
" saya mau mengadopsi Arsen menjadi putra saya " kata Leta setelah memasuki ruang kepala panti.
" saya mau bibi membantu saya untuk mengurus persyaratannya nanti " kata Leta.
" baiklah bibi akan mengurusnya nanti" kata kepala panti.
" terimakasih atas bantuannya bi," kata Leta sambil tersenyum.
Sifa yang berbeda disamping Leta hanya bisa menggeleng saja.
"bundaa...bunda" panggil Arsen dari luar ruangan dan sesekali mengetuknya.
" em.. ini ada cek kosong buat bibi gunakan untuk kebutuhan anak panti, saya berharap bibi menerimanya," kata Leta sambil menyerahkan amplop yang berisi cek kosong.
" terimakasih nak Leta, semoga kebaikan nak Leta dibalas sama tuhan" doa kepala panti untuk Leta.
" amin bi" kata Leta sambil tersenyum.
" baiklah kalo begitu kami pamit pulang " kata Leta dan diangguki oleh kepala panti.
" akan bibi antar sampai kedepan" kata kepala panti.
ceklek
mendengar suara pintu terbuka membuat Arsen langsung berdiri dari tempat duduknya.
" kamu nungguin bunda ya?" tanya Leta
"iya aku pikir bunda tadi meninggalkanku karena terlalu lama berkemasnya."
" bagaimana bisa bunda meninggalkan anak bunda yang satu ini" kata Leta sambil menggendong Arsen.
" udah siap kerumahnya bunda?" tanya Leta.
" siap bunda " kata Arsen sambil hormat.
" lucu banget dia ta " kata Sifa sambil mencubit pipi gembul Arsen.
"yaudah yuk kita pulang" kata Leta.
sesampainya didepan pintu panti asuhan Arsen pun meminta untuk diturunkan dari gendongan Leta.
" ibu kepala Arsen pergi dulu ya sama bunda, ibu kepala jangan kangen ya sama Arsen, terimakasih sudah merawat sampai besar seperti ini" kata Arsen sambil memajukan perutnya buncit.
" Arsen sayang ibu kepala" kata Arsen sambil memeluk ibu kepala.
" ibu juga sayang Arsen " kata ibu kepala sambil meneteskan air mata namun segera dihapus oleh kepala panti.
lalu Arsen melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Leta.
" udah boy?" tanya Leta.
" udah bunda, yuk kita berangkat" kata Arsen lalu Leta mengandengnya menuju mobil.
" dada.. ibu kepala, dada.. teman-teman Arsen pergi dulu" kata Arsen lalu menaiki mobil Leta.
didalam mobil ...
" Lo beneran mau ngerawat Arsen ta? Tanya Sifa setelah memastikan Arsen tertidur pulas.
" iya memangnya kenapa kamu nggak setuju?" tanya Leta
" setuju aja sih, tapi kan lo belum nikah apa kata orang nanti" kata Sifa.
" yang penting aku bisa ngerawat Arsen mah, ngapain harus dengerin kata orang" balas Leta Sifa pun hanya bisa diam dan tersenyum.
" gue salut sama lo ta " kata Sifa, Leta pun hanya bisa saja, karna memang ia tidak suka terus terusan dipuji .
tak lama kemudian mereka memasuki area perumahan Leta .
" gue nginep di rumah lo aja ya ta, dirumah nggak ada Devon" kata Sifa.
" kayak siapa aja pakai izin segala" kata Leta.
sesampainya di rumah Leta langsung mengambil Arsen yang sedang tidur di jok belakang.
" aduh anak bunda berat banget sih" kata Leta lalu berjalan menuju ruang tengah.
" itu anak siapa Leta?, gemes banget liatnya " tanya bunda Leta sambil mencubit pipi Arsen pelan.
" anak Leta" kata Leta enteng.
" kamu hamil diluar nikah Leta, siapa bapaknya?" tanya bunda Leta.
"terserah bunda deh mau ngomong apa, Leta kekamar dulu tidurin Arsen " kata Leta sambil berjalan menuju kamarnya.