BREATHE

BREATHE
fourty one



di rumah dafin..


hari ini dikediaman keluarga Bagaskara akan dilangsungkan pesta kecil-kecilan untuk si kembar .


" halo Leta bisa ke rumah mama nggak?" tanya mama devina


" makasih ya Leta, hati-hati dijalan" kata mama devina.


tak Lama kemudian mobil Leta pun sampai di rumah mama devina.


" ah Leta akhirnya kamu sampai juga, ini siapa?" tanya mama devina setelah melihat Leta memasuki ruang tamu diantara pak satpam.


" maaf ya mah tadi jalanannya macet, oh iya ini anak Leta ma namanya Arsen" kata Leta membuat mama devina terdiam.


" Arsen ini Oma devina, yang tadi bunda ceritain sama Arsen" kata Leta.


" halo Oma Devina aku Arsen anak bunda Leta" kata Arsen membuat kesadaran mama devina kembali.


" oh.. Hay juga Arsen cucu oma" kata mama devina sambil mencubit pipi gembul milik Arsen.


" si kembar mana mah?" tanya Leta


" ada di kamarnya dari tadi pagi manggilin nama kamu terus ta" kata mama devina.


" Arsen mau liat si kembar nggak?" tanya mama devina.


" boleh nggak bun?" Tanya Arsen pada Leta.


" ya boleh lah mereka kan juga adeknya Arsen" kata Leta sambil tersenyum.


"sama oma yuk ke kamar si kembarnya" kata mama Devina sambil mengambil alih Arsen dari gendongan Leta.


kamar si kembar


" nah itu si kembar " kata mama Devina setelah sampai di kamar si kembar.


" Arsen mau turun Oma" pinta Arsen dengan lembut.


"tentu sayang" kata mama Devina sambil menurunkan Arsen.


ketika oma devina sudah menurunkan Arsen, Arsen pun langsung berlari menuju ke si kembar yang sedang bermain bersama baby sisternya


" hati-hati Arsen" kata Leta khawatir Arsen jatuh.


" iya bunda" kata Arsen setibanya di dekat si kembar.


Leta dan mama Devina pun mendekati si kembar dan Arsen sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuannya Arsen.


seakan hafal dengan parfum yang dipakai oleh Leta si kembar pun langsung memanggilnya.


" nda...nda" panggil si kembar berbarengan dengan mengantungkan tangannya minta di gendong Leta.


" tau aja nih cucu oma siapa yang datang" kata mama devina, Leta pun hanya tersenyum manis.


" Hay anak bunda kangen ya sama bunda" kata Leta sambil mendekati si kembar.


sudah satu jam si kembar dan Arsen asik bermain. tak lama si kembar dan Arsen sudah mulai mengantuk. akhirnya Leta menidurkan mereka bertiga.


setelah memastikan mereka bertiga tertidur pulas, mama Devina mengajak Leta untuk menemaninya ke dapur.


sesampainya di dapur Leta dengan telaten membantu mama devina memasak.


" jadi mana suamimu, mengapa tidak mengajaknya datang kesini juga? "tanya mama devina.


" suamiku??, kan Leta belum menikah ma" kata Leta membuat mama Devina kaget


" Arsen anak angkatnya Leta ma " kata Leta membuat hati mama Devina lega.


" Oo begitu mama kira kamu udah menikah di Amrik sana tanpa mengabari mama" kata mama devina sedikit berdrama.


" ya mana mungkin lah ma, oh iya dirumah mama mau ada acara apa?" tanya Leta.


" oh itu mama mau ngadain syukuran kecil-kecilan buat si kembar sama dafin" kata mama Devina membuat leta bingung.


" dafin udah ngasih nama buat si kembar" lanjut mama devina..


" syukurlah, akhirnya si kembar punya nama juga, namanya siapa ma?" tanya Leta.


" si Abang namanya Adelio putra dafin panggilannya Lio , untuk si adek namanya Aciel putra dafin panggilannya El " jelas mama Devina dan Leta pun mengangguk paham sambil tersenyum manis.


malam harinya..


" anak mama udah pulang? " kata mama devina yang melihat dafin baru pulang kerja.


" iya mah" kata dafin sambil melirik Leta.


" yaudah buruan mandi gih abis itu langsung turun, ada yang mau mama bicarain sama kamu " kata mama Devina dan diangguki oleh dafin.


" bundaaaa..." Teriak Arsen mencari bundanya.


saat menuruni tangga dafin dan Arsen berpapasan.


"malam om" sapa Arsen sambil menangis dafin hanya mengangguk.


setelah menyapa dafin Arsen pun kini kembali berlari menuruni tangga untuk mencari bundanya, karena dafin penasaran siapa yang anak itu panggil bunda, akhirnya dafin pun terus memperhatikan anak itu.


"Arsen kenapa kok nangis?" tanya Leta.


" Arsen takut bunda ninggalin Arsen, karena Arsen tidurnya terlalu lama " kata Arsen sambil sesenggukan.


" ya enggak lah udah jangan nangis, masa anak bunda nangis sih " Ucap Leta sambil menghapus sisa air mata Arsen lalu menggendongnya.


melihat itu ada rasa penyesalan yang tiba-tiba hadir didalam hati dafin, ia pun langsung melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


diruang tamu..


setelah makan malam selesai mama devina mengajak Leta dan dafin untuk mengobrol.


"dafin sepertinya si kembar butuh sosok ibu untuk perkembangannya nanti dimasa yang akan datang" kata mama devina mengawali pembicaraan.


" iya terus, kan dafin masih bisa jadi ibu sekaligus jadi ayah mereka " kata dafin seadanya.


" nggak bisa gitu dafin, meskipun kamu bisa menjadi kedua-duanya tapi akan lebih terjamin lagi kalo si kembar memiliki real seorang ibu karena dimata si kembar kamu hanya bisa menjadi sosok ayah bukan ibu, jadi mama berfikir untuk menjodohkan kamu dengan anak temen mama" kata mama devina.


mendengar kata-kata dari mama Devina membuat Leta dan dafin terdiam dan menatap satu sama lain.


" gimana menurut kamu Leta, kamu setuju kan?" tanya mama devina pada Leta.


" i iya ma Leta setuju" jawab Leta dengan berat hati.


" kamu tidak boleh menolak dafin " kata mama devina.


" terserah mama" kata dafin pasrah lalu meninggalkan ruang tamu.


" yaudah kalo gitu Leta pamit pulang dulu ya mah, kasian Arsen pasti udah capek " kata Leta.


setelah mengambil Arsen dari kamar si kembar Leta pun berpamitan untuk pulang.