelukannya dan berpura-pura marah pada Leta.


" ih gitu aja marah, Leta juga kangen Sifa" kata Leta sambil memeluk Sifa.


" ih lebay lo" kata Sifa balas dendam, dan kemudian mereka berdua tertawa.


" udah perut Leta sakit" kata Leta yang sudah tidak kuat untuk tertawa lagi.


toktok..


seketika tawa mereka berhenti


" permisi ta, clientnya udah sampai" kata salah satu karyawan Leta.


" baiklah aku akan segera kesana" kata Leta.


"Sifa temenin Leta ya" kata Leta sambil puppy eyes.


" iya iya" jawab Sifa.


tidak butuh waktu lama mereka pun sampai diruang meeting.


" selamat pagi nyonya, maaf harus menunggu lama" kata Leta sopan sambil duduk di bangku depan clientnya sedangkan Sifa duduk disampingnya.


" ah tidak apa-apa, saya juga baru sampai" kata clientnya Leta.


" mau minum apa nyonya? " tanya Leta basa basi.


" seadaanya saja, dan satu lagi panggil saya Tante saja jangan nyonya " kata clientnya Leta.


" oh baik lah Tante" kata Leta sambil tersenyum manis.


"kamu begitu manis" puji tante client.


" Tante bisa aja" kata Leta biasa aja.


" oh sebaiknya kita berkenalan terlebih dahulu biar tidak canggung seperti ini " kata Tante client.


" oh iya juga ya, nama saya Leta tan Dan ini Sifa " kata Leta sambil tersenyum manis


" Leta, Sifa? nama yang bagus, nama saya Davina kalian bisa memanggil saya tante davina" kata Tante davina sambil tersenyum dan dibalas anggukan oleh Leta dan Sifa


" baik lah Leta tante kesini mau memintamu untuk menjadi Photographer Di preweddingnya anak saya bulan ini apa masih ada jadwal yang kosong?" tanya Tante Devina.


" bulan ini jadwal kita kosong tan, bulan depan baru penuh-penuhnya " kata Sifa


" bagus lah saya ingin dua minggu lagi preweddingnya " kata Tante davina.


" siapa Tante" kata Davina.


setelah berbincang-bincang akhirnya Tante davina memutuskan untuk pamit.


" baiklah kalo begitu Tante pulang dulu, senang bisa bertemu dengan kalian " kata Tante davina setelah sampai di depan kantor Leta.


" kami juga, tan hati-hati dijalan " kata Leta.


malam hari dikediaman Bagaskara...


diruang tamu


" dafin ada yang mau papa omongin sama kamu" kata papa dafin.


" iya pa mau ngomongin masalah apa?" tanya dafin.


" papa dan mama mau kamu menikah dengan anak mendiang sahabat papa dan dua minggu lagi kamu prewedding" kata mama dafin.


deg


seketika jantung dafin berhenti


"mama sama papa apa-apaan sih, emang harus ya dafin dijodohin kayak gini?, dafin sudah punya tunangan pah mah, dan dafin cinta sama tunangan dafin." kata dafin marah


" tapi mendiang papanya menitipkan dia sama kita nak" kata mama dafin


" lupakan lah tunangan mu itu nak, dan menikahlah dengan dia " kata mama dafin


" enggak dafin nggak mau ninggalin tunangan dafin tanpa dia dafin nggak mungkin hidup sekarang" kata dafin dan berlalu meninggalkan ruang tamu dengan kemarahannya menuju kamar.


" tenang lah biar aku yang bicara pada nya" kata papa dafin menenangkan mama dafin.


ceklek..


" dafin, tenang kan dulu hatimu" kata papa dafin sambil duduk di samping dafin.


" dengarkan penjelasan papa"kata papa dafin