BREATHE

BREATHE
thirty two



flashback on ...


keesokan paginya setelah kejadian malam yang menggairahkan, dafin pun bangun terlebih dulu, dia begitu kaget ketika melihat dirinya tanpa busana apa pun, dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


tak beberapa lama Dirly pun terbangun karena suara gemericik dikamar mandi.


setelah mandi dafin pun keluar dengan menggunakan setelan jas melirik sekilas Dirly yang sedang duduk diatas ranjang.


" untuk kejadian tadi malam saya minta maaf, merenggutnya tanpa persetujuanmu" kata Dafin .


" itu memang sudah kewajibanku menjadi seorang istri" kata dirly malu.


flashback off...


" itu dia mempelai prianya udah dateng" kata Mita mengejek dafin.


" ayo sarapan dulu nak" kata sang mama


" tidak aku langsung kekantor saja " kata Dafin tanpa berpamitan.


satu bulan sudah pernikahan dafin dan Dirly berjalan namun tidak ada perubahan sama sekali.


"huek...huek "


sudah beberapa hari ini dirly mual-mual tak karuan. membuat mama dafin khawatir.


" kamu kenapa Dirly beberapa hari ini kok mual-mual terus kamu sakit?" tanya mama devina.


" Dirly baik-baik aja kok ma, masuk angin aja mungkin" kata dirly.


" beristirahatlah dikamar mu mama akan memanggil dokter " kata mama devina tanpa penolakan.


tak beberapa lama dokter keluarga Bagaskara pun datang.


" selamat nyonya nona Dirly sedang mengandung, dan sekarang usianya memasuki Minggu ketiga " kata dokter.


" menantu saya hamil dok? " tanya mama devina .


" iya nyonya, nona sedang mengandung" kata dokter.


" terimakasih dok" kata mama devina .


" sama-sama nyonya, kalo begitu saya permisi dulu" kata dokter dan diangguki oleh mama devina.


"selamat ya sayang, atas kehamilannya" kata devina sambil memeluk menantunya.


disisi lain..


" akhirnya marreid juga kamu fa " kata Leta.


" iya dong emang lo masih stay sama mantan aja" kata Sifa.


" iya udah terserah kamu" kata Leta mengakhiri perdebatan yang pada akhirnya dirinya pula yang kalah.


" siap tuan putri" kata Devon sambil terkekeh.


" hari ini lo jadi berangkat ke Amrik? " tanya Sifa.


" ya jadilah, sekalian mau buat studio juga di sana" kata Leta.


" wah calon-calon fotografer sukses nih" kata devon.


"amin" jawab Leta.


" dia mah udah sukses von, uangnya aja udah banyak banget, ATMnya aja yang warna hitam ada lima Terus yang lainnya nggak tau gue saking banyaknya." kata Sifa.


" widih traktir kita rumah dong Leta" kata Devon becanda.


" liat nanti aja" kata Leta.


" bunda sama ayah gimana ta?" Tanya Sifa.


" bunda sama ayah disinilah, lagian nih ya aku akan sering nengokin mereka juga kali" jelas Leta.


" oh iya, tante Devina jadi kesini nggak sih udah lama nggak ketemu" tanya Sifa.


" jadi, tadi katanya dia ada dijalan, jalannya macet" kata Leta .


" Hay anak Tante, selamat ya semoga cepat dapat momongan, biar sama kayak dafin sama Dirly" kata Tante devina sambil cipika-cipiki sama Sifa.


" dirly hamil Tan ?" tanya Sifa dan Devina pun mengangguk sambil tersenyum bahagia.


" sampai lupa anak yang satunya, gimana kapan nyusul" tanya tante Devina.


" Leta mah nggak akan pernah nyusul kali tan orang habis ini dia mau pergi ke Amrik" perkataan Sifa membuat tante devina kaget.


"beneran sayang kamu mau ke Amrik? " tanya tante devina sambil menatap sendu Leta.


" iya tante, Leta mau bangun studio di sana" kata Leta sambil tersenyum.


" kamu tega ninggalin tante Leta?" tanya tante Devina.


" hehe sebenarnya nggak tega sih tan, tapi mau gimana lagi, Leta harus pergi, Leta janji deh bakal sering berkunjung ke London" kata Leta tidak tega.


" Tante pegang janji kamu Leta, terus rencana berangkatnya kapan?" tanya tante devina lagi.


"hari ini tan setelah acara ini selesai " kata Leta


"baiklah akan tante antar sampai ke bandara" kata tante Devina.


"tidak usah tan, nanti ayah bunda juga nganterin Leta kok" kata Leta.


" tidak ada penolakan Leta" tegas tante devina.


" dan satu lagi, kalian berdua hari ini dan seterusnya harus manggil tante ini dengan sebutan mama" kata tante devina dan di setujui oleh Leta dan Sifa.