BREATHE

BREATHE
twenty nine



didalam perjalanan...


" lo nggak papa ta??" tanya Sifa


" emang aku kenapa?" tanya Leta balik


" itu si Dafin mau marreid sama Dirly" kata Sifa.


" emang lo udah nggak suka sama dafin?" tanya Sifa lagi.


" Leta suka, Leta sayang, Leta cinta sama dafin, tapi kalo memang takdir dia sama Dirly, aku yang hanya manusia biasa bisa apa Sifa" kata Leta sambil tersenyum.


" gue salut sama lo ta, meskipun lo lagi sakit hati, tapi Lo bisa nutupin itu semua dengan sangat rapih" kata Sifa.


" gue yakin lo pasti bakalan dapet pengganti dafin" kata Sifa dan hanya dibalas senyuman oleh Leta.


sesampainya di apartemen Sifa.


" aku nginep sini aja ya, soalnya besok pagi aku harus jemput ayah sama bunda, tau sendiri kan jarak rumah aku lebih jauh daripada dari apartemenmu." izin Leta.


" Aelah lo mah kayak sama sapa aja " kata Sifa


" gue ikut lo jemput bunda sama ayah gue" kata Sifa.


" oke lah bisa diatur" kata Leta.


dari kecil Sifa sudah ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya lalu iya tinggal bersama neneknya tetapi waktu lulus SMA giliran neneknya yang meninggal, terus Sifa ikut deh sama Leta.


keesokan harinya...


"ayah...bunda..." teriak Leta sambil berlari kearah orang tuanya.


" Leta kangennya" kata Leta manja.


" Leta malu diliatin sama orang banyak" kata bunda Leta.


" apaan sih bunda orang anaknya kangen juga, masa nggak boleh" kata Leta kesal.


" boleh sayang tetapi tidak disini juga" kata ayah memberikan pengertian.


" hehehe, abisnya seneng banget ketemu lagi sama ayah sama bunda" kata Leta.


dan tidak lama juga Sifa yang baru saja selesai ke toilet langsung berlari menuju ke arah ayah dan bunda Leta.


" ayah .... bunda kesayangankuuu" teriak Sifa tak kalah heboh dari Leta.


ayah dan bunda Leta pun hanya menggeleng


" aku kangen ayah bunda" kata Sifa.


" tuh kan ngambek bunda kalian, kejar gih keburu mati kelaparan nanti kalian" mendengar hal itu membuat Leta dan Sifa bergegas menyusul bundanya.


" bunda jangan marahh ya" kata Leta dan Sifa bersamaan sambil bergelendot manja di lengan sang bunda.


" Hm.. baiklah.. baiklah, lepas kan tangan bunda"kata bunda


" beneran udah nggak ngambek lagi?" tanya Sifa .


"enggak sayang" kata bunda.


" yuk buruan masuk, habis itu bantuanin bunda masak, bunda udah lapar" kata bunda


" siap bunda " kata Leta dan Sifa bersamaan.


" ayah biar Sifa aja yang nyetir, ayah sama bunda duduk dibelakang aja istirahat" kata Sifa.


" yaudah, kita nanti ke apartemen kamu aja sama Sifa lebih dekat, perut bunda udah keroncongan dari tadi" kata bunda.


" siap kapten" kata Sifa.


kini mobil yang mereka kendarai melaju meninggalkan bandara penerbangan dan langsung menuju ke apartemen Sifa.


acara masak-masak pun selesai dengan cepat, karena dikerjakan bersama-sama.


" ah.. akhirnya kenyang juga" kata bunda.


"iya nih masakan bunda makin jozzz lah pokoknya" kata Sifa.


setelah selesai makan siang ayah dan bunda memutuskan untuk beristirahat sebentar.


malam harinya...


" Sifa sini ayah mau ngomong sama kamu" kata ayah sambil menyuruh Sifa mendekat.


" sekarang umur kamu berapa Sifa?" tanya ayah.


" 23 yah " kata Sifa.


" udah waktunya kamu membangun keluarga Sifa, nggak baik kalo nikah ditunda-tunda, jadi niat ayah, ayah mau ngejodohin kamu dengan pria ini" kata ayah sambil memperlihatkan foto pria tersebut.


begitu melihat foto sang pria, membuat Sifa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria itu.


" namanya Devon, umurnya 3 tahun lebih tua darimu, dia dari keluarga baik-baik kelakuan Devon juga baik. " jelas bunda


" besok keluarga devon akan kemari untuk memintamu secara langsung, pikirkan baik-baik ini demi masa depanmu" kata ayah.


" coba liat calon kakak ipar aku" kata Leta sambil berusaha merebut foto pria itu dari tangan Sifa.