
" udah selesai sekarang Leta sisirin ya rambutnya" kata Leta dan diangguki oleh dafin.
"nah sekarang waktunya makan sore yuk" kata Leta.
dengan telaten Leta menyuapi dafin.
ceklek
" wih makin lengket aja lu bos" kata Dion yang baru saja masuk keruang rawat dafin sambil membawa berbagai macam buah ditangannya.
" ganggu aja " kata Dafin singkat.
" sans bro gue cuma mau jenguk lo kok " kata Dion.
pukul 19.00 banyak karyawan karyawati dafin yang datang untuk menjenguk bosnya.
" malam pak bos, gimana keadaannya kami kesini mau jenguk pak bos" kata salah satu karyawan Dafin.
" kami?" kata dafin.
" iya kami" kata karyawan dafin dan satu persatu karyawan karyawati dafin memasuki ruang rawat dafin dan membuat dion, Leta dafin terkejut bukan main.
" astaga " kata Leta dalam hati .
" ngapain kalian semua kesini?" tanya Dion.
" kita khawatir pak sama keadaan pak bos" jawab salah satu karyawati dafin.
dafin pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
setelah beberapa jam menjenguk dafin akhirnya para karyawan dan karyawati dafin pamit undur diri karena jam besuk akan segera berakhir.
" sekarang dafin istirahat ya pasti capek dari tadi duduk terus" kata Leta disetujui oleh dion.
" bener tu sekarang lo istirahat biar cepet sembuh" kata dion.
" terus kamu gimana?" tanya dafin pada Leta.
"nanti Leta pulang kalo dafin udah tidur " kata Leta.
" enggak nginep disini aja ?" tanya dafin.
" besok pagi sebelum dafin bangun Leta udah ada disini, kasian Sifa juga udah dirumah sendirian dari tadi. nggak papa kan ?" tanya Leta dan diangguki oleh dafin.
" nanti antara Leta pulang, jangan sampek lecet" kata Dafin tegas pada dion dan Dion pun hanya tersenyum lalu mengangguk.
beberapa menit kemudian akhirnya dafin tertidur lelap.
ruang tamu..
"sekarang ceritain ke gue apa yang ngebuat Lo sekhawatir tadi?" tanya Sifa.
" jadi gini tadi Leta ditelpon sama Dion temennya dafin, dia bilang kalo dafin udah sadar tapi kesakitan dan nggak mau disentuh siapa pun yang ada disana." kata Leta.
" emang dafin punya phobia apa sama rumah sakit sampai segitunya?" tanya Sifa.
" dafin punya phobia operasi dan jarum suntik" kata Leta.
" terus...terus dia sakit apaan?"tanya Sifa lagi.
" em... dafin sakit kanker otak stadium awal" kata Leta ragu.
"kanker otak ? kok bisa sih padahal dia baik-baik aja deh keliatannya" kata Sifa kaget dan dibalas gelengan oleh Leta.
"tunggu deh ini kalung apaan?? " tanya Sifa sambil memegang kalung Leta.
" ini kalung pemberian dafin tadi" kata Leta sambil tersenyum sumringah mengingat kejadian tadi siang dirumah sakit.
" Lo jadian sama dafin ??" kata Sifa kaget.
" bukan jadian sih, tapi dafin ngelamar Leta tadi siang, terus dikasih ini deh " kata Leta bahagia sambil memegang kalung pemberian dafin.
" apa lo tunangan sama dafin, wah garcep banget dia " kata Sifa antusias.
" oh iya tadi si daril telpon gue, dia bilang di London ada masalah jadi dia nyuruh kita cepet pulang kesana jadi gimana??" tanya Sifa.
" emang nggak bisa digantiin dulu sama daril?"tanya Leta.
" kalo bisa mah gue nggak bilang ke elo kali Leta" kata Sifa gregetan.
"yaudah besok malam kita berangkat siapin tiketnya" kata Leta yang sedikit tidak ikhlas meninggalkan dafin.
tapi apa boleh buat dirinya harus profesional dalam bekerja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...See you...