BREATHE

BREATHE
dua puluh



keesokan harinya Dion berencana untuk memberitahu dafin tentang penyakitnya yang sedang ia derita.


" fin ada yang mau gue omongin sama lo" kata dion.


" ngomong aja " kata Dafin.


" jadi sebenarnya lo kena.. kanker otak stadium awal dan akan terus berkembang jika tidak ada penanganan lebih lanjut" kata Dion ragu.


mendengar berita itu membuat badan dafin menegang.


" kanker otak?, nggak-nggak mungkin, nggak mungkin saya kena kanker" kata Dafin tak terima dengan penyakit yang ia derita ini.


" lo harus nerima kenyataan ini fin," kata Dion menenangkan dafin.


" apa Leta tau jika saya terkena kanker otak?" tanya dafin.


" iya Leta udah tau kalo Lo kena kanker" jawab Dion.


" jadi ini alibinya Leta untuk meninggalkan saya lagi, dia tidak ingin merawat orang penyakitan kayak saya, dan dengan bodohnya saya menyetujui dia balik ke London" kata dafin sedikit meninggi.


" saya bodoh... saya bodoh dion!, Leta pergi lagi Dion!." teriak Dafin sambil memukul-mukul kepalanya.


" saya penyakitan dan Leta tidak mau bersama saya dion" teriak dafin lagi dan kini semakin menjadi-jadi.


akhirnya dion memanggil dokter


" suster berikan penenang pada pasien " kata dokter.


"baik dok " kata suster dengan perlahan menuju ke dafin yang sedang berteriak.


" tidak jangan sentuh saya, pergi kalian,pergi!!" teriak dafin.


" sadar fin sadar jangan kayak gini, Leta enggak akan ninggalin lo" kata Dion menenangkan dafin sambil memegangi dengan kuat tubuh dafin.


" sekarang sus" kata Dion setelah berhasil memegang dafin. suster pun langsung bergegas menyuntikkan obat penenang pada infus dafin.


" saya bilang jangan sentuh saya!" kata dafin yang masih berteriak.


" pergi!..pergi!..pergi!" teriak dafin yang semakin melemah karena pengaruh obat penenang yang diberikan suster padanya.


akhirnya dafin pun tertidur dengan nyenyak.


" terimakasih dok" kata Dion


" gue baru tau seorang dafin bisa segila ini ditinggal cewek cuma buat beberapa hari saja.


dilain tempat


Lima hari sudah Leta meninggalkan dafin, kini waktunya Leta untuk kembali ke indo lagi.


" Lo bener mau ke indo sendiri?" tanya Sifa.


" iya Sifa, Leta bener kamu disini aja jaga Kantor gantiin Leta kalo ada apa-apa sekiranya tidak bisa diwakilkan telpon Leta ya" kata Leta setibanya di bandara.


" baiklah Lo hati-hati di sana ya, kalo ada apa-apa gue siap 24 jam jemput Lo" kata Sifa


" Leta berangkat dulu bye" kata Leta sambil melambaikan tangan ke arah Sifa.


dilain tempat..


"ayo lah bro makan sedikit aja, jangan ngerusak tubuh Lo" kata Dion yang sudah frustasi dengan kelakuan mogok makan yang dilakukan oleh dafin.


sudah dua hari setelah melakukan kemoterapi untuk yang pertama kalinya dilakukan oleh dafin membuat dafin mogok makan sampai sekarang. dan ditambah lagi tatapan kosong yang beberapa hari terpancar Dimata dafin. setelah kepergian Leta yang tak kunjung kembali ke Indonesia.


" besok saya mau pulang dengan atau tanpa persetujuan dari dokter" kata dafin yang kembali dingin.


" Lo kan belum sembuh total" kata dion tetapi tidak dengar oleh dafin. kini dafin pun memilih untuk tidur dengan perut kosong.


disisi lain ..


pagi-pagi buta Leta sudah sampai di Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke apartemen lalu kerumah sakit untuk melihat dafin.


" huft.. Leta kangen dafin" kata Leta yang sudah berada didepan kamar dafin.


ceklek..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...See you...