BREATHE

BREATHE
twenty three



sesampainya di rumah Leta langsung membawa dafin menuju kamar tamu, untuk beristirahat.


" istirahatlah pasti kamu capek " kata Leta.


tidak ada jawaban dari dafin, tapi dafin menarik pelan-pelan Leta untuk berada di pelukannya.


" makasih, karena kamu mau merawat ku dengan sabar, terimakasih karena mau menemani ku di saat-saat yang seperti ini, aku bersyukur bisa menemukanmu dan memiliki mu " kata Dafin tulus.


" jangan berterima kasih kepadaku karena ini hasil dari semangat sembuhmu yang begitu luar biasa, aku bangga kepadamu yang tidak pernah patah semangat untuk kesembuhan mu meski pun kamu phobia sama rumah sakit, tapi kamu berhasil menaklukkan rasa takut mu itu" kata Leta.


" sekarang beristirahatlah" kata Leta dan disetujui oleh dafin.


kini dafin sudah melakukan kegiatan seperti biasanya yang sempat tertunda karena ia sakit.


drett..drett..


suara ponsel dafin berbunyi, lalu dafin pun mengangkatnya.


" Hm.. bagus ya kamu berkali-kali mama menelpon tapi selalu kau alihkan, apa kau sudah lupa kalo masih punya orang tua " suara omelan dari wanita diseberang sana.


" dafin tidak lupa ma, dafin hanya sibuk saja" kata dafin dingin, meskipun ia dingin terhadap keluarganya namun dafin sangat menyayangi kedua orang tua dan adiknya itu.


" mama nggak mau tau lusa kamu harus sudah sampai di London" kata mama dafin dan langsung memutuskan Sambungan teleponnya sebelum dafin menjawab.


" hufttt... dasar orang tua " kata Dafin sambil bernapas panjang.


keesokan harinya dafin berencana menjemput Leta untuk lari pagi.


" kau sudah siap sayang?" tanya dafin setelah Leta memasuki mobilnya dan diangguki oleh Leta.


di dalam perjalanan pun mereka bersenda gurau.


" ada yang mau aku omongin sama kamu" kata Dafin dan Leta bersamaan.


" kamu dulu yang ngomong" kata Leta


" tidak kamu dulu yang ngomong" balas dafin.


" baiklah kita ucapkan bersama-sama saja " kata Leta mengakhiri perdebatan kecil itu.


" satu, dua, tiga, aku harus balik ke London" kata Leta dan dafin bersamaan.


" kamu akan balik ke London lagi ? " tanya dafin.


" iya, dan kali ini aku tidak tau bisa balik ke indo lagi apa tidak " kata Leta.


" lalu kamu sendiri? " tanya Leta.


" tadi pagi mamaku telpon katanya lusa aku harus udah ada di London" kata Dafin.


" yaudah kalo begitu kita besok berangkat bersama" kata Dafin dan diangguki oleh Leta.


keesokan harinya..


akhirnya mereka sampai di bandara, ditemani dengan dua bodyguard dan juga dion.


" udah siap sayang?" tanya dafin


" udah yuk turun" kata Leta dan diangguki oleh dafin.


mereka pun turun dari mobil, begitu turun dari mobil mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang di bandara. semua orang kagum dengan kecantikan Leta dan ketampanan dafin milik membuatnya sangat serasi.


" wah cantik banget " kata salah satu pengunjung bandara.


" iya, andaikan dulu aku menemukannya terlebih dulu, pasti menang banyak ni" kata orang yang disebelah.


mendengar hal itu membuat dafin merasa panas sendiri, langsung saja dafin memegang pinggang Leta posesif.


" dafin apaan sih, malu tau diliatin orang " kata Leta malu.


" biarin kamu milikku" kata Dafin.


beberapa menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi pun take off juga.


didalam perjalanan ke London dafin sangat manja sekali sama Leta, membuat Leta risih sendiri melihatnya .


" ih dafin udah dong malu dilihatin orang," kata Leta sambil menjauhkan kepala dafin yang sendari tadi mengusap-usap pundaknya.