BREATHE

BREATHE
thirty four



" ih keponakan aunty, namanya siapa nak?" tanya Leta pada eja. bukannya dijawab si eja malah minta digendong sama Leta.


" gini nih, kalo masih kecil udah tau mana yang cantik mana yang nggak" gerutu Sifa sambil menyerahkan eja pada Leta, membuat bunda dan Leta tertawa.


" namanya siapa fa?" Tanya Leta.


"namanya eja " kata Sifa sambil tersenyum.


" Hay eja, kok pipinya gembul banget" kata Leta.


" iya dong tante kan aku dirawat sama mama" kata Sifa yang menirukan suara anak kecil.


" yaudah yuk pulang" kata bunda Leta yang risih melihat banyaknya orang yang menatap Leta kagum.


didalam perjalanan eja sama sekali nggak mau lepas dari pelukan Leta malah sampai terlelap karena saking nyamannya.


akhirnya mereka sampai dirumah ayah dan bunda Leta. mereka pun langsung masuk, dan Leta langsung menuju ke kamarnya untuk menidurkan si eja.


didalam kamar Leta..


" Lo udah tau belom sih ? "tanya Sifa memecahkan keheningan yang terjadi saat menunggu eja tidur.


" tau apa? kan tau sendiri Leta lost contact selama tiga tahun, emang apa yang terjadi selama Leta nggak disini?" tanya Leta.


"si dirly meninggal setelah melahirkan anaknya" kata Sifa.


" Dirly meninggal" ulang Leta karena kaget mendengar berita duka ini.


" iya mangkanya jangan terlalu sibuk Lo" kata Sifa.


"Leta kerumahnya tante devina ya sekarang" kata Leta dengan pelan-pelan berdiri dari ranjang tidurnya.


" emang Lo nggak capek apa,?istirahat aja dulu" kata Sifa.


" istirahatnya nanti aja, aku nggak enak sama tante Devina masak iya dateng pas lagi ada pesta aja" kata Leta.


" yaudah terserah Lo, ganti baju sana masa ia kesana mau pakai baju kayak gitu" nasehat Sifa dan disetujui oleh Leta.


tak beberapa lama Leta sampai di kediaman keluarga Bagaskara.


" permisi pak tante devinanya ada ?" tanya Leta pada satpam rumah Devina.


" ada neng cantik, mari bapak antar" tawar pak satpam.


di sisi lain...


" mungkin belum lapar buk" kata baby sister si kembar.


tak berselang lama pak satpam menemui Devina.


" ada apa pak? itu buk ada neng cantik nyariin ibuk" kata pak satpam.


" neng cantik, siapa pak??" tanya Devina.


" maap buk tapi saya malu kalo mau kenalan, mangkanya saya panggil aja neng cantik" kata pak satpam.


" baiklah aku akan segera kesana" kata Devina.


beberapa menit kemudian Devina pun turun menemui tamunya.


betapa kagetnya saat melihat seorang wanita yang sedang duduk diruang tamu.


" Leta??" tanya devina pada wanita itu.


"Tante Devina" kata Leta langsung berdiri memeluk Devina.


" yaampunn Leta, mama kangen sama kamu, kamu kemana aja mama kira kamu lupa sama mama" kata Devina.


" enggak Leta, enggak akan pernah ngelupain tante Devina" kata Leta.


devina pun menceritakan kejadian-kejadian selama tiga tahun ini.


" Tante yang sabar ya, biar dirly tenang di sana" kata Leta menenangkan Devina yang sedang menangis Devina pun tersenyum.


" kamu mau bertemu dengan keponakanmu" kata Devina.


" boleh Tante" kata Leta


ceklek


" Hay cucu oma, liat siapa ini yang datang" kata Devina. si kembar pun langsung menoleh ke arah omanya .


" nda..nda" kata si kembar sambil mencoba berdiri dan berjalan pelan ke arah Leta.


" nda.." kata si kembar sambil memeluk kaki Leta.


" hay si kembar apa kabar? " tanya Leta sambil duduk didepan si kembar. bukannya menjawab si kembar malah memeluk Leta dengan erat.


seperti anak yang berpisah dengan ibunya lama.