BREATHE

BREATHE
dua satu



" hai... dafin Leta kembali" kata Leta lirih tidak mau membuat dafin dan dion terbangun dari tidurnya.


Leta pun memutuskan untuk duduk di bangku sebelah brangkar dafin sambil mengelus pucuk kepala dafin.


" Leta... Leta jangan tinggalkan saya Leta saya mohon, saya cinta sama kamu Leta" gumam dafin yang sepertinya sedang bermimpi ditinggalkan oleh Leta. mendengar itu Leta pun langsung menutup kedua mata dafin yang masih tertutup itu. dan membuat dafin tenang dan tertidur kembali.


Dulu waktu Leta bermimpi buruk sang bunda akan menutup mata Leta seperti itu dan membuat Leta kembali tertidur pulas sampai keesokan paginya.


mendengar dafin bergumam memanggil nama Leta. membuat Dion terbangun dari tidurnya, dan betapa terkejutnya melihat Leta yang sudah berada di samping dafin.


" Leta" kata Dion lirih.


" kapan sampainya?" tanya Dion.


" kamu kebangunan ya gara-gara dafin, maaf ya" kata Leta tulus.


" aku sudah terbiasa mendengar kalimat itu beberapa hari ini, kedepan aja biar dafinnya nggak terganggu tidurnya" kata Dion dan disetujui oleh Leta.


" syukurlah kamu udah balik ke indo, aku was was kalo kamu nggak balik lagi ke indo " kata Dion.


" emangnya kenapa, kan saya juga sudah bilang bakal balik kalo masalahnya udah selesai" kata Leta.


" iya aku bisa mengerti itu, tapi tidak dengan dafin" kata Dion.


" setelah aku ngasih tau soal sakitnya, dia mengira kalo kamu pergi karena dia penyakitan" kata dion.


" dan udah tiga hari setelah kemoterapi ini dafin nggak mau makan sama sekali, setelah kamu pergi tatapan dafin jadi kosong, dan udah beberapa kali dafin menolak buat minum obat, membuatku semakin khawatir tapi datangnya kamu kesini membuat khawatirku sedikit hilang" kata Dion.


Leta yang mendengar cerita dari Dion, membuatnya merasa bersalah karena dirinya keadaan dafin semakin memburuk.


" terimakasih sudah menjaga dafin" kata Leta.


" apa orang tua dafin sudah kamu kabari tentang dafin yang sedang dirawat ?" tanya Leta.


" belum dafin melarangku untuk mengabari mereka" kata Dion dan di mengerti oleh Leta.


" baiklah aku pulang dulu, pagi ini aku ada meeting menggantikan dafin" kata dion dan disetujui oleh Leta.


diruang rawat dafin..


" hai bangun tuan muda, badanmu sangat bau sekali" kata Leta bercanda sambil mengelus lembut pipi dafin.


" apa yang kamu lakukan, apa kamu mau saya pecat" kata dafin tanpa membuka matanya.


" baiklah jika itu mau tuan saya akan kembali lagi ke London kalo begitu" kata Leta.


mendengar kata London membuat mata yang tadinya enggan terbuka kini langsung terbuka.


" Leta " kata dafin.


" ya ini saya tuan muda " kata Leta yang masih bercanda.


bruk..


dafin menarik Leta kedalaman pelukannya dengan begitu kuatnya sampai bunyi tubrukan itu terdengar.


" aku sangat merindukanmu Leta " kata Dafin yang kini sudah berganti dari kata saya-kamu menjadi aku - kamu.


" aku juga sangat merindukanmu dafinn" kata Leta.


" aku takut jika kamu pergi dariku lagi " kata Dafin beberapa tetes air mata pun jatuh dari mata dafin.


"aku tidak akan meninggalkanmu tunanganku" kata Leta


"aku sekarang orang penyakitan apa kamu masih mau denganku?" tanya dafin.


"hey.. apa yang tunangan ku ini katakan? aku menerimamu dengan kekurangan ataupun kelebihanmu Dafin. dan apa ini tunangan Leta menangis" kata Leta menatap dalam mata dafin, sambil menghapus air mata yang jauh dari mata dafin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...See you...