BREATHE

BREATHE
twenty four



sesampainya di Bandara London.


" mau aku antar sampai kerumahmu?" tanya dafin.


" tidak usah pasti kamu capek lagian rumahnya kan nggak searah juga, jadi aku pulang sendiri aja " kata Leta.


" em.. baiklah hati-hati dijalan" kata Dafin sambil mencium kening Leta.


" iya kamu juga " balas Leta.


rumah dafin..


" aku pulang" kata Dafin setibanya di rumah.


" dafin anak mama" kata mama dafin sambil berlari kearahnya dan memeluknya eratt.


" akhirnya kamu pulang juga nak, bagaimana keadaanmu?" tanya mama dafin.


" dafin baik ma, dimana papa? " tanya dafin sambil melepaskan pelukan sang mama karena tidak bisa bernapas.


" papa mu sedang ada di ruang kerjanya " kata mama dafin.


" baiklah dafin ke papa dulu" kata Dafin.


tok..tok..


"masuk" teriak seseorang yang ada didalam.


ceklek..


" pa" panggil dafin


" dafin?, masih ingat jalan pulang juga kamu " kata papa dafin dingin.


" apa kabar pa?" tanya dafin dan mengabaikan kata-kata dari sang papanya tadi.


" baik " kata papa dafin singkat.


" apa papa tidak rindu padaku?" tanya dafin sambil mendekati sang papa.


" tidak, untuk apa aku rindu anak durhaka sepertimu " kata papa dafin yang masih merajuk.


" yakin papa tidak rindu kepadaku ?" tanya dafin lagi.


" dasar anak durhaka, mana ada orang tua yang tidak merindukan anak kesayangannya yang tinggal jauh dari dirinya bertahun-tahun lamanya" kata papa dafin berdiri dan langsung memeluk anaknya itu.


" dasar anak durhaka, bagaimana keadaanmu ?" tanya papa dafin sambil menepuk-nepuk pundak dafin.


" kabar dafin baik pah"kata Dafin.


" papa senang kau kembali lagi kesini " kata papa dafin.


" sekarang pergilah untuk bersih-bersih diri lalu beristirahatlah pasti kau lelah" kata papa dafin dan diangguki oleh dafin.


" Leta pulang.. ayah bunda" teriak Leta memanggili nama kedua orangtuanya.


" ya ampun Leta dari mana saja kamu kok baru pulang??" tanya bunda Leta sambil memeluk Leta karena khawatir.


" hehe.. Leta habis ada pemotretan di Indonesia ma sekalian liburan, kan udah lama nggak ke Indonesia. " kata Leta


" tapi kemarin bunda liat Sifa di kantor, kenapa dia tidak bersamamu?" tanya bunda Leta.


" udahlah bun anak baru pulang kok diserbu pertanyaan, biar Leta istirahat dulu pasti dia lelah." kata ayah Leta.


" iya nih bunda, nggak kasih apa sama Leta " kata Leta yang kini beralih kepelukan sang ayah.


" gimana sehat??" tanya ayah Leta.


" sehat yah, ayah sendiri?? " tanya Leta balik.


" sehat, udah istirahat dulu gih" kata ayah Leta.


" baik ayah" kata Leta


lalu Leta pun berjalan menuju lantai dua untuk beristirahat.


masalah Leta dan dafin keluarganya pun tak pernah tau, yang keluarga Leta tau Leta tak punya masalah apapun. karna memang Leta tak pernah bercerita kepada siapapun, kecuali Leta harus didesak terlebih dahulu baru dia mau bicara.


keesokan paginya..


Leta bersiap untuk pergi kekantornya yang dimana sudah ia tinggalkan selama berbulan-bulan.


" pagi ayah,pagi bunda" teriak Leta menghampiri kedua orangtuanya.


" Leta ini masih pagi, jangan berteriak-teriak" kata bunda Leta.


" Leta nggak ada teriak tuh Bun" pembelaan Leta.


" yaudah terserah kamu" kata bunda Leta yang tak mampu berdebat lebih panjang lagi pagi ini.


" ohh.. bundaku sayang jangan marah dong nanti bunda cepat tua" kata Leta sambil memeluk bundanya manja.


" kamu doain bunda cepet tua?, " tanya bunda Leta tak terima


" hehehe bukan begitu bunda, bunda kan emang udah tua" kata Leta cengengesan.


" udah jangan pada ribut, ini masih pagi " lerai sang ayah yang mulai bosan melihat bunda dan Leta ribut.


" hehehe iyaya ini juga udah selesai kok" kata bunda Leta .


" iya yah udah selesai kok" kata Leta.


" yaudah sekarang kita sarapan keburu siang nanti kekantornya" kata ayah Leta.


akhirnya mereka pun sarapan dengan tenang