BREATHE

BREATHE
dua dua



" jangan nangis lagi, dafin jelek kalo lagi nangis" kata Leta sambil tersenyum manis.


kata-kata Leta membuat dafin yang biasanya murung kini kembali tertawa.


" emm.. udah yuk sekarang di seka dulu habis itu makan yang banyak, kata Dion kamu nggak makan selama tiga hari apa itu benar tuan dafin?" tanya Leta.


" iya itu benar, karna aku nggak nafsu makan" kata Dafin dengan mudahnya.


" Ohh gitu ya kalo begitu terima serangan dari rasa lapar ini " kata Leta sambil menggelitik pinggang dafin. membuat dafin kegelian


" stop hentikan Leta aku udah nggak kuat hahahaha..." kata dafin sambil kegelian.


"oke baiklah aku hentikan, tapi jangan pernah ulangi lagi ya" kata Leta lembut.


" iya nyonya muda" Jawab dafin.


" bagus akan aku siapkan dulu airnya" kata Leta lalu pergi ke toilet.


" nah gini kan jadi segeran mukanya " kata Leta setelah menyeka dan menyisir rambut dafin.


" sekarang waktunya makan pagi" kata Leta bersemangat.


" tadi sampai kesini jam berapa? " tanya dafin sambil mengunyah makanannya.


" sekitar jam 5 an " kata Leta.


" kenapa nggak ngabarin aku kalo mau pulang?" tanya dafin.


"kalo ngabarin nggak jadi surprise dong" jawab Leta membuat dafin tersenyum.


" em... aku mau pulang hari ini boleh kan, aku bosen disini terus" kata Dafin


" emm.. gimana ya?" kata Leta sambil berfikir, membuat dafin was-was jika tidak diperbolehkan pulang oleh leta.


" baiklah asal kan kamu mau rutin kemo dan minum obat gimana??" tanya Leta.


"oke deal asalkan kamu sama aku terus" kata Dafin tersenyum bahagia.


" yaudah habisin makanannya dulu terus habis itu minum obat, aku akan berbicara sama dokter" kata Leta disetujui oleh dafin.


setelah selesai menyuapi makan dafin Leta pun izin untuk menemui dokter yang biasanya merawat dafin.


" aku ke dokter dulu ya, kamu jangan kemana-mana " kata Leta pada dafin.


"iya nyonya " balas dafin.


dua bulan kemudian..


" em.. iya Leta 5 menit lagi ya" kata dafin yang Masih memejamkan matanya.


"tidak-tidak, ayolah cepat bangun nanti keburu siang " kata Leta lagi.


" hm.. iya ini aku bangun" kata dafin tapi masih enggan membuka matanya.


" bilang iya tapi matanya masih ditutup gimana sih" kata Leta yang mulai kesal dengan dafin.


" iya ini udah dibuka matanya" kata Dafin sambil tersenyum paksa.


" aku tunggu di bawah 10 menit kamu tidak kebawah aku pulang" kata Leta mengancam.


" terus yang nemenin aku buat kemo siapa dong kalo kamu pulang?" tanya dafin.


" tau pergi aja sendiri" kata Leta sambil melangkah keluar dari kamar dafin.


" pagi sayang" sapa dafin setelah sampai di lantai satu.


" Hm.. pagi" kata Leta yang masih kesal sama dafin.


" udah dong sayang jangan ngambek lagi, kan aku udah bangun" kata Dafin .


" oke baiklah, sekarang sarapan dulu habis itu kita kerumah sakit" kata Leta


" siap" jawab Dafin.


dirumah sakit..


setelah menjalani kemoterapi seperti biasanya badan dafin akan menjadi lemas.


" baik ada kabar baik untuk pak dafin, hari ini adalah kemoterapi yang dilakukan pak dafin. karena benjolan yang ada di otak pak dafin sudah hilang 99,9% jadi pak dafin dinyatakan sembuh tanpa harus operasi, tetapi pak dafin harus tetap hidup sehat supaya benjolan tidak tumbuh lagi" kata dokter membuat dafin dan Leta bahagia.


" beneran dok saya sudah sembuh tanpa harus operasi ? " tanya dafin


" iya selamat atas kesembuhan anda pak dafin" kata dokter.


"Leta aku sembuh " kata Dafin bersemangat dibalas anggukan dan senyuman manis oleh Leta. karena saking bahagianya Leta tak bisa berkata-kata.


" baiklah kalo begitu saya permisi pulang dok" kata Dafin pamit undur diri.


" ya silahkan pak dafin " kata dokter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...See you...