
pertahanan Leta kini mulai hancur ketika ia beranjak pergi dari tempat duduknya tadi. air matanya membanjiri pipinya. ketika ingin membuka pintu keluar dafin memeluknya dari belakang membuat Leta harus menahan isak tangisannya.
" aku mencintaimu Leta " kata dafin namun hanya dibalas senyum manis yang tidak bisa dilihat dafin. lalu Leta pun melepaskan pelukannya dan secepat mungkin pergi dari sini.
" Letaaa" teriak dafin ketika di tinggal pergi oleh Leta.
sesampainya di rumah Leta langsung menuju kamarnya dan langsung mengunci kamarnya.
dua hari sudah Leta mengurung diri dikamar, dan sudah dua hari ini pula orang tua Leta pergi ke china. membuat Leta dirumah sendirian
" kamu nggak boleh egois Leta, dafin bukan takdirmu jadi kamu harus bisa menghadapinya " kata Leta pada dirinya sendiri.
" oke mulai sekarang fokus sama pekerjaan Leta" kata Leta pada dirinya sendiri.
pagi-pagi sekali Leta pergi ke dapur untuk mengompres matanya yang sembab. ia memutuskan untuk pergi kekantor karena ia tidak mau terus berlarut dalam kesedihannya.
seperti biasanya penampilan Leta sang dikagumi oleh para karyawan dan karyawati yang berkerja di studionya itu.
" pagi Leta"
" pagi Leta, makin cantik aja" kata salah satu karyawati Leta; .
" pagi juga, bisa aja " kata Leta biasa langsung menuju ke ruangannya
" dua hari kemana aja? " tanya Sifa setelah memasuki ruangan Leta.
" ada " kata Leta singkat.
" dimana?" tanya sifa lagi.
" dirumah" kata Leta
" kok lo nyebelin sih " kata Sifa.
" hehe enggak tuh" kata Leta mengejek Sifa.
"ih dasar lo untung gue sayang sama lo" kata Sifa .
" kemarin Tante davina kesini, dia nyuruh kita kebutik buat bantuin milih gaun buat menantunya, Lo bisa kan lagian jadwal kita kan masih kosong" kata Sifa
" emm... bisa emang tempatnya mana?" tanya Leta.
" itu...tu butik yang terkenal di London" kata Sifa
" oh disitu, hayuk lah" kata Leta
" siap" jawab Leta
siangnya...
" katanya nunggu di lobi, mana ini malah Leta yang nunggu" kata Leta kesal.
" hehehe abis dari toilet gue kebelet" kata Sifa sambil cengar-cengir.
" ya udah yuk " kata Leta.
tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di butik.
" siang tante, sorry baru Dateng" kata Sifa
" oh kalian... siang, nggak papa dirly juga baru masuk " kata Tante davina.
" Hay Leta apa kabar?" tanya Tante davina sambil memeluk dan cipika-cipiki.
" baik Tante" kata Leta .
tak berselang lama ada seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari ruang fitting.
" gimana ma?? cocok nggak?" tanya wanita itu pada Tante davina .
" kamu cantik banget sayang" puji Tante davina dan membuat ia malu
" oh iya perkenalkan ini Leta dan Sifa, Photographer Di preweddingmu. " kata Tante davina.
" Sifa tangan kanannya Leta" kata Sifa memperkenalkan diri.
" dirly" katanya yang masih sedikit canggun.
" Hay aku Leta, kamu cantik banget" puji Leta.
" aku dirly, kamu bisa aja Leta, kamu juga cantik" kata dirly memuji Leta, namun Leta hanya biasa saja.
" dia itu udah kebal sama pujian-pujian kaya gitu, bahkan dia aja tidak mengakui kalo dirinya cantik, bahaya nggak tuh" kata Sifa yang membuat gelak tawa mereka bertiga.
" apaan sih Sifa," kata Leta malu.
setelah acara fitting baju selesai, Leta berpamitan kepada Davina untuk kembali ke studio dan davina pun mengijinkannya.