BREATHE

BREATHE
thirty nine



" saya mau mengadopsi Arsen menjadi putra saya " kata Leta setelah memasuki ruang kepala panti.


" saya mau bibi membantu saya untuk mengurus persyaratannya nanti " kata Leta.


" baiklah bibi akan mengurusnya nanti" kata kepala panti.


" terimakasih atas bantuannya bi," kata Leta sambil tersenyum.


Sifa yang berbeda disamping Leta hanya bisa menggeleng saja.


"bundaa...bunda" panggil Arsen dari luar ruangan dan sesekali mengetuknya.


" em.. ini ada cek kosong buat bibi gunakan untuk kebutuhan anak panti, saya berharap bibi menerimanya," kata Leta sambil menyerahkan amplop yang berisi cek kosong.


" terimakasih nak Leta, semoga kebaikan nak Leta dibalas sama tuhan" doa kepala panti untuk Leta.


" amin bi" kata Leta sambil tersenyum.


" baiklah kalo begitu kami pamit pulang " kata Leta dan diangguki oleh kepala panti.


" akan bibi antar sampai kedepan" kata kepala panti.


ceklek


mendengar suara pintu terbuka membuat Arsen langsung berdiri dari tempat duduknya.


" kamu nungguin bunda ya?" tanya Leta


"iya aku pikir bunda tadi meninggalkanku karena terlalu lama berkemasnya."


" bagaimana bisa bunda meninggalkan anak bunda yang satu ini" kata Leta sambil menggendong Arsen.


" udah siap kerumahnya bunda?" tanya Leta.


" siap bunda " kata Arsen sambil hormat.


" lucu banget dia ta " kata Sifa sambil mencubit pipi gembul Arsen.


"yaudah yuk kita pulang" kata Leta.


sesampainya didepan pintu panti asuhan Arsen pun meminta untuk diturunkan dari gendongan Leta.


" ibu kepala Arsen pergi dulu ya sama bunda, ibu kepala jangan kangen ya sama Arsen, terimakasih sudah merawat sampai besar seperti ini" kata Arsen sambil memajukan perutnya buncit.


" Arsen sayang ibu kepala" kata Arsen sambil memeluk ibu kepala.


" ibu juga sayang Arsen " kata ibu kepala sambil meneteskan air mata namun segera dihapus oleh kepala panti.


lalu Arsen melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Leta.


" udah boy?" tanya Leta.


" udah bunda, yuk kita berangkat" kata Arsen lalu Leta mengandengnya menuju mobil.


" dada.. ibu kepala, dada.. teman-teman Arsen pergi dulu" kata Arsen lalu menaiki mobil Leta.


didalam mobil ...


" Lo beneran mau ngerawat Arsen ta? Tanya Sifa setelah memastikan Arsen tertidur pulas.


" iya memangnya kenapa kamu nggak setuju?" tanya Leta


" setuju aja sih, tapi kan lo belum nikah apa kata orang nanti" kata Sifa.


" yang penting aku bisa ngerawat Arsen mah, ngapain harus dengerin kata orang" balas Leta Sifa pun hanya bisa diam dan tersenyum.


" gue salut sama lo ta " kata Sifa, Leta pun hanya bisa saja, karna memang ia tidak suka terus terusan dipuji .


tak lama kemudian mereka memasuki area perumahan Leta .


" gue nginep di rumah lo aja ya ta, dirumah nggak ada Devon" kata Sifa.


" kayak siapa aja pakai izin segala" kata Leta.


sesampainya di rumah Leta langsung mengambil Arsen yang sedang tidur di jok belakang.


" aduh anak bunda berat banget sih" kata Leta lalu berjalan menuju ruang tengah.


" itu anak siapa Leta?, gemes banget liatnya " tanya bunda Leta sambil mencubit pipi Arsen pelan.


" anak Leta" kata Leta enteng.


" kamu hamil diluar nikah Leta, siapa bapaknya?" tanya bunda Leta.


"terserah bunda deh mau ngomong apa, Leta kekamar dulu tidurin Arsen " kata Leta sambil berjalan menuju kamarnya.