
" tenang aja bunda itu anak angkatnya Leta kok, namanya Arsen" kata Sifa menenangkan bunda Leta.
" dasar anak itu, bunda terlanjur mikir yang enggak-enggak" kata bunda Leta tersenyum sambil mengelus dadanya.
" yaudah Sifa kekamar Leta dulu ya bunda, mau nidurin eja " kata Sifa.
" iya udah bunda mau ke kantornya ayah dulu" kata bunda.
" hati-hati dijalan ya bunda" kata Sifa.
didalam kamar Leta..
" eghhh" lenguhan Arsen.
" bunda" panggil Arsen kepada Leta yang baru keluar dari kamar mandi.
" loh anak bunda udah bangun? gimana tidurnya nyenyak nggak? " tanya Leta sambil mengelus rambut Arsen.
" nyenyak bun, nyenyakkkk banget " kata Arsen sambil tersenyum.
" kruyukkk.."
" suara apa itu Arsen? " tanya Leta berpura-pura kaget.
" hehe suara perut Arsen bunda " kata Arsen malu.
" Arsen lapar nak?" tanya Leta dan diangguki oleh Arsen.
" Arsen mau makan apa?" tanya Leta.
" mau makan ayam sama es krim boleh bunda?" tanya Arsen pelan-pelan karena takut jika bundanya akan memarahinya.
" ya boleh lah apa sih yang nggak boleh buat anak bunda, sekarang Arsen mandi dulu ya biar agak segeraan badannya" kata Leta
"tapi di mandiin sama bunda?" tanya Arsen
" iya dong, yaudah yuk" kata Leta sambil menggendong Arsen menuju kamar mandi.
tak lama kemudian mereka pun keluar dari kamar mandi.
" mau kemana Ar? "tanya Sifa yang baru saja masuk kamar Leta.
" mau makan aunty" kata Arsen.
" mau makan kok mandi segala?"tanya Sifa lagi.
" iya kata bunda biar agak segeraan badannya, ya nggak Bun?" tanya Arsen pada Leta dan diangguki oleh Leta.
" iya nih, kecapean mungkin dianya" kata Sifa.
" Lo mau kemana? " tanya Sifa.
" aku mau keluar dulu buat beliin beberapa kebutuhan Arsen " kata Leta sambil mendandani Arsen.
" sekalian beli makanan laper" kata Sifa dan diangguki oleh Leta.
" nah sekarang giliran bunda yang mandi Arsen bantuin aunty jagain eja ya" kata Leta.
" iya bunda" kata Arsen.
setelah Arsen menunggu beberapa menit akhirnya Leta pun keluar dengan menggunakan celana jins panjang warna hitam dipadu kan dengan kaos kebesaran warna putih dan dengan rambut yang diikat menjadi satu.
" Arsen jangan pernah puji penampilan bundamu atau dia akan marah kepada mu" kata Sifa berbisik-bisik memperingatkan Arsen.
" oke aunty" jawab Arsen juga ikut berbisik.
" bunda sudah selesai?" tanya Arsen.
" udah sayang yuk kita berangkat " kata Leta
tak beberapa lama mereka sampai di mall yang begitu besar.
" wah rumahnya besar sekali bunda, ini rumah siapa? " tanya Arsen penasaran.
" ini bukan rumah sayang, tapi ini mall tempat untuk belanja barang yang kita butuhkan" kata Leta memberi penjelasan kepada Arsen.
" kita cari makan dulu yuk baru belanja, katanya tadi anak bunda leper" kata Leta sambil menggendong Arsen.
setelah beberapa jam berada di mall Leta pun memutuskan untuk pulang karena udah siang.
barang-barang yang iya beli tadi untuk kebutuhan Arsen sudah diambil oleh orang kepercayaan Leta.
tringg... tringgg...
bunyi suara ponsel Leta.
" halo iya kenapa mah?" tanya Leta
" oh iya habis ini Leta kesana " kata Leta.
" dari siapa Bun?" tanya Arsen penasaran.
" dari oma devina, kamu mau bertemu dengan Oma Devina? " tanya Leta dan diangguki oleh Arsen dengan semangat.